Minggu, 16 November 2014

Anak-anak Homeschooling Yang Lulus Universitas

Praktisi homeschooling dari awal tahun 2000an sampai sekarang terus bertambah dengan berbagai variasi perkembangannya. Ada banyak sekali metoda yang dlakukan dalam homeschooling. Terlepas dari berapa banyak yang melakukan homeschooling dan apa metodanya, pada beberapa tahun belakangan ini praktisi homeschooling mulai memperlihatkan buahnya. Anak anak yang mampu menamatkan pendidikan di usia muda mulai bermunculan antara lain:

Nurul Syahid Kusuma atau Enes Kusuma

  • ● Lulus S1 dari Universitas di Singapura pada usia 18 tahun
  • ● Peraih Young Changemaker Ashoka Foundation 2009 sebagai anak muda peduli sampah
  • ● Pendiri Komunitas Bright Bride (https://www.facebook.com/thebrightbride dan http://www.thebrightbride.com/)
  • Ibu dari Enes Kusuma adalah Septi Peni Wulandani, seorang aktivis homeschooling , founder situs Ibu Profesional.
Socmed:
Sumber:

Andi Rizki Putra

Andri Rizki Putra
● Ikut SMA hanya 1 tahun
● Belajar SMA mandiri hingga masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia
● Lulus Cumlaude di usia 20 tahun
● Pendiri sekolah gratis untuk anak putus sekolah

Sumber:

Fari Aulia Ruzwar

Ibunya bernama Moi Kusman. Fari Aulia Ruzwar telah menamatkan pendidikannya di Program Vokasi  Program Studi Komunikasi Peminatan Periklanan UI.
Sumber: http://moi-kusman.blogspot.com/2014/08/laporan-karya-akhir-dan-skripsi-anak.html

Amira Hasna Ruzwar 

Ibunya bernama Moi Kusman. Amira Ruzwar telah menamatkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Ilmu Filsafat UI.
Sumber: http://moi-kusman.blogspot.com/2014/08/laporan-karya-akhir-dan-skripsi-anak.html

Emil 

Ada juga Emil, anak dari Asti Toro yang memulai homeschooling sejak kelas 5 SD karena tidak tahan denagn kasus bullying di sekolahnya. Sekarang Emil sedang kuliah di Universitas Life Science Jakarta. Bekerja sama dengan pemerintah Swedia, double degree dan ada internship, ambil fakultas Bio Enterpreneurship.

Sumber:

Dan mungkin masih banyak lagi anak anak lainnya yang masih dalam proses homeschooling yang  hasilnya belum dipublikasikan di media massa. 


Rabu, 12 November 2014

Belajar Membuat Extension Grabber dari Instructables



Saya mengajak anak saya yang ke 4 yang berusia 5 tahun untuk membuat mainan ini dari situs instructables.  Instruksi di instructables cukup jelas dan mudah untuk diikuti, mainan yang dibuat juga cukup sederhana sehingga kita tidak mengalami kesulitan. Anak no 4 saya ajak untuk menggunting menempel dan merakit. Ada bagian bagian lain yang tidak bisa dia kerjakan sendiri seperti melubangi batang dan memotong batang tusuk sate.

Dibawah ini adalah cara membuatnya:
  • 8 batang stik es krim
  • Selotip kertas
  • Batang lidi
  • Sedotan

Buat batang panjang grabber dari 2 batang stik es yang disatukan. Caranya susun 2 batang berurutan, lengkapi tengahnya denagn batang lidi, lalu tutup sambungan denagn selotip kertas. Buat 4 batang stik yang panjang. 2 Batang panjang stik eskrim disusun dengan bentuk bersilangan sehingga membentuk huruf X, pasang batang lidi di tengah tengahnya sebagai poros.

Kita memiliki 2 huruf X. Sambung kedua batang tersebut sehingga terbentuk seperti di bawah ini:

Batang bisa dilengkapi dengan tangan penangkap yang terbuat dari kawat atau batang stik es yang pendek.
Selama membuat mainan ini ternyata sang anak sudah memiliki fikiran lain untuk hasil akhir mainannya, dari membuat extension grabber ternyata dia malah lebih berminat untuk membuat baling baling kayu yang bisa diterbangkan, jadi pin yang menyatukan kedua batang berbentuk x dibiarkan panjang, kemudian diputar dengan cepat sehingga bisa terbang.

Ulasan

Sambungan kayu yang berada di tengah cukup bagus, tapi sambungan pada bagian tepi kurang kaku jadi grabbernya melengkung dan mudah putus.
Saya coba memodifikasinya denagn membuat lubang di batang es agar sambunan tidak mudah copot dan bengkok.


