Tampilkan postingan dengan label Anak usia dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak usia dini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

Mainan Edukatif dan Kegiatan Bermain untuk Bayi sampai usia 18 bulan



Lahir sampai 4 Bulan

 
Bayi menjelajahi dunia baru mereka dengan mata dan telinga mereka. Beberapa cara untuk bermain dengan bayi usia ini adalah: 
  • Memberikan sinar yang cukup terang, benda bergerak untuk bayi untuk berlatih fokus pada benda.
  • Pindahkan wajah Anda dan objek lainnya mendekat dan menjauh dari bayi. Hal ini membantu bayi mempelajari hubungan antara obyek dan benda-benda dengan dirinya.
  • Memberikan bayi sudut pandang yang berbeda dengan menahan mereka di berbagai tempat, seperti di pangkuan Anda atau di bahu Anda. Biarkan bayi melihat dirinya di cermin.Berbicara dengan bayi dengan cara bermain. Senyum dan ulangi suara lembut. Berhenti dan tunggu tanggapan mereka untuk tersenyum atau berpindah tempat dalam menanggapi suara Anda. Jika Anda mendapatkan respon menyenangkan, ulangi suara. 
  • Bunyikan bebearpa nada sederhana untuk bayi. Gendong bayi dan ajak bergerak bersama sama.
  • Bermain dengan tangan dan kaki bayi, tepuk dan gosoklah kaki bayi denagn lembut.

Empat sampai 8 Bulan

Pada tahap ini, bayi sekarang dapat menggunakan tangan dan mulut mereka untuk mengeksplorasi dunia. 

Beberapa cara untuk bermain di usia ini antara lain: 
  • Pilih mainan yang bergerak atau membuat suara dalam ketika bayi mendorong, memencet, dan memainkan mainan tersebut. Pilihan terbaik adalah mainan yang dapat berubah bunyi, bentuk, klakson, pop up, atau alat musik ketika bayi mendorong, memencet, menggeser, menggelindingkan, dll.
    wannatoys.com
  •  Periksa semua mainan untuk pertimbangan keselamatan. Pastikan mainan yang cukup kecil untuk tangan bayi untuk memegangnya, tapi tidak cukup kecil untuk masuk seluruhnya ke dalam mulut.
  • Membeli mainan yang dapat dicuci dan mainan yang terbuat dari bahan yang tahan lama. Hindari mainan dengan tepi tajam, berduri tajam atau mudah copot dengan bagian-bagian kecil yang bisa jatuh.
  • Perhatikan saat bayi sedang menjajaki objek baru, tapi jangan mengganggu keasyikannya bermain. Jauhkan bayi dari anak-anak lain yang dapat  mengganggu bayi yang sedang asyik bermain.
  • Jangan lupa untuk memberikan stimulan bunyi pada bayi dengan cara mengajak berbicara, mendongeng, membacakan ayat suci, dll dalam kegiatan bayi.
 

8 sampai 12 Bulan

Pada usia ini, hampir semua bayi sudah merangkak dan merayap, banyak berjalan di sekitar ruangan memegang furnitur, dan beberapa sudah mulai berjalan sendiri. Bayi pada usia ini dapat menjatuhkan, melemparkan, menarik, dan meremas benda.  

Beberapa saran untuk bermain pada usia ini adalah:
  • Memberikan mainan yang menantang kemampuan bayi dari menarik, mendorong, melangkah maju ke depan, memutar, menggelindingkan, dll.
  • Memberikan objek untuk dimasukkan ke dalam dan keluar kontainer. Beberapa wadah yang disarankan antara lain: mangkuk plastik, kotak penyimpanan plastik, keranjang, dan kotak sepatu. Pastikan bahwa barang yang dimasukkan ke dalam cukup kecil untuk masuk ke dalam kontainer, tapi terlalu besar untuk masuk ke dalam mulut anak. Beberapa benda yang baik untuk dimasukkan ke dalam wadah antara lain: tutup plastik, bola benang, mainan kayu, dan cincin dari mainan menara tumpuk, dll.
  • Membacakan buku cerita sederhana untuk bayi 
  • Pada usia ini bayi suka untuk bergerak ketika bermain seperti menunggang kuda-kudaan, berayun di kursi anak, naik gerobak atau kereta dorong, dan menari di lengan orang dewasa. Mereka juga suka berloncat loncat di atas lutut orang dewasa dengan iringan nada.
  • Anak-anak pada tahap ini suka bereksperimen, mencoba hal-hal untuk melihat apa yang terjadi.  
  • Anak-anak pada tahap ini suka meniru sehingga bisa bermain pretend play (berpura pura). Mereka bisa berpura-pura tidur, makan, atau mencuci.
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/c7/89/55/c789557d46191879f6ff8aba72514c11.jpg
www.pinterest.com

