Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2018

“Cari Saja Jawabannya Di Google”



Kalau dipikirkan, sepertinya kegiatan belajar anak-anak di zaman sekarang jauh lebih enak dibanding zaman orang tuanya, atau zaman kakek neneknya. Dulu, kita harus berusaha keras memahami apa yang disampaikan oleh guru, membaca buku pelajaran yang mungkin sangat sulit didapat, mendapat hukuman ketika tidak dapat mengerjakan soal di depan kelas atau terpaksa untuk menerima nilai yang buruk karena tidak dapat mengerjakan soal ujian dengan baik. 

Sekarang, pilihan anak-anak lebih luas. Kalau tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru di kelas, atau tidak paham dengan buku pelajaran di sekolah, mereka bisa mencari informasi tentang pelajaran tersebut di tempat lain seperti di Internet. Anak juga dapat bergabung dengan kelompok media sosial untuk berdiskusi bersama, bergabung dengan kelas tutorial yang disediakan secara "on-line", atau  mengirim surat elektronik kepada siapa saja yang dapat menjelaskan pelajaran tersebut.

Mau belajar keterampilan seperti kerajinan tangan, melukis, komputer dan lain lain? Kalau dulu, mungkin harus ikut kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Harus ikut orientasi siswa baru dulu untuk bisa diterima di unit sekolah. Setelah itu harus bergaul  dengan kawan satu angkatan atau dengan senior-senior yang perilakunya sangat beragam. Sekarang? Hampir semua kegiatan ini bisa diperoleh di Internet, baik sebagai program kursus berbayar ataupun gratis di dalam ataupun di luar negeri. 

https://www.dreamstime.com/stock-photos-children-social-networking-conceptual-illustration-laptops-share-multimedia-information-internet-image38367563

Zaman sudah berubah. Setelah ada Internet, hiburan, ilmu pengetahuan dan kegiatan ekstra kurikuler dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Seharusnya proses belajar dan mengajar menjadi lebih mudah dengan adanya Internet. Tapi betulkah demikian? Ternyata tidak juga. Internet, komputer dan alat bantu mengajar lainnya memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi kegiatan belajar. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://www.kemdikbudgo.id/main/blog/2016/09/pentingnya-peran-keluarga-dalam-pengasuhan-anak-di-era-digital.)

Beberapa dampak positif dari Internet bagi proses belajar adalah:

  • Kemudahan akses informasi membuat sumber bahan ajar menjadi lebih banyak. Siswa dapat mengakses Internet untuk mendapatkan sumber bahan pelajaran dari video, 'infografis' atau ikut kelompok belajar tertentu yang berasal dari seluruh dunia. Dengan Internet, siswa mendapat wawasan yang lebih luas.
  • Internet mempermudah berlangsungnya komunikasi jarak jauh. Dengan Internet, kita dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat,baik dengan teman dan keluarga. Hubungan keluarga yang terbatas dengan jarak, menjadi lebih dekat dengan melakukan komunikasi jarak jauh lewat Internet. Kemudahan komunikasi antar pelajar membuat proses diskusi dan tukar-menukar informasi dapat dilakukan dengan cepat. Ini memberi kesempatan pada siswa untuk belajar berdiskusi dan bekerja sama tanpa hambatan jarak dan waktu.
  • Internet juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan hasil karya baik karya seni, karya tulis, kerajinan tangan, dalam bentuk gambar, video dan tulisan. Dengan cara ini siswa bisa mempromosikan karyanya, berdiskusi dengan siswa yang memiliki minat yang sama, atau belajar berwirausaha.
  • Internet membuka peluang untuk siswa belajar mandiri, mempelajari berbagai ilmu baru yang belum diajarkan di sekolah seperti mempelajari berbagai aspek teknologi dari Internet, belajar menyampaikan informasi dengan baik dan benar, belajar membuat video sendiri, belajar desain grafis, 'web design', dan lain-lain.

Kemudahan mendapat informasi dari Internet ini juga membawa banyak dampak negatif antara lain:

  • Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru di dalam kelas karena merasa bisa mendapatkan semua penjelasan dari Internet. Proses diskusi, menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas, dan lain-lain menjadi kurang serius karena ada anggapan semua jawaban dapat dapat ditemukan di Internet.
  • Siswa juga dapat mengakses beberapa situs Internet yang memberikan tutorial atau bahkan mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari tugas yang diberikan di sekolah secara gratis atau berbayar.  Ini menyebabkan proses mencoba sendiri, berlatih, belajar mengumpulkan informasi dan berani mengulang kembali ketika gagal atau salah menjadi berkurang.
  • Banyaknya kebiasaan baru akibat adanya Internet seperti
  1. 'Multi-tasking' yaitu melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu seperti menggabungkan kegiatan belajar di kelas dengan membuka media sosial pada gadget masing-masing. Kegiatan ini dapat mengurangi kemampuan akademik siswa karena melakukan dua kegiatan secara serentak membuat konsentrasi menjadi bercabang sehingga sulit memahami pelajaran.
  2. Menunda pekerjaan dan tugas karena beranggapan seluruh tugas dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat dengan memanfaatkan Internet.
  3. Menggunakan tata bahasa dan ejaan yang kurang benar untuk mempersingkat tulisan ketika berkomunikasi 'on-line'. Hal ini menyebabkan kemampuan menulis dengan ejaan dan tata bahasa yang baik dan benar semakin berkurang.
  • Kemudahan informasi dan komunikasi dapat menyebabkan terlalu banyaknya informasi. Terlalu banyak informasi bisa menimbulkan kebingungan. Siswa menjadi tidak tenang karena tidak mampu membedakan mana yang betul dan salah.
  • Kebudayaan dari luar Negara dapat masuk tanpa kendali dan berpengaruh pada siswa.
  • Banyaknya iklan dan video yang tidak pantas dilihat oleh pelajar yang berpengaruh pada perkembangan jiwa siswa.
  • Adanya kasus intimidasi dunia maya yang menyebabkan kegelisahan bahkan mendorong remaja untuk melakukan bunuh diri.
  • Tidak semua pengguna media sosial dapat dijadikan panutan. Beberapa pengguna media sosial ada yang memberi contoh kurang baik atau membuat efek pencitraan yang tidak benar. Siswa yang sedang mengalami krisis identitas dapat menjadikan tokoh ini sebagai panutan sehingga membuat konten atau memberi komentar yang kurang pantas, membuat pencitraan, menyebarkan berita tidak benar, dan lain-lain.
  • Internet juga menimbulkan ketagihan dan menghabiskan waktu yang cukup banyak. Banyaknya waktu yang dihabiskan dengan Internet membuat kegiatan fisik dan kegiatan lain yang dilakukan tanpa komputer menjadi semakin berkurang.
  • Masalah kesehatan akan timbul akibat penggunaan Internet yang berlebihan seperti postur tubuh yang buruk, gangguan mata serta ketegangan fisik dan mental. Pada anak usia balita. penggunaan gadget berlebihan memberikan beberapa masalah seperti:  mengalami perkembangan otak dan emosi yangg tidak sempurna, memiliki memori jangka panjang yang buruk, emosi yang tidak stabil, sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir, dan lain lain. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3277)

Dari uraian tentang dampak positif dan negatif di atas, kita dapat melihat bahwa Internet, seperti teknologi lainnya dapat memberi kebaikan ataupun keburukan. Setiap pengguna Internet, bukan hanya siswa, harus memiliki kesadaran ini agar dapat memanfaatkan Internet dengan baik. Di sini peran keluarga dan para pendidik sangat besar.
(Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3604)

Mendampingi anak agar dapat memanfaatkan Internet sebaik baiknya  adalah tantangan bagi orang tua dan para pendidik. Hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat karena proses pendidikan membutuhkan waktu. Sebagai orang tua kita harus mempersiapkan diri dengan menambah wawasan dan ilmu tentang pemanfaatan media sosial agar dapat mendampingi dan memberi contoh yang baik pada anak. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3604)

Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari berbagai sumber, mendidik anak agar dapat memanfaatkan Internet dengan baik,  sangat berhubungan dengan mendidik anak dalam hal lain seperti: mengajak anak untuk memiliki cita-cita dan tujuan, memberi motivasi untuk selalu belajar dan memanfaatkan waktu sebaik baiknya, mengajarkan Agama agar dapat mengingat Tuhan dan dapat berbakti kepada masyarakat. 

Sejauh mana kita dapat memanfaatkan Internet untuk pendidikan anak dan apa saja yang dapat dilakukan ? 

Salah satu kunci dari pendidikan anak adalah kepercayaan. Sebagai orang tua, kita perlu mendapatkan kepercayan dari anak agar anak-anak selalu bertanya dan merujuk kepada kita sebagai orang terdekat untuk mendapat panduan dan bimbingan. Posisi sebagai orang tua tidak menjadikan kita secara otomatis menjadi pihak yang paling dipercaya oleh anak, walaupun secara moral dan agama, hal itu sangat dituntut. Untuk mendapatkan kepercayaan anak, kita perlu memberikan kasih sayang, rasa aman, dan contoh yang tepat. Kita juga harus selalu menjaga komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Dalam beberapa hal, Internet mungkin dapat membantu kita. Kita dapat memanfaatkan media komunikasi untuk sekedar menyapa anak jika berada dalam jarak yang jauh, misalnya ketika sedang ada di kantor, atau ketika anak sedang melakukan kegiatan eksra kurikuler di sekolah.
  • Usia Bayi hingga 2 tahun

Suasana yang nyaman, kebutuhan yang terpenuhi serta penerimaan yang baik dan positif sangat berpengaruh pada perkembangan bayi. Pada masa ini sebaiknya anak dididik tanpa gadget dan Internet untuk mengurangi kerusakan fisik akibat radiasi. Kenalkan anak pada suasana alam terbuka, kegiatan fisik, kegiatan motorik halus sesuai dengan usianya. Respon yang baik dan cepat dari orang tua akan membuat bayi merasa nyaman. Di masa datang, respon yang cepat dan positif ini akan ditiru oleh anak ketika berhadapan dengan orang yang dikenalnya.
  • Usia 2 tahun hingga Usia sekolah


