Jumat, 26 Agustus 2016

Survei PKBM Di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi

Mencari Informasi PKBM lewat Website BINDIKMAS


Untuk para 'Homeschooler' khususnya homeschooler mandiri, yang masih berminat untuk mendapatkan ijazah formal, ada 2 cara yang bisa dilakukan yaitu dengan mendaftar pada sekolah payung, atau masuk ke dalam PKBM agar dapat mengikuti ujian paket sesuai jenjang pendidikan yang sedang ditekuni.  Sekarang, kita tidak perlu terlalu sulit untuk mencari informasi PKBM  di daerah sekitar kita karena data tersebut dapat diakses secara on line di http://bindikmas.kemdikbud.go.id/nilem/?menu=home

Di bawah ini adalah tampilan website Bindikmas:


Kita tinggal memasukkan lokasi PKBM yang kita cari lewat tabel propinsi, lalu ke kabupaten dan kecamatan. Hasilnya adalah tabel data PKBM sesuai area, lengkap denagn alamat, dan NILEM PKBM tersebut.



Ada beberapa yang sudah memiliki NILEM, ada yang belum. Di antara NILEM yang ada, ada yang sudah terverifikasi dan ada yang belum. Kita dapat melihat data yang lebih mendetail seperti no telp, alamat lengkap, tanggal berdiri, dll, jika mengklik link di PKBM walaupun tidak semua PKBM memiliki informasi yang lengkap pada halaman.

Dari website bindikmas, ternyata ada data PKBM yang tersesat ke tempat semestinya seperti data PKBM Yogyakarta yang muncul di PKBM wilayah Bandung Barat, kecamatan Lembang

PKBM Homechooling Primagama, alamat di Yogyakarta

 
PKBM Kiong Kandang Pontianak yang mucul di data PKBM Bandung Barat kecamatan Parongpong.
Untuk yang berdomisili di daerah Bandung dan sekitarnya bisa mengakses wilayah kota Bandung,  Kabupaten Bandung Barat,atau Kota Cimahi. Beberapa ada yang memiliki no telp dan alamat lengkap, beberapa lainnya tidak lengkap. Kita bisa mencari no telp PKBM yang tercantum pada halaman. Sebagian besar no telp yang dicantumkan di Bindikmas dapat terhubung langsung pada pihak PKBM yang dituju.

Respon PKBM yang dihubungi

Sebagian besar PKM dapat dihubungi, ada yang lewat kantor atau no HP pribadi. Beberapa menyarankan saya untuk datang langsung ke PKBM tersebut. Ada juga yang memberi no HP pribadi ketua agar bisa lebih banyak mengambil informasi.

Respon dari Ketua tersebut juga bermacam macam, ada yang sangat ramah dan optimis peserta ujian dapat menyelesaikan soal ujian karena soal ujian tersebut banyak yang serupa dengan tahun lalu sehingga dengan beberapa kali latihan, Insya Allah anak akan mampu mengerjakannya dengan baik dan benar.

Ada juga yang menyangsikan apakah anak homeschooling mandiri tersebut akan mampu mengerjakan soal. Katanya setiap peserta belum tentu bisa lulus ujian Paket A walalu sudah menjadi peserta ujian.

Beberapa daftar pertanyaan untuk PKBM


  • Apakah PKBM menyelenggarakan ujian kejar Paket A
  • Apakah anak homeschooling  mandiri bisa ikut ujian kejar Paket A pada PKBM tersebut
  • Apa saja syarat administratif yang diperlukan
  • Bagaimana teknis pelaksanaan proses belajar di PKBM
  • Berapa biaya total yang diperlukan
  • Bagaimana program ujian paket tersebut dilaksanakan dan bagaimana jadwal pelaksanaannya


PKBM yang menjadi target survei


Awalnya saya mencoba mencari informasi PKBM Kota Bandung Kecamatan Sukajadi yang kebetulan masih tergolong dekat dari rumah.  Saya juga menghubungi PKBM Kota Cimahi bagian utara, selatan, kaupaten Bandung Barat kecamatan Lembang dan Parongpong. Sebagian besar PKM ada yang mau menjawab pertanyaan saya secara langsung, ada yang memberi saran untuk menghubungi no HP pribadi Ketua PKBM, ada juga yang meminta saya untuk segera datang ke PKBM untuk mendapat jawaban yang memuaskan.

Jawaban Pertanyaan PKBM


Apakah PKBM menyelenggarakan ujian kejar Paket A

Dari semua PKBM yang saya tanyakan, hanya satu yang tidak menyelenggarakan ujian kejar paket A  yaitu 1 PKBM yang berada di kecamatan Lembang.

Apakah anak homeschooling  mandiri bisa ikut ujian kejar Paket A pada PKBM tersebut

Sebagian besar menyatakan anak homeschooling mandiri bisa mengikuti ujian asal memenuhi syarat administratif. Hanya 1 PKBM yang menyatakan homeschooling mandiri perlu didaftarkan ke sekolah formal agar mendapat raport. Dan untuk usaha tersebut akan dikenai biaya tambahan.

Apa saja syarat administratif yang diperlukan

Hampir  semua PKBM mengajukan syarat administratif yang sama yaitu:
1. Fotokopi Kartu Keluarga 
2. Pas foto hitam putih ukuran 3x4 4; 2x3 4 
3. Pas foto berwarna ukuran 3x4 2 
4. Materai Rp 6000 1 5. Map Biola Merah 2 
6. Fotokopi rapor SD (jika ada) 
7. Mengisi formulir pendaftaran. 