12 sampai 18 Bulan

Beberapa saran untuk kegiatan bermain antara lain:
  • Memberikan tempat yang aman (di dalam ruangan dan di luar ruangan) untuk berjalan, bergerak, dan mendaki.
  • Memberikan kesempatan untuk masuk dan keluar, melalui, dan di bawah objek seperti terowongan, lemari, meja, dan sebagainya.
  • Memberikan mainan yang mensimulasikan kegiatan sehari-hari seperti alat makan mini, alat kebersihan mini, kuda kudaan, dll. 
  • Membaca untuk balita, berbicara tentang buku itu dalam kegiatan sehari hari
  • Berpartisipasi dengan anak dalam kegiatan berpura-pura. Biarkan anak 'menuangkan 'Anda segelas susu, dan berikan respon yang positif. Berkan anak kesempatan untuk menyisir rambut atau berpura-pura untuk mencuci wajah Anda. Kemudian, permainan yang memperkaya perbendaharaan kata anak dan melatih anak untuk melakukan kegiatan sehari hari.
  • Mendorong perkembangan bahasa dengan berbicara ketika sedang bermain denagn kata kata yang sederhana. 
  • Kumpulkan gambar sederhana yang mudah dikenali anak untuk berlatih penamaan benda benda.
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/63/72/80/637280fb593a6c0656cb0e94d1c8eae9.jpg
www.pinterest.com

Kamis, 30 Juli 2015

Kegiatan Untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi antar mata dan tangan. Anak-anak memerlukan latihan-latihan khusus agar motorik halusnya terlatih. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan latihan untuk motorik halus.

1. Menggambar


Ada banyak kegiatan menggambar yang bisa dilakukan antara lain:
Pada kertas yang bervariasi, alat gambar, tempat, cara menggambar, anggota tubuh yang digunakan untuk menggambar, menggambar berkelompok, dll.

a. Bahan menggambar 

Menggambar umumnya dilakukan di kertas, namun ada juga bahan lain yang dapat dijadikan tempat menggambar:
  • Kain, 
  • Daun-daunan, 
  • tissue, 
  • kayu, 
  • batu, 
  • kulit telur, 
  • karton, 
  • kertas nasi, 
  • kertas minyak, 
  • alas karet, 
  • sandal jepit bekas, dll

b. Alat gambar yang dapat digunakan:
  • Crayon
    Menggambar  deangn crayon di kertas. Hasilnya bisa digunakan sebagai motif pada kain. Gunakan setrika yang panas untuk memindahkan motif gambar ke dalam kaos, atau kain. teknik gradasi dan teknik kerik bisa dikenalkan pada anak anak sebagai variasi.
  • Cat air
    Menggambar cat air di kertas yang ditempel pada dinding ketika basah aan menhasilkan pola yang menarik. Sebagai variasi bisa bereksperimen dengan garam, cuka dan baking soda ketika cat air masih basah. Cat air tidak harus menggunakan kuas tapi bisa menganti kuas denag daun pisang, bunga rumput dll utnuk menghasilkan aneka pola.Melukis bisa juga dilakukan denagn membuat gelembung busa, blow paint, penyemprot air, dll
  • Pensil warna biasa dan aquarel. Ada banyak teknik mengambar yang dapat dikenalkan seperti embuat tekstur garis, titik, dll. Beberapa penggaris deangn bentuk khusus juga dapat dimanfaatkan.
  • Bahan makanan seperti susu kental manis, coklat leleh, mayones, dll. Bisa dilakukan saat acara makan atau selingan makan.
  • Kapur tulis
    Jika berwarna putih kapur bisa diwarnai dengan cara merendam dalam pewarna makanan. Menggambar denagn kapur bisa dilakukan di atas kertas hitam, atau pada pinggir jalan dan paving. salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah melukis bayangan di waktu pagi dan siang di halaman rumah.
Kapur tulis, dapat dipakai menggambar di batu, aspal, kayu, dsb

c. Tempat
Ada banyak variasi tempat seperti di dinding, bagian bawah meja, dll. 