Untuk orang tua yang sibuk, mau tidak mau gadget dan Internet menjadi salah satu pilihan sebagai alternatif kegiatan pada anak. Mungkin ini bukan ide yang buruk, asal kita berhati-hati memanfaatkannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
  • Mengatur waktu penggunaan gadget. Usia anak balita masih membutuhkan banyak kegiatan fisik untuk mendukung perkembangan motorik halus dan motorik kasar. Itu sebabnya jika kita ingin menggunakan gadget dan Internet sebagai salah satu kegiatan anak, kita harus mengatur waktunya dengan baik. Jangan sampai anak kehabisan waktu untuk mengerjakan kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi perkembangannya karena bermain gadget.
  • Jaga agar anak terlindung dari konten negatif atau iklan-iklan yang kurang bermanfaat yang terdapat di Internet.  Sebagai orang tua kita bisa belajar memasang 'Adblock' di Internet dan memeriksa kembali apa yang sudah dilihat oleh anak lewat halaman 'History'. Periksalah terlebih dahulu  apa yang terdapat dalam aplikasi yang akan digunakan oleh anak, siapa tahu ada iklan yang dipasang tersembunyi di bagian tengah aplikasi, atau ada konten aplikasi yang kurang tepat untuk anak.
  • Berikan aplikasi yang tepat, sesuai dengan kemampuannya. Tidak semua aplikasi belajar atau permainan memiliki konten dan manfaat yang baik pada anak. Anak-anak akan cukup puas jika mendapat aplikasi belajar atau permainan dengan gambar yang bagus, apalagi jika memiliki efek animasi dan suara yang penuh kejutan. Namun sebagai orang tua, kita perlu memilihkan aplikasi yang bermanfaat dan kita perlu melihat, apakah tujuan belajar dengan menggunakan aplikasi itu dapat tercapai atau tidak. Hindarkan permainan yang kurang bermanfaat bahkan berbahaya pada anak. Ada beberapa game yang berbahaya bagi anak, seperti yang disampaikan oleh Wahyu Farrah Dina, Direktur Indonesia Heritage Foundation pada Seminar Pendidikan Keluarga Duta Oase Cinta Kemendikbud, pada tautan ini: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/view&id=2499.
Sebelum menggunakan internet dan gadget, sebaiknya anak-anak dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat memanfaatkan internet dan gadget sesuai dengan kebutuhannya.Beberapa hal yang dilakukan sebagai persiapan antara lain:

  • Menumbuhkan motivasi dan semangat anak untuk belajar, mengamalkan apa yang dipelajarinya dan memiliki cita cita yang tinggi agar dapat berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara. Motivasi dan cita cita ini akan menjadi salah satu kendali bagi anak agar mampu menggunakan gadget dan Internet sesuai dengan kebutuhan.
  • Mengajak anak untuk mengatur waktu dengan baik dan membuat jadwal sehari hari agar anak dapat belajar disiplin. Kenalkan masalah yang akan muncul jika kita menunda-nunda pekerjaan, atau menghabiskan waktu terlalu banyak untuk pekerjaan yang tidak terlalu penting.
  • Mulai mengenalkan bahasa asing selain bahasa yang biasa dipergunakan sehari-hari di rumah agar anak dapat menggunakan Internet dengan baik melalui buku cerita, film atau media lainnya.
  • Mengenalkan banyak kegiatan lain selain menggunakan gadget seperti berolahraga, berkebun, berjalan-jalan mengamati alam, membaca buku, melakukan percobaan sederhana, membuat kerajinan tangan, bertukang, belajar menggambar, memotret, musik, berbelanja, memasak, dan lain-lain.
  • Jika anak menunjukkan minat yang besar dengan gadget dan komputer, ajak anak untuk mempelajarinya. Ada beberapa aplikasi membuat permainan sederhana yang dapat dipelajari untuk anak. Kalau senang bermain aplikasi, ada baiknya anak belajar membuat aplikasi yang dapat digunakan untuk dirinya sendiri dan untuk teman-temannya.
  • Ajak anak untuk belajar membedakan mana informasi yang benar dan informasi yang tidak benar agar kelak anak dapat membedakan mana berita yang benar dan tidak. Hal ini dapat dilakukan ketika sedang mendampingi anak belajar ilmu pengetahuan alam, mendengar kabar menarik dari media sosial, atau ketika berbincang bincang sambil melakukan sesuatu bersama sama anak. (Silahkan lihat lebih lengkap di:  https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/?r=tpost/xview&id=4899)
  • Memberi contoh yang baik. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan bahwa kita sendiri mampu memanfaatkan Internet dan gadget sesuai dengan kebutuhan kita. Selain aplikasi belajar dan permainan, ada banyak aplikasi lain yang bermanfaat untuk kita seperti aplikasi jadwal shalat, jadwal berolah raga, aplikasi melihat bintang dan planet, aplikasi peta, dan lain-lain.
  • Usia sekolah hingga remaja

    Pada usia sekolah, biasanya anak sudah membutuhkan internet dan gadget untuk menunjang kegiatan akademiknya di sekolah. Pada saat ini, sebaiknya anak sudah memiliki kemampuan untuk  memanfaatkan Internet dan gadget sesuai dengan kebutuhannya. Jika sudah, tahap selanjutnya akan lebih mudah dilaksanakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
  • Jaga agar komunikasi dua arah antara orang tua dan anak dapat dilakukan setiap saat. Ini mudah dilakukan dengan berbagai media sosial yang ada sekarang. Komunikasi juga dapat dilakukan ketika sedang makan bersama, jalan bersama, atau melakukan satu kegiatan bersama-sama. 
  • Ajak anak untuk memilih konten yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya. Ketika mencari atau ingin memperdalam satu topik di Internet, ajarkan anak untuk dapat mencarinya dengan baik, tanpa tergoda untuk melihat topik yang tidak dicari sebelumnya. 
  • Ajak anak untuk bergabung dengan grup media sosial yang dapat menumbuhkan semangat, minat dan bakatnya. Carilah grup diskusi yang memiliki aturan yang jelas dan cukup aman bagi anak-anak.  
  • Jika ada waktu luang, anak dapat memanfaatkan waktu untuk menunjang keberadaannya di media sosial dengan mempelajari 'web design', fotografi, desain grafis, pemrograman, dan lain-lain.
  • Iklan adalah salah satu yang dapat menggangu ketika kita sedang mencari informasi di media sosial. Pastikan seluruh keluarga sudah memasang 'adblock' pada gadget dan komputer masing masing.
  • Tetap tumbuhkan motivasi anak untuk menggunakan Internet dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Pada usia ini anak sudah mulai mampu membedakan mana yang benar dan tidak, tapi terkadang godaan internet dapat membuatnya terlupa. Ini menyebabkan anjuran dan motivasi dari orang-rang di sekitarnya sangat diperlukan. 
  • Ajak anak untuk terus belajar agama,  beribadah dan berdoa bersama sama agar terhindari dari hal hal yang tidak diinginkan dalam setiap perjalanan hidupnya, serta menguatkan jiwanya agar mampu menyelesaikan segala masalah yang dihadapinya.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Sahabat Keluarga Kemdikbud #sahabatkeluarga

Sumber:





Kamis, 05 November 2015

Dari Mata Turun Ke Hati

Seorang ibu tiba tiba menghindarkan pandangannya sambil berbisik... "waduh.. " ketika sedang mengatur layar monitor yang menampilkan pertunjukan nasyid. Screenshot yang ditampilakn pada saat itu adalah close up wajah penasyid pria. Anak anak solehah yang menjadi penonton otomatis bertanya, "Mengapa ibu seperti itu?".. jawab ibu, " iya, karena pandangan mata itu berbahaya, sebaiknya seorang wanita tidak memandang laki laki yang bukan muhrimnya untuk menjaga dirinya, begitu juga sebaliknya".

Dari: komdafsh.wordpress.com
Anak anak solehah yang menjelang dan sudah akil baligh seketika merasa malu dan merona pipinya. Setelah itu acara menonton nasyid dilanjutkan seperti biasa. Setelah itu pembicaraan beralih pada kisah Nabi Yusuf yang dengan ketampanannya dapat membuat kekacauan bagi banyak wanita. Banyak tangan wanita yang mulai tersayat ketika sedang mengupas mangga dengan satu pandangan mata kepada Nabi Yusuf yang sedang lewat. 

Satu hal yang dapat terjadi ketika pertemuan pandangan mata yang berbeda jenis kelamin adalah lupa. Dan lupa yang paling menakutkan adalah lupa akan keberadaan Allah. Sudah menjadi fitrah manusia yang mudah sekali terpesona denagn keindahan makhluk ciptaan Allah, tapi juga lupa dengan Siapa yang menciptakannya. Lupa ini akan membuat seorang makhluk berjarak denagn Penciptanya, dan yang lebih berbahaya lagi ia lebih memusatkan perhatian kepada makhluk ciptaanNya.. jarak yang makin besar ini membuat manusia makin jauh dan jauh dari Penciptanya. Akhirnya, siapakah yang ia perTuhankan jika yang ia ingat sehari hari hanya makhluk ciptaanNya?

Ada banyak hal yang dapat kita alami jika kita tidak menjaga pandangan mata antara lain: pandangan dapat membuat kita bermimpi dan berangan angan yang tidak perlu sehingga waktu habis sia sia dan mubazir, pandangan dapat membuat diri tidak fokus dengan pekerjaan yang harus dilakukan, dll. Pandangan mata adalah salah satu pintu yang mendorong perbuatan zina, setidak tidaknya zina mata. Pandangan mata juga dpat mengganggu fikiran sehingga menghambat fikiran dan ilmu yang sedang kita pelajari. 