Untuk peserta ujian Paket A, usia minimum adalah 12 tahun ketika sedang mengikuti ujian dengan jarak ujian Paket adalah 3 tahun.

Bagaimana teknis pelaksanaan proses belajar di PKBM

Ada banyak versi belajar di PKBM. Ada PKBM yang tidak menyelenggarakan bimbingan tapi menyediakan modul untuk dipelajari saja. Beberapa ada  yang mengharuskan siswa  untuk datang dan belajar di dalam kelas bersama sama. Ada yang mewajibkan pelajarnya  untuk datang secara berkala untuk mengerjakan test sebelum ujian final.

Berapa biaya total yang diperlukan

Beberapa PKBM ada yang tidak mau memberi informasi berapa tarif ujian tersebut dan meminta saya untuk datang dulu ke PKBM tersebut. Tapi ada juga yang sudah memberi informasi biaya total yang tidak akan bertambah lagi. Dari segi dana, PKBM di kota Bandung menetapkan harga jasa pembelajaran dan ujian paket A sebesar 2 juta rupiah ke atas, sementara untuk daerah kabupaten Bandung Barat sebagian besar kurang dari 2 juta dengan harga terendah adalah 450 ribu rupiah.

Bagaimana program ujian paket tersebut dilaksanakan dan bagaimana jadwal pelaksanaannya

Jika peserta mendaftar di bulan Agustus tahun 2016, peserta akan mendapat kesempatan utnuk mengikuti ujian di bulan April Mei tahun 2017. Pada tahun ini pendaftaran paling lambat adalah bulan Agustus denagn alasan pihak  PKBM membutuhkan waktu untuk mendaftar data anak agar masuk dalam data Dapodik siswa yang sudah dibuat dengan sistem on line.


Satu hal yang terjadi di luar kebiasaan


Saat saya bertanya tentang ujian Paket A lewat telepon, ada 1 PKBM yang menyampaikan bahwa kebetulan dalam 2 hari lagi mereka akan menyelenggarakan ujian paket A dan ada 2 orang siswa yang tidak dapat menghadiri ujian tersebut sehingga terdapat 2 kursi yang kosong. PKBM tersebut menawarkan 2 kursi kosong tersebut kepada saya dengan biaya tetap sama yaitu 2 juta rupiah.

Rabu, 17 Agustus 2016

Percobaan Fisika Statika

Berikut ini adalah percobaan fisika statika untuk mengukur dan menghitung dan membandingkan gaya yang bekerja pada suatu benda.

Diagram gaya yang dicoba adalah sebagai berikut:

Diagram gaya
Diagram gaya
Ada 3 buah tali (A,B,C). Tali A dan B ditambatkan, sedang tali C ditarik ke bawah dengan pemberat. Gaya C dapat diukur dengan timbangan. Gaya pada A dan B dapat diukur dengan dynamometer atau neraca pegas. Setelah dihitung akan dibandingkan berapa gaya pada C yang terukur dan berapa hasil perhitungan. Seharusnya hasil perhitungan cocok dengan hasil pengukuran.

Implementasi percobaan statika

Implementasinya dengan menggunakan komponen berikut
  • Benang kasur untuk tali
  • Pengukur gaya dynamometer dari kit  fisika SMP buatan Pudak
  • Pemberat 100 gram dari kit fisika SMP buatan Pudak
  • Busur derajat untuk mengukur sudut antara tali-tali tersebut
  • 2 buah kursi untuk menambatkan tali-tali yang diam
  • 2 buah jepitan jemuran untuk menjepit tali. Tali ini lebih mudah dijepit dibandingkan disimpul, supaya lebih mudah untuk mengubah-ubah sudut dan jaraknya.
Pemasangan perangkat dilakukan agar sudut sesuai dengan diagram yang diberikan. Agak sulit karena talinya bergoyang-goyang.

Setelah perangkat dipasang, tahap selanjutnya melakukan pengukuran dan perhitungan.

[break dulu]


Senin, 08 Agustus 2016

Menghitung Angka Berurutan Dengan Cara Grafis

Di buku Matematika Aktif SD kelas 4 yang diterbitkan Erlangga, soal menghitung angka berurutan  ada di Bab I Operasi Hitungan Bilangan dan Bab V Bilangan Bulat pada bagian evaluasi. Soalnya seperti ini:



 Seharusnya ini memancing rasa ingin tahu anak untuk bereksperimen dengan angka, tapi soal seperti ini bisa membuat jenuh dan frustasi jika anak belum terlalu suka bermain dengan angka. Namun dari beberapa sumber di internet, terdapat banyak sekali cara menyelesaikan soal seperti ini, salah satunya di Better explain.com.

Cara menyelesaikan soal ini disederhanakan oleh anak saya yang ke 2 menjadi rumus sederhana. Dia juga mencoba membuat visualisasi sederhana yang dapat membantu anak yang lebih suka melihat gambar dibandingkan menghitung.

 
Walaupun penemuan ini tidak original, tapi saya sangat menghargainya dan berharap agar minatnya terhadap matematika dan ilmu grafis  terus dilatih.

Tulisan di bawah ini dibuat sendiri untuk menjelaskan cara menyelesaikan perhitunngan angka berurutan.

Di soal matematika sering ada soal yang seperti ini: 1 + 2 + 3 ... + 99 + 100

Bagaimana cara menyelesaikannya?
Salah satu cara mudah untuk menyelesaikannya adalah:
1. Kuadratkan angka yang terakhir. (misal, 100)
2. Dibagi dua.
3. Ditambah 1/2 * (angka yang terakhir)

Cara ini dapat diselesaikan dengan membuat grafik seperti ini: