Tampilkan postingan dengan label sekolah di rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah di rumah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2016

Membuat Lift Dari Lego Technic

Ini adalah hasil karya anak usia 12 tahun, yang masih suka membuat sesuatu dengan lego technic di rumah. Karena dia belum mau menulis tentang hasil karyanya, saya minta dia mengungkapkannya lewat video. Ini adalah hasil karyanya.


Secara prinsip, lift hanya menggunakan katrol saja sebagai alat pengangkut. Tapi karena ada pembuatnya ingin membuat kriteria desain lain, kerumitan mesin semakin bertambah. Lift buatannya ini memiliki alat kendali yang bisa digerakkan sesuai posisi lift dalam bangunan. Untuk memenuhi kebutuhan itu dia memerlukan roda gigi dan komponen lain untuk membuat alat kendali. Alat kendali ini dirancang sebagai panel lift yag berfungsi mengetahui ketinggian lift tersebut tanpa harus melihat secara langsng di mana posisi lift. Beberapa roda gigi digunakan untuk mengatur kecepatan lift dan menggerakkan jarum petunjuk bersama sama sama denagn porosyang menggerakkan katrol. KIta juga dapat memasang motor pada poros atau menggerakkannya secara manual.




Ada banyak sekali hal yang dapat dieksplorasi anak anak ketika membuat model lift ini antara lain mempelajari prinsip sederhana katrol dan roda gigi. 





Jumat, 08 Juli 2016

Mengenal Mesin Hidrolik dan Pneumatik

Mesin hidrolik banyak digunakan pada sepeda, mobil dan pesawat, juga pada kursi ,meja, alat pengangkat, dll. Pada buku fisika fluida contoh aplikasi yang sering ditampilkan adalah alat hidrolik pengangkat pada bengkel mobil.

Sistem hidrolik sangat menarik karena dapat memanfaatkan keuntungan mekanik yang berdasarkan hukum Pascal yaitu:
Dengan cara ini benda yang cukup besar dapat diangkat dengan tombol pengangkat yang jauh lebih kecil. Mesin ini juga dapat dikendalikan jarak jauh secara mekanik tanpa menggunakan remote control atau alat elektronik . Cara kerja mesin ini cukup sederhana jika dibanding dengan mesin lain yang menggunakan bahan bakar atau kontrol elektronik.

Salah satu komponen yang berperan pada mesin hidrolik ini adalah selang. Selang yang digunakan harus mampu menahan tekanan fluida yang bekerja. Perlu dipastikan juga sambungan antara selang dan komponen lain tidak bocor agak mesin dapat bekerja dengan baik. Jika selang bocor, otomatis mesin tidak dapat bekerja dengan baik. Jenis fluida yang dipilih juga perlu ditentukan agar tidak merusak komponen mesin  yang lain.

Jika selang diisi gas, bukan fluida, maka mesin ini berubah menjadi mesin pneumatik. Ada beberapa perbedaan pada mesin hidrolik dan pneumatik antara lain:
  • Mesin hidrolik menggunakan fluida cair yang incompresible sehigga volume tidak berubah jika mengalami tekanan, kebalikannya dengan mesin pneumatik yang menggunakan gas sehingga volume bisa berubah sesuai dengan hukum Boyle: PV = nRT. Ini menyebabkan mesin hidrolik bisa bergerak 2 arah sementara mesin peumatik hanya satu arah saja.
  • Mesin hidrolik berisi cairan yang tetap berada di dalam selang sementara mesin pneumatik harus diisi ulang jika ingin digunakan.

Anak anak dapat mempelajari cara kerja mesin hidrolik dan mesin pneumatik dengan membuat sendiri mesin tersebut, misalnya dengan barang bekas. Contohnya:

Mesin hidrolik dari barang bekas

Mesin peumatik dapat dipelajari dengan menggunakan lego pneumatik yang dapat digunakan untuk anak usia 10 tahun ke atas.

Pengukur tekanan udara dan penyimpan udara

Grabber dari lego technic
 Referensi dari: brosur lego technic

Selasa, 11 Agustus 2015

Anak Balita, Ayo Kita Belajar Menggambar

Manfaat Belajar Menggambar Untuk Anak Anak

Ketika badan sudah lelah, otak sudah buntu, biasanya kegiatan yang saya pilih untuk anak anak yang masih balita adalah menggambar atau membaca buku. Dengan menggambar secara tidak langsung kita akan melatih motorik halus anak anak, melatih konsentrasi, belajar seni dan bentuk, belajar bercerita pertama kali lewat gambar, mengekspresikan sesuatu, dan lain lain. Menggambardapat menjadi salah satu alternatif kegiatan fisik tanpa gawai yang tepat untuk anak.

 Ide Kegiatan Menggambar

Jangan langsung mundur karena merasa tidak bisa menggambar, untuk anak balita, menggambar bentuk bulat atau garis sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Lagi pula tujuan kita menggambar bukan untuk melatih anak menjadi seniman atau pelukis. Kita menggambar untuk membuat coretan di atas kertas, membuat ekspresi melalui garis dan bentuk, membuat tekanan keras dan lembut di atas kertas, dan bersenang senang. Anak yang ingin mengeluarkan luapan emosi dapat menggambar dengan tekanan yang cukup keras, putus putus, atau apa saja. Anak yang suka bergerak dapat bereksperimen menggambar dengan tangan kiri, dua tangan, dengan kaki, dengan berdiri, dengan melompat dan lain lain. Anak juga bisa menggunakan alat bantu seperti membuat bandul, robot yang berjalan, wajan yang berputar, dan lain lain untuk menggambar. Yang jelas kegiatan menjadi lebih bervariasi dan menyenangkan.

Walaupun kelak tidak semua anak akan jadi seniman, dan memiliki kepakaran di bidang seni rupa, kemampuan menggambar adalah salah satu kemampuan yang perlu dimiliki setiap orang. Salah satunya adalah menggunakan gambar sebagai alat bantu belajar, seperti  membuat model dalam beljaar matematika dan ilmu alam, menyampaikan ide dan gagasan, membuat iklan atau memotivasi orang, dan lain lain. 


Tahap Tahap Belajar Menggambar

Hampir semua anak suka menggambar dan ternyata ada beberapa tahap yang dilewati ketika anak belajar menggambar yaitu: membuat coretan, bentuk dasar dan gambar sederhana.

1. Tahap mencoret

Tahap ini berlangsung pada usia 6 -18 bulan. Anak sudah bisa diajak untuk menggambar ketika dia sudah mampu memegang benda benda. Ada beberapa anak yang lebih suka dengan mainan boneka yang lembut, ada juga yang tertarik denagn crayon atau benda berwarna lainnya. Berikan aktivias sesuai dengan minatnya.

Pada tahap awal ia akan mencoret coret dengan bentuk yang tidak beraturan yang lebih menyerupai benang kusut. Ketika anak membuat coretan, sebetulnya ia sedang melatih motorik tangan pada bagian pergelangan sampai bagian siku. ia juga membuat koordinasi antara gerakan yang dibuatnya, mata serta otak. Semakin sering ia berlatih semakin baik hasilnya. Ada beberapa anak yang mampu memegang crayon dengan tepat, ada juga yang belum. Dengan banyak latihan ia akan menemukan sendiri cara memegang crayon yang tepat untuknya.

Pilihlah alat warna yang mudah dipegang dengan warna yang cerah dan tidak beracun. Selain crayon yang cukup besar, kita bisa mengajak anak untuk membuat finger painting denagn cat warna buatan sendiri. Piilhan lain adalah kuas dengan pegangan yang cukup besar, spons, kapur tulis, spidol yang cukup besar dan tidak beracun. Ajak anak untuk belajar mencampur warna dan bereksperimen dengan berbagai alat mewarnai.

Pilihkan juga kertas yang cukup lebar sehingga ia dapat melakukan gerakan bebas ketika menggambar. Media kertas yang luas memungkinkan anak untuk menggerakkan seluruh bagian tangannya dengan bebas sehingga latihan motorik dapat dilakukan secara maksimal.  Kita dapat juga menggunakan kertas koran bekas jika tidak ada kertas gambar. Jika memungkinkan beikan anak beberapa kertas denag tekstur yang bebeda untuk bereksperimen.

Pada tahap akhir mencoret coret ia akan mampu membuat beberapa garis, bulatan dan spiral sesuai deangn kehendaknya. Ini berarti anak sudah mulai dapat mengendalikan koordinasi antara tangan mata dan otaknya ketika sedang membuat coretan.

Gambar anak usia 2 tahun

2. Tahap bentuk dasar


Pada usia 3-4 tahun anak sudah mulai mampu mengontrol gerakan tangan dan mengkoordinasikan gerakan tangan, mata dan otak. Beberapa anak masih suka membuat coretan yang tidak beraturan digabungkan deagnn bentuk sederhana, ada yang masih berupa coretan saja dan ada yang berusaha membuat bentuk sederhana. Karena ini adalah suatu proses, jangan paksakan kemampuan anak.
Gambar anak usia 3 tahun media pensil

Bentuk lingkaran, oval, segitiga serta garis dengan ukuran panjang yang berbeda beda adalah bentuk yang sering dibuat anak pada tahap ini. Bebrapa sudah munlai mencoba menggabungkan bentuk bentuk tersebut menjadi satu objek sederhana seperti mobil, bunga, orang, dll.

Gambar anak usia 3 tahun media cat air dicampur kanji

Sediakan berbagai media alat warna dan kertas dengan aneka tekstur. Pada usia ini anak tidak membutuhkan kertas deangn ukuran besar lagi karena sudah dapat mengendalikan gerakan motorik halus dan kasar lebih baik dari tahap sebelumnya.

Gambar anak usia 4 tahun dengan pensil hitam dan sablon penggaris bentuk geometris

Beberapa anak sudah mulai menunjukkan minat pada simbol sederhana dan bentuk huruf. Untuk mulai belajar menulis, berikan contoh huruf deangn bentuk sederhana, lebih baik memberikan huruf besar dibandingkan huruf kecil yang lebih kompleks bentuknya. Selain belajar motorik halus kasar dan belajar seni, pada tahap ini anak sudah melewati perkembangan kognitif yang cukup menakjubkan sehingga mulai menunjukkan minat pada huruf dan simbol jika diberikan stimulan yang tepat.

3. Gambar sederhana


Pada usia 5 tahun ke atas, anak mulai mampu menggabungkan beberapa simbol ke dalam gambar yang lebih kompleks. Gambar bukan lagi berupa objek tunggal tapi bisa terdiri dari beberapa objek.
Gambar anak usia 5 tahun. Pada tahap ini anak sudah merasa mobil yang digambarnya tidak sama dengan bentuk sebenarnya.
Anak sudah mulai mengetahui bahwa gambar yang dibuatnya belum sesuai dengan bentuk aslinya. pada tahap ini proses belajar menggambar menjadi lebih kompleks. Teksur, kedalaman, jarak, perspektif dan bentuk bentuk sederhana yang digabungkan menjadi bentuk yang lebih realistis bisa menjadi latihan untuk anak. Jika dibandingkan, pada tahap ini gambar anak menjadi sangat berbeda dengan gambar pada tahap sebelumnya.

Kamis, 30 Juli 2015

Kegiatan Untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi antar mata dan tangan. Anak-anak memerlukan latihan-latihan khusus agar motorik halusnya terlatih. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan latihan untuk motorik halus.

1. Menggambar


Ada banyak kegiatan menggambar yang bisa dilakukan antara lain:
Pada kertas yang bervariasi, alat gambar, tempat, cara menggambar, anggota tubuh yang digunakan untuk menggambar, menggambar berkelompok, dll.

a. Bahan menggambar 

Menggambar umumnya dilakukan di kertas, namun ada juga bahan lain yang dapat dijadikan tempat menggambar:
  • Kain, 
  • Daun-daunan, 
  • tissue, 
  • kayu, 
  • batu, 
  • kulit telur, 
  • karton, 
  • kertas nasi, 
  • kertas minyak, 
  • alas karet, 
  • sandal jepit bekas, dll

b. Alat gambar yang dapat digunakan:
  • Crayon
    Menggambar  deangn crayon di kertas. Hasilnya bisa digunakan sebagai motif pada kain. Gunakan setrika yang panas untuk memindahkan motif gambar ke dalam kaos, atau kain. teknik gradasi dan teknik kerik bisa dikenalkan pada anak anak sebagai variasi.
  • Cat air
    Menggambar cat air di kertas yang ditempel pada dinding ketika basah aan menhasilkan pola yang menarik. Sebagai variasi bisa bereksperimen dengan garam, cuka dan baking soda ketika cat air masih basah. Cat air tidak harus menggunakan kuas tapi bisa menganti kuas denag daun pisang, bunga rumput dll utnuk menghasilkan aneka pola.Melukis bisa juga dilakukan denagn membuat gelembung busa, blow paint, penyemprot air, dll
  • Pensil warna biasa dan aquarel. Ada banyak teknik mengambar yang dapat dikenalkan seperti embuat tekstur garis, titik, dll. Beberapa penggaris deangn bentuk khusus juga dapat dimanfaatkan.
  • Bahan makanan seperti susu kental manis, coklat leleh, mayones, dll. Bisa dilakukan saat acara makan atau selingan makan.
  • Kapur tulis
    Jika berwarna putih kapur bisa diwarnai dengan cara merendam dalam pewarna makanan. Menggambar denagn kapur bisa dilakukan di atas kertas hitam, atau pada pinggir jalan dan paving. salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah melukis bayangan di waktu pagi dan siang di halaman rumah.
Kapur tulis, dapat dipakai menggambar di batu, aspal, kayu, dsb

c. Tempat
Ada banyak variasi tempat seperti di dinding, bagian bawah meja, dll. 

d. Bagian tubuh
Dapat mengambar dengan tangan, kaki, mulut, menempelkan pensil ke ikat kepala, punggung, dll. Telapak tangan, jari dan kaki dapat digunakan untuk membuat cap.

e. Menggambar bersama
Menggambar bersama bisa lebih mengasyikkan denagn membuat  permainan tebak gambar, menggambar bergantian, dll.

2. Bermain dengan pinset atau penjepit kue

Mengambil benda benda yang mengapung di atas air dalam baskom plastik menggunakan pinset, untuk yang lebih kecil dapat menggunakan penjepit kue yang aman dari plastik yang pinggirnya tidak tajam.

3. Bermain dengan jepit jemuran, karet, tali, penjepit kertas yang aman. Membuat ketapel mainan, menjalin tali, kepang tali, dll.
4. Permainan memasukkan kancing warna ke dalam celengan yang terbuat dari kardus bekas.
5. Permainan memasukkan manik-manik ke dalam tali

Manik-manik dan tali

6. Origami dan papercraft yang mudah
7. Mainan yang sudah jadi seperti puzzle sederhana, dll.

8. Bermain dengan spons basah duntuk melukis, membuat cap berwarna pada kertas, memindahkan air pada wadah plastik, dll.

9. Mencocokkan tutup botol selai pada tempatnya

10. Mengayak pasir atau bahan halus lainnya (bisa disesuaikan)
11. Mengaduk bahan makanan. Bisa dilakukan ketika kegiatan masak memasak
12. Bermain play dough, kanji (ooebleck), dll
13. Berkebun, menyiram tanaman, menggali, menebar biji, dll.
14. Bermain menangkap bola

15. Membuat lukisan dari  daun dan bunga
16. Bermain bowling dari barang bekas

Minggu, 26 Juli 2015

Tahu Belum Tentu Mengerti- Pelajaran dari Bloom's Taxonomy

Salah satu pernyataan klasik yang sering diucapkan oleh banyak orang tentang belajar adalah belajar tapi mengapa tidak faham, tidak mampu menyelesaikan masalah, dsb. Memang proses belajar tidak semudah yang kita kira. Belajar bukan hanya pergi sekolah, membaca buku pelajaran, mengerjakan soal dan selesai. Ada banyak proses yang harus dijalani dalam belajar dan terkadang proses itu sangat memakan waktu, membutuhkan banyak kesabaran dan banyak pekerjaan untuk dapat memahami dan menerapkan suatu pelajaran dalam kehidupan.

Jika kita membaca buku atau hadir dalam suatu seminar, yang kita lakukan adalah mengumpulkan informasi. Setelah mendapatkan informasi belum tentu kita mampu mengingat seluruh informasi tersebut. Hanya beberapa persen yang dapat kita ingat. Dari yang kita ingat itu, belum tentu kita dapat memahaminya, apalagi mengamalkannya. Contoh sederhana ketika kita belajar mengganti ban sepeda yang rusak. Pada tahap awal kita akan mengumpulkan informasi bagaimana cara mengganti ban tersebut dari berbagai sumber. Ketika selesai membacanya, belum tentu kita dapat langsung berhasil menerapkan informasi tersebut. Ada proses trial and error di sana. Ada masalah alat, kondisi sepeda yang berbeda, dll. Dari berbagai informasi tersebut kita harus memilih mana yang dapat dimanfaatkan, mana yang tidak. Untuk memilih dan menyusun kembali rencara menganti ban sepeda tentu kita perlu memahami informasi tersebut. Jika belum faham, tidak mungkin kita menerapkannya. Setelah memahaminya kita perlu menyesuaikan dengan kondisi yang kita temukan, baru setelah itu kita dapat mengganti ban sepeda. Proses ini dapat berlangsung dengan cepat dan lambat, tergantung dari banyak faktor seperti pengetahuan yang sudah kita fahami, pengalaman kita mengganti ban, dll. Semakin banyak kegagalan dan pengalaman yang kita alami, akan semakin banyak referensi dan semakin cepat kita mengganti ban sepeda kita.


Dari kasus di atas kita dapat mengetahui bahwa informasi saja tidak cukup dalam proses belajar. Ada banyak hal yang harus kita lakukan agar kita dapat mengerti dan mengamalkan ilmu yang kita pelajari. Jadi diperlukan suatu metoda pengajaran yang tepat dalam proses belajar. Salah satu metoda yang masih digunakan sampai tahun 2000 an adalah Blooms taxonomy. Blooms taxonomy ini adalah salah satu metoda pengajaran yang digagas oleh Bloom dan rekan rekannya pada tahun 50an. Metoda ini sudah banyak ddigunakan di dalam kelas dalam berbagai tingkatan dan telah mengalami berbagai kritik dan revisi sampai tahun 2000an (https://en.wikipedia.org/wiki/Bloom%27s_taxonomy).

Pada tahun 50-an Bloom menemukan bahwa banyak pelajar yang hanya mampu mengumpulkan informasi saja tanpa mampu memahaminya dan memanfaatkan informasi tersebut utnuk menyelesaikan masalah. Kemampuan berfikir seperti ini tentu saja cukup mencemaskan karena masih banyak level yang harus dicapai selain mengumpulkan data. Dari sini Blooms memberikan gagasan bari bagaimana meningkatkan cara belajar menuju tinkat yang lebih tingi (high order of thinking) bukan hanya mengetahui dan merumuskan masalah saja. 

Blooms taxonomy terdiri dari beberapa kelompok yaitu:
  • Knowledge
    Mengumpulkan data dan informasi
  • Comprehension
    Merumuskan masalah
  • Application
    Menerapkan pengetahuan ke dalam kasus
  • Analysis
    Mengetahui perbedaan kenyataan di lapangan dan teori
  • Synthesis
    Merangkai seluruh informasi yang ditemukan dan diketahui
  • Evaluation
    Memberikan penilaian
Kelompok taxonomy ini dapat kita manfaatkan untuk menyusun rencana belajar dari sejak usia dini sampai pada tingkat yang lebih lanjut. Yang perlu kita ingat bahwa belajar bukan hanya memberikan informasi saja tapi bagaimana menggunakan informasi tersebut, merangkainya menjadi informasi yang lebih lengkap dan memberikan penilaian terhadap kasus yang sedang dipelajari. ini membuat cara belajar dan target pembelajaran menjadi lebih luas. Beberapa kegiatan seperti membuat resep baru, membuat buku,  drama, majalah, komik atau film, membuat mesin hidrolik sederhana, mainan, desain bangunan, dll bisa menjadi contoh kasus untuk menerapkannya.

Dari bagian aplikasi, kita dapat mencoba menerapkan Ilmu pengetahuan alam dalam kegiatan sehari hari. Banyak hal menarik dari ilmu pengetahuan alam yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari hari antara lain:
  • Belajar prinsip kesetimbangan segitiga ketika memanjat pohon, naik tangga, dll. 
  • Belajar tentang inertia, kecepatan dan percepatan ketika sedang anik sepeda, 
  • Belajar bunyi dan kecepatan bunyi ketika mendengarkan petasan dan ingin mengetahui sumber bunyi petasan
  • Belajar massa jenis ketika ingin mengetahui logam pembuat bahan panci di dapur
  • Belajar kesetimbangan ketika memilih gelas atau meletakkan sendok di dalam gelas
  • Belajar pengukuran utnuk mengetahui akurasi ukuran sekrup
  • dan masih banyak pelajaran lain yang dapat dipelajari melalui buku atau percobaan dan permainan.

Sumber tentang Bloom's Taxonomy:

  • http://www.celt.iastate.edu/teaching-resources/effective-practice/revised-blooms-taxonomy/
  • http://teaching.uncc.edu/learning-resources/articles-books/best-practice/goals-objectives/writing-objectives
  • http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/bloom.html