Di lain pihak jika kita sedang bepergian, bekerja atau sekolah, pergaulan dengan lawan jenis hampir tidak dapat dihindarkan. Kita perlu bersyukur karena Islam telah mengatur adab adab bergaul dnegan lawan jenis yang bukan muhrimnya sehingga tidak perlu membuat sendiri aturannya. Beberapa aturan mengenai pergaulan dengan lawan jenis antara lain:

  • Menjaga diri walaupun berada di tempat publik dengan mengatur tempat duduk, tempat beraktivitas dll. Beberapa ruangan kelas atas inisiatif muridnya sudah mulai mengatur tempat duduk pelajar pria dan wanita. Untuk tempat pemberhentian bis, tempat duduk di taman, kita bisa mengatur tempat tersebut sebaik baiknya. 
  • Bawalah kawan ketika ingin berinteraksi dengan lawan jenis sehingga tidak hanya berdua saja. 
  • Membuat urusan seperlunya saja dengan lawan jenis, dan menyelesaikannya dengan cepat dan tidak bertele tele. 
  • Memakai pakaian yang diperbolehkan oleh syariat dan tidak berlebihan dalam berpakaian. 
  • Berkata kata dengan intonasi yang tegas dan datar serta seperlunya ketika sedang berdiskusi.
  • Tetap menundukkan pandangan sebisanya tanpa menyinggung perasaan lawan bicara. 

Senin, 26 Oktober 2015

Jika Anak Menolak Perintah Kita

Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan ketika anak anak menolak apa yang diperintahkan antara lain:
Gambar dari: www.vectorstock.com
  • Kurangnya intensitas hubungan personal 
    Walaupun tinggal dalam satu rumah atau berada dalam satu ruangan, belum tentu orang tua dan anak saling kenal dan bergaul satu sama lainnya . Hubungan personal antara anak dan orang tua perlu dibangun agar bisa tetap saling mengenal. Kita tentu akan sulit melaksanakan perintah dari orang yang kita tidak kenal. Hubungan personal bisa ditingkatkan denagn melakukan perbincangan ketika sedang makan bersama, melakukan kegiatan bersama sama, atau sekedar menemani anak melakukan sesuatu di mana saja. 
  • Ada kebutuhan anak yang belum terpenuhi seperti kebutuhan untuk berbicara, bercerita, belajar, bermain, makan minum dan istirahat. Periksa kembali apakah seluruh kebutuhan anak sudah terpenuhi dengan baik sesuai dengan umurnya. 
  • Perintah yang kurang dipahami oleh anak. Sampaikan perintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Latihlah anak untuk dapat berkomunikasi secara verbal dengan baik dan benar.
  • Perintah terlalu sulit dilaksanakan tetapi anak tidak bisa menjelaskan kesulitannya.  Bisa saja anak sudah mengerti apa yang diperintahkan orang tua kepadanya, tapi ia tidak mampu melakukannya dan tidak mampu menjelaskan mengapa ia tidak mampu melakukannya. Buat perintah yang mudah dilaksanakan oleh anak sesuai dengan umur dan kemampuannya. Periksa kembali kemampuan anak berkomunikasi, jika anak mengalami hambatan komunikasi, cari tahu apa penyebabnya. Apakah anak mengalami hambatan komunikasi secara teknis atau psikologis. Kesulitan secara teknis dapat diselesaikan dengan banyak latihan komunikasi verbal, sementara gangguan psikologis mungkin dapat diselesaikan dengan meningkatkan hubungan personal. 
  • Anak tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan tersebut karena tidak ada hukuman, penghargaan atau alasan yang kuat. Berikan anak pelajaran agama terutama akhlaq dan adab terhadap orang tua agar termotivasi untuk patuh melaksanakan perintah. Berikan juga contoh yang baik. Sekali sekali berikan rewardpenghargaan dan hadiah jika anak sudah mampu melaksanakan perintah dengan baik. 
  • Anak mengalami kejenuhan luar biasa karena terlalu sering diberi perintah. Buat skala perintah secara berjenjang, mulai dari perintah yang tidak dapat ditawar karena dapat membahayakan keselamatan anak, sampai perintah yang dapat dinegosiasikan.
  • Lingkungan kurang mendukung anak untuk melaksanakan perintah dari orang tua. Ada contoh yang kurang baik yang dilihat oleh anak baik dalam lingkungan keluarga dan di luar keluarga. Periksa kembali pengaruh dari luar seperti kawan kawan, bacaan, tontonan, cerita dari keluarga, dll yang dapat berpengaruh pada anak`
  • Orang tua terlalu sibuk untuk memastikan perintah telah dilaksanakan sehingga tidak ada perbedaan jika perintah dilaksanakan atau tidak. Lakukan chek dan re-check setelah memberikan perintah.
  • Masalah lain yang tidak diketahui dengan pasti.  Perbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia agar mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah.