d. Bagian tubuh
Dapat mengambar dengan tangan, kaki, mulut, menempelkan pensil ke ikat kepala, punggung, dll. Telapak tangan, jari dan kaki dapat digunakan untuk membuat cap.

e. Menggambar bersama
Menggambar bersama bisa lebih mengasyikkan denagn membuat  permainan tebak gambar, menggambar bergantian, dll.

2. Bermain dengan pinset atau penjepit kue

Mengambil benda benda yang mengapung di atas air dalam baskom plastik menggunakan pinset, untuk yang lebih kecil dapat menggunakan penjepit kue yang aman dari plastik yang pinggirnya tidak tajam.

3. Bermain dengan jepit jemuran, karet, tali, penjepit kertas yang aman. Membuat ketapel mainan, menjalin tali, kepang tali, dll.
4. Permainan memasukkan kancing warna ke dalam celengan yang terbuat dari kardus bekas.
5. Permainan memasukkan manik-manik ke dalam tali

Manik-manik dan tali

6. Origami dan papercraft yang mudah
7. Mainan yang sudah jadi seperti puzzle sederhana, dll.

8. Bermain dengan spons basah duntuk melukis, membuat cap berwarna pada kertas, memindahkan air pada wadah plastik, dll.

9. Mencocokkan tutup botol selai pada tempatnya

10. Mengayak pasir atau bahan halus lainnya (bisa disesuaikan)
11. Mengaduk bahan makanan. Bisa dilakukan ketika kegiatan masak memasak
12. Bermain play dough, kanji (ooebleck), dll
13. Berkebun, menyiram tanaman, menggali, menebar biji, dll.
14. Bermain menangkap bola

15. Membuat lukisan dari  daun dan bunga
16. Bermain bowling dari barang bekas

Tips Cara Berbicara Kepada Anak Usia Pra Sekolah

Walaupun kita tidak mengeluarkan banyak tenaga ketika berbicara seperti ketika kita mencangkul tanah, tapi apa yang kita bicarakan akan berpengaruh pada lawan bicara kita dan orang lain yang mendengarkannya. Begitu hebatnya pengaruh lidah hingga kita perlu mengatur bagaimana kita berbicara. Hal yang serupa berlaku pada anak anak juga. Anak yang mendengarkan pembicaraan yang baik akan tumbuh menjadi anak yang suka berpandangan positif, berbaik sangka sehingga mendapatkan kemudahan untuk mengungkapkan ide ide dan cita citanya, berani untuk berkata beda, kreatif, dll. Berbeda denagn anak yang terbiasa mendengarkan perkataan negatif, dia akan cenderung memandang negatif apa yang telah dan akan dihadapinya, menutup diri dan mudah putus asa. Itu sebabnya ada banyak cara yang dapat dilakukan agar kita dapat membuat pembicaraan yang baik kepada anak untuk melatih diri kita sendiri dan untuk masa depan anak kita.

http://www.cliparthut.com/lonely-emotion-clipart.html

Anak anak pada usia pra sekolah antara 2-5 tahun (belum mumaiyiz) mengalami hal yang lebih buruk lagi. Mereka belum memiliki cara berfikir logis yang sempurna sehingga sulit untuk memahami perkataan lawan bicaranya. Namun intonasi, cara berbicara  yang buruk dan kasar dapat membuat mereka menjadi sedih, menutup diri atau putus asa. Pada anak usia pra sekolah ini kita dapat berbicara bukan hanya dengan kata kata tapi dengan rasa seperti dengan pelukan, gendong, dan lain lain.