Hasilnya:


Tapi ternyata mainan ini bisa juga dibuat dari mainan sekrup yang bisa dirakit sendiri dan lebih mudah membuatnya  untuk usia 5 tahun.


Mainan sekrup ini memang sudah didesain untuk anak usia 3 tahun ke atas, walaupun ternyata ada bagian yang secara ergonomi kurang untuk anak usia 3 tahun seperti sekrup yang terlalu kecil dan sempit sehingga sulit untuk memasangnya.

Selasa, 11 November 2014

Anak Itu Ibarat Kertas Putih, Orang Tua dan Pendidik Yang Mewarnainya

Salah satu hadits Nabi yang berkesan bagi saya adalah:

Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, dan Nashrani, sebagaimana dilahirkannya binatang ternak dengan sempurna, apakah ada telinga yang terputus?. (dari Abu Hurairoh).

Dari hadits ini tersirat bahwa tanggung jawab pendidikan anak anak itu berada di tangan kedua orang tuanya serta pendidiknya. Hasil dari pendidikan ini akan mulai terlihat ketika anak sudah mulai akil baligh. Usia akil balih adalah usia di mana setiap manusia telah dewasa dan dianggap mampu menunaikan kehidupannya secara mandiri lengkap denagn segala konsekuensinya. Jika setiap anak mendapatkan pendidikan yang baik dan benar, masyarakatlah yang akan mendapat banyak manfaat darinya, sementara jika proses pendidikan tidak dilakukan denagn benar, masyarakat juga yang harus menanggungnya. itu sebabnya dalam skala besar, pendidikan ini juga merupakan tanggung jawab masyarakat bersama.

Dari hadits tersebut sebetulnya banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam benak saya, dan alhamdulillah mulai banyak juga pengalaman dan ajaran yang saya dapatkan denagn proses belajar dan mengajar di rumah. Ternyata faktor didikan dan bentukan orang tua memiliki pengaruh yang besar bukan hanya dalam bidang agama saja, tapi juga dalam cara hidup dan juga pendidikan yang lain. Beberapa hal yang saya temukan di rumah adalah:


  • Minat dan bakat anak. 

Jika kita bicara minat dan bakat anak ada beberapa pendapat. Ada yang berfikir bahwa setiap anak sudah diberikan rezeki yang berbeda beda, ada yang memiliki kelebihan di bidang verbal, visual dan gerak. tapi ternyata tidak semudah itu menentukan minat dan bakat anak. Memang ada beberaoa yang sanagt berbakat sehingga kita tidak bisa menebak nebak lagi ke mana kira kira arah anak anak tersebut, tapi ada juga yang belum terlihat apa apa. Seperti apa pun anak anak kita, sebenarnya sebelum akil baligh, kita perlu mengenalkan semua bidang yang dapat dipelajarinya sehingga wawasannya menjadi lebih terbuka. Proses ini perlu dilakukan terus menerus sebelum anak betul betul yakin bidang apa yang disukainya. Hasil dari penemuan ini bisa terjadi dalam waktu 1 tahun, 2 tahun 5, tahun atau bertahun tahun setelah itu, tapi denagn membuka wawasannya, dunia anak akan terbuka lebar utnuk mendalami apa saja yang dibutuhkannya kelak. Lebih baik memiliki 10 keahlian daripada hanya memiliki 1 keahlian saja bukan?

  • Lingkungan dan Suasana Belajar 
Usahakan agar lingkungan anak selalu nyaman dan konsisten sehingga anak selalu bersemangat untuk belajar apa saja. Pendidik dan orang tua sangat menjadi panutan dalam hal ini. Contohnya jika kita ingin agar anak anak mau belajar menghafal al Quran, kita perlu menyediakan waktu yang memadai dan suasana yang santai. Keterlibatan kita untuk ikut menghafal dan menjaga agar semangat menghafal tetap berkobar kobar sangat penting, kalau perlu sebisa mungkin kita bisa memberikan rasa bahwa menghafal al quran itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Hal ini harus kita berikan secara istiqomah bertahun tahun, sampai akhirnya sang anak muali menikmati pekerjaannya dan dapat melakukannya sendiri.

  • Pelajaran Akademik Yang Cukup Sulit

Matematika fisika kimia dan embel embel pelajaran lain yang sulit sering dihindari dan kurang disukai, apalagi jika anak tidak dapat menyelesaikan soal soal yang dikerjakannya sendiri. Kita perlu mencari nara sumber dari penulis yang betul betul telah menikmati bidang fisika matematika dan kimia dan berharap dari buku dan kegiatan yang diikuti oleh anak anak dapat menimbulkan minat dan membuat anak lebih bersemangat dalam belajar. Ini pun berlu waktu lebih daru 1 tahun untuk membentuk anak agar mulai suka denagn pelajaran pelajaran tersebut. Tapi ini adalah hal yang cukup penting mengingat banyak sekali peristiwa sehari hari yang tidak dapat diselesaikan jika kita tidak menguasa ilmu ilmu dasar tersebut.

  • Pentingnya Ilmu Agama
Kita sangat beruntung karena agama Islam memiliki ilmu yang sangat rinci dan lengkap tentang segala hal yang berhubungan denagn kehidupan sehingga kedua pelajaran antara agama dan kehidupan sehari hari sangat terkait dan dapat saling bantu membantu. Contohnya dalam hal tawakal dan kesabaran. Denagn modal ini diharapkan anak anak mampu menyelesaikan masalah dan tidak malu untuk bertanya jika bingung atau melakukan kesalahan dalam tugas dan pekerjaannya. Ilmu ilmu fardhu ain yang berhubunagn denagn akidah syariat dan tasawuf adalah pakel pelajaran agama yang wajib dilakukan pada anak anak agar ketika akil baligh mereka telah mendapatkan modal dan kekuatan utnuk bertahan dalam kehidupan.

Senin, 03 November 2014

Belajar Kimia : Mengapa kita tidak boleh membuang Detergen ke dalam Kolam

Ilmu kimia banyak digunakan kehidupan sehari hari ketika kita memasak, membersihkan sesuatu, menyimpan sesuatu. Banyak juga dipakai untuk menjaga lingkungan dari pencemaran, dll.Agar anak anak termotivasi dalam mempelajari kimia kita dapat menghubungkannya dengan kegiatan sehari hari seperti memasak, mencuci, dll. Dapat juga mempelajari banyak studi kasus yang menunjukkan peranan ilmu kimia di dalam lingkungan dan masyarakat. Studi kasus menarik yang pernah dipelajari di rumah adalah : bagaimana cara mengawetkan buku perpustakaan yang sudah tua dan rusak, juga bagaimana fosfat berpengaruh pada lingkungan.

No 1 di rumah cukup tertarik dengan cerita tentang pengaruh fosfat ini.  Ia merasa prihatin ketika melihat ada orang yang suka membuang sampah dan deterjen bekas mencuci ke dalam kolam. Ia kuatir makhluk hidup yang ada di dalam kolam mati karena pencemaran tersebut, Di bawah ini adalah tulisan no 1 yang bercerita tentang bagaimana fosfat dapat menimbulkan pencemaran pada kolam danau ataupun sungai.

Jika kita memasukkan deterjen kedalam  kolam, akan terjadi proses eurofikasi, yang menyebabkan kadar fosfat menjadi berlebih dan membuat alga tumbuh dengan cepat. Ketika alga itu mulai mati masalah pun bermunculan, bau busuk dan  warna air mulai keruh kehijau hijauan. Alga yang mati dan membusuk itu menghabiskan oksigen untuk proses pembusukannya.  Hal ini membuat ikan ikan dan makhluk air lainnya kehabisan oksigen, kemudian mati. Jika ikan dan makhluk air banyak yang mati, jumlah ikan dan makhluk air lain  yang ada dalam danau berkurang sehingga keseimbangan ekosistem mulai terganggu.

Alga yang bernama Blue Green Algae itu  sangat cepat tumbuh, hanya dengan 1 per miliar fosfat ia sudah bisa tumbuh, dan banyak danau yang sudah tercemar dengan kehadirannya. Dalam 1 hari saja ia sudah bisa tumbuh hingga dua kali lipatnya akibat ada limbah fosfat tadi. Limbah fosfat terbesar dihasilkan oleh limbah peternakan, yaitu 32%, limbah manusia 23%, limbah pupuk pertanian 17%, 11 % dari detergen, 7% dari industri dan 10 persen dari proses alamiah danau itu sendiri.

Kandungan fosfat memang berada di mana mana dan proses pemuraian fosfat mampu dilakukan oleh danau secara alamiah. Namun kadar fosfat yang masuk ke dalam danau cukup rendah sehingga danau memerlukan waktu ribuan tahun untuk masuk ke kondisi eutrofik. Tapi karena kehadiran manusia dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi secara tidak disadari ia terjadi  semakin cepat dalam hitungan beberapa tahun saja. Hal ini ditambah dengan banyaknya limbah yang berasal dari industri, peternakan dan pertanian.

Bahan bacaan


Selasa, 28 Oktober 2014

Belajar Fisika Tentang Pemuaian Dari Kehidupan Sehari hari


Ada beberapa peristiwa menarik sehari hari yang bisa digunakan sebagai kasus untuk mempelajari pemuaian antara lain:

Sabtu, 18 Oktober 2014

Percobaan Asam Basa Dengan Kubis Merah

Percobaan dengan asam dan basa adalah salah satu percobaan kimia yang cukup menarik. Kita bisa menentukan suatu larutan adalah larutan basa denagn mencampurkannya dengan larutan yang lain, bisa juga dengan menggunakan kertas lakmus, atau mencampurnya dengan sat lain untuk menghasilkan campuran dan senyawa. 