Sabtu, 24 Oktober 2015

Jika Anak Melihat Hantu

Beberapa orang tua mungkin pernah mengalami sendiri kasus anak anak yang selalu minta diantar ketika mau ke kamar mandi, atau anak yang tidak mau tidur sendirian atau anak yang tidak mau lampu di dalam kamarnya dimatikan. Atau pernah juga mendengar tanpa sengaja obrolan anak anak yang berkata, "Di situ ada orang berwarna merah nggak ada mukanya...." atau "Di kamar mandi ada yang matanya hijau tapi tiba tiba hilang", "Kalau aku dulu lihat di balik gordyn...", dll. 

Gambar dari: www.dreamstime.com


Apa yang perlu dilakukan oleh orang tua jika mengalami hal ini? mendiamkan saja peristiwa tersebut mungkin kurang tepat karena ditakutkan hal ini akan berpengaruh pada pendidikan mental anak anak, tapi bersikap berlebihan juga bukan sesuatu yang dianjurkan. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: 

Periksa dan pastikan betul betul apakah anak betul betul melihat 'hantu' atau hanya merasa melihat hantu.  Anak yang betul betul melihat hantu mampu bercerita tentang apa yang dilihatnya secara mendetail, kapan ia melihatnya dan dalam kondisi apa dia melihatnya. Jika ia termasuk anak yang penakut, tentu ia akan bercerita dengan wajah ketakutan, tapi ada juga yang dapat bercerita denagn santai tentang apa yang dilihatnya. Anak yang sudah mumaiyiz dapat ditanya apakah yang dia ceritakan itu adalah sesuatu yang betul betul dilihatnya atau hanya imajinasinya saja. Untuk anak yang belum mumaiyiz, kita harus mengikuti alur pembicaraannya dan menggunakan perasaan kita sendiri.

  • Apakah ia betul betul menceritakan apa yang dilihatnya ataupun tidak, anak perlu mendapatkan pendidikan tentang hal tersebut.  Berikan anak anak ilmu tentang 'hantu'. Anak anak perlu tahu bahwa Allah menciptakan banyak makhluk selain manusia seperti binatang, tumbuhan, jin dan setan. Berikan penjelasan pada anak bahwa apa yang dilihatnya, yang disebutnya hantu, itu adalah jin. Jin adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Kita juga bisa bercerita tentang malaikat yang juga tidak mampu dilihat oleh manusia biasa namun bisa dilihat oleh Nabi dan Rasul
  • Ajarkan dan contohkan kepada anak bahwa kita tidak perlu takut kepada jin karena jin itu adalah salah satu makhluk Allah yang tidak dapat lari dari ketentuan dan kekuasaan Allah. Ajarkan juga doa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika melihat makhluk makhluk tersebut.
  • Ajarkan kepada anak untuk membaca doa masuk dan keluar kamar mandi agar tidak diganggu oleh jin di dalam kamar mandi, ajarkan anak anak utnuk berdoa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum dan sesudah bangun tidur.
  • Biasakan anak untuk membaca dan mempelajari Alquran, serta berikan anak anak semangat utnuk mempelajari ilmu agama lebih banyak lagi. 
  • Ajarkan anak anak tentang kebersihan dan kerapihan. Ceritakan bahwa jin dan setan suka kepada yang kotor dan berantakan.
  • Ajarkan anak anak untuk takut kepada Allah yang Maha Mencipta yang bisa menciptakan segala macam makhluk aneh yang kita tidak dapat melihatnya. Allah yang mampu menciptakan dan membinasakan sesuatu, Allah yang menjadikan hari kiamat dan alam akhirat.
  • Dan yang terakhir, jangan sekali kali menakut nakuti anak anak denagn kata kata " awas, di sana ada setan....".


Jumat, 21 Agustus 2015

Uang Bukan Masalah Utama Anak Bangsa

"De.. tunggu Ibu.." begitu seru seorang ibu muda yang mengejar anaknya ketika ingin berpartisipasi dalam lomba tujuh belasan di kampungnya. Anak laki laki yang berusia kurang lebih 6 tahun itu seperti tidak mendengar ibunya dan tetap berlari kencang. "De.. tunggu.. ini Ibu mau kasih uang..."kata ibunya. Dengan cepat si anak berhenti dan berlari ke arah ibunya....Bayangkan betapa hebatnya pengaruh uang bagi anak anak....

Gambar dari: http://www.deviantart.com/art/Penjajahan-Uang-321878563

Anak anak usia sekolah bahkan pra sekolah di zaman ini banyak yang sudah dikenalkan dengan uang. Kebetulan saya pernah mendengar cerita dari Bapak Kepala Desa dan istrinya yang mengeluhkan keadaan anak anak di desa mereka sangat suka jajan dan marah bila tidak diberi uang jajan. Banyak juga di antara mereka yang marah jika hanya diberi uang dalam jumlah sedikit. Padahal anak anak ini berasal dari golongan keluarga yang mampu mendapatkan makan dan minum yang cukup untuk kebutuhan sehari hari. Uang yang diberikan oleh orangtuanya banyak dihabiskan untuk membeli makanan ringan, mainan, dan barang-barang lain yang tidak termasuk dalam kebutuhan pokok.