Ada beberapa cara yang dapat diusahakan untuk menjaga agar kita dapat berbicara dengan baik pada anak usia pra sekolah antara lain:

  • Tunjukkan perhatian sebesar besarnya pada anak ketika berbicara. Caranya bervariasi, jika nyaman, kita dapat melakukan sedikit kontak fisik atau kontak mata seperti meletakkan tangan pada bagian pundak, menepuk lembut kepala, menyebut nama anak  metika terjadi kontak mata dan lain lain. Anak yang diperhatikan dengan baik akan memberikan respon yang baik juga.
  • Gunakan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu panjang karena kemampuan berbicara anak yang masih terbatas agar anak mengerti yang kita bicarakan.
  • Berikan kata kata yang spesifik bukan yang umum seperti: Pakailah kaus kaki mu lalu sepatumu, bukan" ayo bersiap siap"atau .. "Jalanlah perlahan lahan" bukan "jalannya hati hati" (pada anak saya ini dijawab denagn "jalannya nggak ada hatinya... ")
  • Bicarakan hal hal yang penting saja dan tunjukkan dengan nada suara dan tindakan yang tepat. Jangan terlalu banyak memberikan pujian dan juga cacian agar puji dan caci menjadi lebih bermakna.
  • Setelah berbicara, tunggu dan perhatikan reaksi. Untuk beberapa anak reaksinya agak lambat. Jangan jawab sendiri pertanyaan yang sudah diberikan agar anak belajar memberikan respon. Menjawab sendiri pertanyaan kita akan membuat anak sibuk dengan pikirannya tanpa memperhatikan yang kita bicarakan.
  • Katakan apa yang dapat dilakukan, bukan yang tidak. Agar anak dapat membuat pilihan dari kata kata tersebut dengan baik.
  • Berikan semangat jangan meruntuhkan semangat agar anak dapat terus belajar dan mencoba.
  • Kurangi sedapat mungkin kata kata negatif (seperti: Gunakan pensil yang ada dikotak pensil berwarna biru, bukan :jangan gunakan pensil itu.) agar anak juga tidak mudah membuat kata kata negatif dan berpandangan negatif terhadap segala sesuatu.
  • Berikan pilihan yang mengarahkan seperti: "Mau cuci muka sendiri atau sama ibu?"  tapi bukan " kamu mau cuci muka nggak?" (dia bisa berkata tidak). Atau "kamu mau apa sekarang?" (dia bisa membuat pilihan yang tidak ada dalam pikiran kita seperti ingin langsung makan kue).
  • Gunakan larangan seperlunya agar bermakna. Larangan baru diberikan jika sudah dalam ambang batas seperti membahayakan keselamatan anak, merugikan orang lain, melanggar aturan yang sudah ditetapkan bersama, dll. Ketika kita melarang atau menegurnya, tunjukkan kalau kita tidak suka dengan perbuatannya, bukan tidak suka dengan dirinya agar dia berpandangan positif dengan larangan dan mengerti bahwa larangan diterapkan untuk kebaikan kita semua, bukan karena kita tidak suka dengannya.
  • Untuk anak yang sudah  mengerti perkataan lawan bicaranya, coba kita latih sedikit demi sedikit untuk belajar memahami instruksi. Jika anak kesulitan melakukan sesuatu, jangan langsung membantunya, gunakan kata kata yang sederhana dan jelas untuk mempermudah apa yang akan dilakukannya, jangan langsung turun tangan dan mengambil alih pekerjaannya. Jika sudah tidak mampu lagi, barulah kita turun tangan. Ini dapat meningkatkan kemampuannya untuk belajar memahami perintah secara verbal dan melaksanakannya.
  • Ajarkan anak anak untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhannya lewat perkataan bukan dengan menangis atau merengek. Carikan juga solusi dari masalahnya dan buatlah hiburan yang bermanfaat agar anak tidak mudah putus asa.
  •  
    Walaupun kecil, cara berbicara ini akan memberi pengaruh pada anak anak apalagi jika hal ini dilakukan terus menerus setiap hari. Semoga anak anak terbentuk menjadi pribadi yang kuat, memiliki pandangan positif, tidak mudah menyerah dan terus semangat untuk belajar meningkatkan kemampuannya.