Dengan menggunakan kubis merah, kita bisa mengetahui apakah suatu larutan ini bersifat asam atau basa.

Blender kubis merah dengan sedikit air, setelah itu kalau mau larutan kubis bisa disaring untuk menghasilkan larutan kubis merah yang bening. Siapkan larutan lain yang bersifat asam dan basa seperti cuka, sabun, abu gosok, soda kue, dll.  Larutan asam juga bisa diambil dari beberapa jenis buah yang sepertinya bersifat asam seperti jeruk nipis, belimbing wuluh, dll. Atau kalau mau kita juga bisa mengambil beberapa larutan lain yang belum diketahui sifat asam basanya seperti keringat, air mata, dll. 

Dari seluruh larutan ini kita bisa menguji terlebih dahulu apakah betul larutan kubis merah bisa berubah warnanya ketika dicampur denngan larutan yang bersifat basa, seperti apa perubahan warnanya, dan sebanyak apa kadar larutan basa yang dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan warna tersebut. Contohnya di sini adalah abu gosok yang dicampurkan  pada larutan kubis merah. Ternyata untuk mengubah warna larutan kubis menjadi biru dibutuhkan abu gosok  yang cukup banyak (lebih dari 1 sendok makan). Hasilnya seperti di bawah ini:


Sebelah kiri adalah larutan kubis yang telah dicampur dengan abu gosok sebelah kanan larutan kubis yang belum dicampur
Foto di bawah adalah larutan kubis yang dicampur denagn cuka pekat. Dengan beberapa tetes, larutan bisa berubah warna, tapi ternyata warnanya hanya berubah menjadi warna ungu kemerahan (jadi bukan berwarna merah terang).


Sebelah kiri adalah larutan kubis yang dicampur dengan asam, sebelah kanan larutan kubis yang belum dicampur
Setelah berubah warna m enjadi ungu kemerahan, larutan yang sudah bercampur asam ditambahkan denagn abu gosok untuk melihat apakah masih bisa berubah warna menjadi biru, ternyata hasilnya, setelah ditambahkan banyak sekali abu gosok, warna larutan tidak bisa berubah warna menjadi biru tua.
Dari kiri ke kanan: larutan kubis yang belum dicampur larutan lain, larutan kubis yang dicampur larutan asam, kemudian ditambahkan abu gosok, larutan kubis yang dicampur abu gorok saja.
Percobaan ini menjadi lebih menarik jika kita menguji bahan bahan yang belum diketahui apakah ia bersifat asam dan basa. Untuk literatur tambahan bisa membaca larutan apa yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia, serta mengapa larutan tersebut bisa bersifat asam dan basa (misalnya sifat asam dalam lambung untuk mencerna makanan, menegtahui bahan makanan yang bersifat asam dan basa serta manfaatnya, apa yang terjadi jika mencampur makanan yang bersifat asam dan basa, dll.)

Untuk anak usia SMP, bisa mulai belajar membuat data dan mengukur benda benda yang menjadi bahan percobaan.





Minggu, 12 Oktober 2014

Two Wheeler, Mobil Dengan Motor Mainan


Ini adalah karya no 2, mobil dengan motor mainan. Uniknya, mobil ini hanya menggunakan 2 roda tapi bisa berjalan. Bahan membuatnya adalah:

  • 2 CD bekas untuk menjadi roda, bisa diganti denagn tutup stoples yang ukurannya cukup besar.
  • 2 batang kayu sebagai dudukan tempat motor dan sedotan yang menjadi dudukan poros mobil yang berputar
  • 2 Baterai dan tempat baterai (jika tidak ada bisa diganti dengan lakban dan aluminium foil)
  • Motor kecil (hobby motor)
  • Kabel penghubung motor dan batre
  • Batang es untuk menyatukan kedua bagian kayu
  • Karet Gelang
  • Sumpit sebagai poros mobil
  • Gabus (bisa diganti dengan sandal karet bekas untuk menempelkan poros mobil)
  • Roda kecil




Cara kerja mainan ini adalah motor yang berputar denagn energi dari batre akan membuat karet berputar. Karet ini akan membuat bagian poros dari roda berputar sehingga roda dapat berjalan.



Ini adalah gambar mobil yang sudah selesai dirakit


Ini gambar ketika roda sedang berputar


Pada gambar di bawah roda yang terbuat dari CD bekas diganti dengan tutup stoples bekas dari plastik. Menariknya jika salah satu roda ini dicopot, mobil akan bergerak melingkar.