Keadaan ini menjadi lebih buruk jika uang digunakan orang tua untuk membuat anak melakukan sesuatu yang dikehendakinya seperti memberikan uang pada anak jika sudah membantu ibunya memasak, menjaga adik, dan lain lain. Uang juga kadang digunakan untuk menghibur anak yang sedang bersedih. Padahal banyak sekali yang dapat dilakukan untuk menghibur anak yang sedang bersedih, kita bisa mengajaknya bermain, berjalan jalan, berbincang bincang tentang masalah yang membuatnya bersedih dan lain lain.

Jika anak yang berasal dari keluarga berkecukupan sudah dikenalkan dengan uang, apalagi anak anak yang berada di bawah garis kemiskinan dan terlantar. Mau tidak mau mereka mengenal uang sebagai barang berharga karena mereka memang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Uang menjadi salah satu sebab mengapa mereka terpaksa bekerja, tidak sekolah, bahkan terpaksa mengemis dan mengamen hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. Mereka tidak sadar bahwa masalah utama mereka bukanlah uang.

Pada beberapa kasus, pemberian uang yang berlebihan dan tidak pada tempatnya pada anak dapat menjerumuskan anak kepada hal hal yang tidak diinginkan. Dengan uang berlebih, anak dapat menggunakan uangnya untuk hal hal yang tidak berguna bahkan membahayakan dirinya sendiri. Uang digunakan untuk membeli sesuatu dengan harapan mendapatkan hiburan dan kesenangan. Ada yang menggunakannya untuk membeli gadget, mainan, bahkan obat obatan terlarang hanya untuk mendapatkan kesenangan. Ketika uang telah habis digunakan, mereka baru sadar bahwa benda benda tersebut belum cukup. Mereka akan mencari uang dan menggunakannya lagi dan lagi untuk mendapatkan kesenangan. Situasi seperti ini lambat laun akan membuat anak terjerumus ke dalam  masalah seperti kecanduan obat terlarang, terjebak dalam dunia hitam internet, dan lain lain.

Coba bayangkan jika generasi muda di zaman ini beranggapan bahwa dengan uang mereka bisa menyelesaikan masalah hidup mereka. Apa yang terjadi jika uang menjadi cita cita dalam hidup mereka?  Jika tujuan hidup suatu generasi adalah uang, maka orang yang gagal meraih cita citanya akan frustasi dan akan berusaha memperoleh uang dengan berbagai cara. Sementara orang yang sudah berhasil akan berusaha mempertahankan dirinya agar tetap mendapatkan uang sebanyak banyaknya. Dan ketika ia mencapai cita-citanya, apakah ia akan mendapatkan kebahagiaan? bagaimana dengan peranan dan kontribusi generasi ini kepada masyarakat dan negara?

Gambar dari: http://www.ilmugrafis.com/photoshop_foto12.php?page=membuat-header-website-tampak-menarik

Sungguh, ada banyak hal yang jauh lebih bernilai dari uang yang dapat dikenalkan kepada anak yang berguna untuk kehidupannya kelak selain uang. Salah satu hal yang perlu diberikan pada setiap anak adalah pendidikan. Kita membutuhkan suatu bentuk pendidikan yang dapat menghasilkan manusia yang kuat secara lahir dan batinnya. Manusia yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Manusia yang mau berjuang untuk kemajuan dan kebenaran.

Seorang anak, baik yang memiliki orang tua atau anak yatim dan terlantar berhak untuk mendapatkan pendidikan yang tepat untuk bekal masa depannya membangun negara dan masyarakat. Dan pendidikan ini membutuhkan proses. Proses pendidikan yang baik tidak hanya berlangsung di dalam kelas dalam kondisi formal. Proses ini berlangsung dalam kehidupan sehari hari seorang anak selama dua puluh empat jam secara terus menerus dalam kehidupannya. Apa yang dilihat, dialami dan dikerjakan oleh anak sehari hari adalah suatu proses pendidikan.

Anak anak bukan hanya belajar di dalam kelas, ia belajar melalui apa pun yang dilihatnya di mana saja, kapan saja dalam aktivitasnya sehari hari. Itu sebabnya setiap orang yang berada di dekat anak secara langsung ataupun tidak, ikut berperan dalam proses pendidikan anak, apakah dia itu orang tua, pengasuh anak, guru, saudara, kawan dekat, idola anak dan siapa saja yang pernah dilihat oleh anak. Jika mereka memberikan contoh yang baik, maka anak itu akan mendapatkan pendidikan yang baik, begitu pula sebaliknya. Kita sebagai orang yang berada di dekat anak anak membutuhkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk mendidik generasi yang diharapkan dapat berbakti pada bangsa dan negara. Dan itu adalah tanggung jawab kita bersama.

Selasa, 04 Agustus 2015

Tips Memilih Buku Edukatif Untuk Anak Usia Prasekolah

Anak-anak saat ini hidup dalam era multi media. Walaupun sudah banyak media seperti televisi, video game, dan komputer, belum ada media yang dapat membangkitkan imajinasi anak-anak dan mampu menggantikan buku. Ada banyak sekali pilihan buku anak-anak yang tersedia pada saat ini.

Berikut ini adalah beberapa pedoman umum tentang apa yang harus dicari dalam memilih buku anak-anak usia bayi, prasekolah sampai kelas 5.

1. Buku bayi. 

Ada empat jenis buku bayi antara lain:

Board books

Buku ini terbuat dari kertas karton yang kokoh yang dapat dibersihkan.
Image result for board books for babies
lesleybreenwithrow.blogspot.com

Touch-and feel books 

Buku ini terbuat dari kain, bulu burung, kain berbulu, dan tekstur lain yang dapat ditemukan oleh anak-anak kecil. 

Image result for Touch-and feel books
www.pinterest.com

Buku Kain 

Buku ini terbuat dari kain yang aman, dan dapat dicuci.

Buku untuk mandi (bath books) 

Buku ini dibuat dari  plastik yang lembut dan tahan lama serta tahan banting bagi anak anak.
http://johnlewis.scene7.com/is/image/JohnLewis/231824707?$prod_main$
www.johnlewis.com
Apa yang harus dicari dalam buku bayi:

• Teks yang sederhana, tidak terlalu banyak teks dan banyak gambar
• Pengulangan kata atau sajak
• warna yang cerah dan gambar yang mudah dikenal( akrab dengan dunia bayi)
• Sebuah buku kokoh, kuat dan tidak mudah rusak jika terkena banyak tumpahan air.
• Buku memiliki sudut tumpul untuk keamanan
• ukuran yang tepat dan sesuai dengan bentuk tangan bayi yang kecil
• Sebuah buku yang disukai oleh pembacanya, sehingga bayi akan merasakan kesenangan pembacanya.

2. Buku Prasekolah. 

Buku prasekolah dibuat dalam berbagai format baru. Diantaranya adalah:

1. Lift the flap books. 

Buku ini memiliki halaman kokoh dan lembar (flap) yang dapat diangkat untuk  menunjukkan kata-kata tersembunyi atau gambar.

Image result for lift flap books kids
www.smartbooksforsmartkids.com

2. Pop-up Books

Image result for pop up books kids
www.pinterest.com

3. Pull-tab books 

Buku yang memiliki tab untuk menarik untuk membuat gambar menjadi berubah. 

Image result for pull tab books kids
www.pinterest.com
Beberapa buku menggabungkan semua fitur ini. Ini adalah satu cara untuk mengajak anak belajar menikmati buku dengan cara yang menyenangkan.

Apa yang harus dicari dalam buku prasekolah:
  • Sebuah buku yang memberikan gambaran tentang materi pelajaran yang akan dipelajari
  • Sebuah buku yang membantu mengembangkan sense of humor
  • Mudah difahami dan memiliki alur cerita yang jelas
  • Teks buku mudah dibaca
  • Berwarna warni, Ilustrasi berkualitas tinggi yang mengambarkan kehidupan dan situasi mereka sehari hari.

3. Buku bergambar

Adalah salah satu buku yang paling populer dari buku anak-anak dan sesuai untuk berbagai usia. Buku gambar berisi gambar dengan ilustrasi yang bervariasi dan bentuk teks. Beberapa buku bergambar tidak menambahkan kata-kata.  Beberapa memiliki alur cerita yang sederhana, sementara yang lain cukup kompleks 
Tokoh cerita dapat menjadi cantik, lucu, bergerak, menakutkan, atau sekadar konyol. 

Apa yang harus dicari:
  • Seni atau fotografi yang dipahami anak-anak
  • Alur Cerita yang menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan dan diskusi
  • Membantu mengembangkan sense of humor
  • Cerita yang membantu aktivitas sehari hari seeprti pergi ke sekolah, lingkungan sekitar, dll
  • Cerita yang disukai oleh guru atau pembacanya.

4. Buku untuk membantu program membaca di sekolah

Karena setiap anak berbeda, Anda mungkin ingin menilai sendiri yang membaca tingkat sesuai.

Apa yang harus dicari:
  • Level membaca tidak boleh terlalu mudah dan tidak boleh terlalu susah dan cukup  menantang tetapi tidak akan membuat anak-anak bosan atau takut karena tidak bisa memahami apa yang dibaca
  • Teks yang mudah dibaca (ukuran cetak bervariasi dengan tingkat membaca)
  • Sebuah topik yang akan merangsang rasa ingin tahu anak
  • Topik nonfiksi yang disukai anak seperti olahraga, sejarah, atau petualangan
  • Topik baru untuk anak-anak, seperti teknologi, ekologi, keterampilan, dll.