Tampilkan postingan dengan label DIY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2018

Memperbaiki Rem Sepeda Bagian Depan

Ada banyak manfaat dari bersepeda untuk anak. Selain belajar keseimbangan ketika naik sepeda, anak anak juga dapat mempelajari mekanik sederhana dalam kendaraan roda 2 dan sedikit keterampilan memperbaikinya jika ada masalah. Kalaupun tak dapat memperbaikinya, kita dapat membawa ke bengkel sepeda dan memperhatikan bagaimana pak reparasi memperbaikinya. Ini adalah tulisan anak ke 3 yang berusia 12 tahun yang bercerita bagaimana memperbaiki rem sepeda bagian depan ketika tidak bekerja.

Sepedaku sudah lama tidak dinaiki, aku sudah lama tidak menaikinya karena rem depannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Setelah diperiksa, ternyata bagian ujung kabel yang menyambungkan kabel dan rem putus. otomatis kalau aku menekan rem, sekuat apapun, cakram rem sepeda  tetap tidak bekerja, dan itu sangat berbahaya. Berita baiknya rem tromol bagian belakang tidak rusak, sehingga tidak terlalu sulit memperbaikinya

Aku memberitahu hal tersebut ke bapakku yang kemudian membelikan kabel rem sepeda baru. Setelah itu aku belajar memperbaiki rem sepeda. Apa saja yang harus dilakukan ketika kabel dan rem terputus?

1. Melepas kabel rem lama:

Diatas roda depan ada sekrup, buka sekrup itu, didalamnya ada lubang, didalam lubang ada kabel rem lama, ambil kabel yang ada di dalam lubang di sekrup
sekrup yang mesti dibongkar

2. Memasang kabel rem baru:

Pada kabel rem yang baru kita akan melihat bulatan kecil di bagian ujung. Masukkan bulatan kecil yang berada di ujung kabel rem baru pada tempatnya yaitu pada bagian setang sepeda.

pada gambar diatas adalah bulatan kecil yang telah dipasang (terlihat dari bawah)


kabel rem yang telah disambung pada rem dengan bulatan kecil
 (terlihat dari atas)

kotak kecil yang berada di samping roda terlihat dari samping

Masukkan ujung rem yang lain pada lubang di sekrup yang tadi dibongkar, lalu pasang sekrup pada tempatnya dengan agak longgar, tahan kedua kotak kecil yang berada disamping roda.  Tahan sampai menyentuh roda, lalu rapatkan sekrup yang harus dipasang pada bagian yang berlubang.

Artikel lain:

https://anak-kesayangan.blogspot.com/2020/11/belajar-naik-sepeda.html

https://anak-kesayangan.blogspot.com/2018/09/memperbaiki-rem-sepeda-bagian-depan.html

https://anak-kesayangan.blogspot.com/2015/05/cara-mengganti-ban-belakang-sepeda-mini.html

 

Sabtu, 09 Juli 2016

Membuat Lift Dari Lego Technic

Ini adalah hasil karya anak usia 12 tahun, yang masih suka membuat sesuatu dengan lego technic di rumah. Karena dia belum mau menulis tentang hasil karyanya, saya minta dia mengungkapkannya lewat video. Ini adalah hasil karyanya.


Secara prinsip, lift hanya menggunakan katrol saja sebagai alat pengangkut. Tapi karena ada pembuatnya ingin membuat kriteria desain lain, kerumitan mesin semakin bertambah. Lift buatannya ini memiliki alat kendali yang bisa digerakkan sesuai posisi lift dalam bangunan. Untuk memenuhi kebutuhan itu dia memerlukan roda gigi dan komponen lain untuk membuat alat kendali. Alat kendali ini dirancang sebagai panel lift yag berfungsi mengetahui ketinggian lift tersebut tanpa harus melihat secara langsng di mana posisi lift. Beberapa roda gigi digunakan untuk mengatur kecepatan lift dan menggerakkan jarum petunjuk bersama sama sama denagn porosyang menggerakkan katrol. KIta juga dapat memasang motor pada poros atau menggerakkannya secara manual.




Ada banyak sekali hal yang dapat dieksplorasi anak anak ketika membuat model lift ini antara lain mempelajari prinsip sederhana katrol dan roda gigi. 





Jumat, 08 Juli 2016

Tantangan Membuat Mesin Hidrolik Dari Kardus Bekas

Membuat Sesuatu Dari Sebuah Teori Fisika


Berawal dari mempelajari Fisika Fluida pada bagian Hukum Pascal, saya memberi usulan kepada anak anak  (usia 12 dan 15 tahun) untuk membuat sesuatu dari prinsip Hukum Pascal tersebut. Jadi ilmu Fluida secara perhitungan dan teori dikuasai, dari segi eksperimen juga bisa diketahui. Sebelum belajar tentang Fisika Fluida, mereka pernah mencoba membuat mesin hidrolik yang idenya berasal dari WYE Lance di Instructables, yang bernama Judo Bot Machine. Kalau Judo Bot Machine menggunakan bahan baku utama dari kayu yaitu batang es, sekarang mereka akan mencoba membuat dari kardus bekas yang sepertinya lebih mudah.

Survey Sebelum Pembuatan


Setelah beberapa kali survei ke YouTube Videos, anak anak tertarik untuk mempelajari dan membuat mesin hidrolik yang dicontohkan oleh Te Digo Como Se Hace. Instruksinya cukup lengkap dan bahan bahannya cukup mudah untuk didapat. Beberapa ada yang perlu dibeli, ada juga yang bisa dicari dan diambil dari barang barang yang tidak terpakai lagi (barang bekas). Ukuran dan jumlah pada instruksi sudah jelas sehingga anak anak tinggal mengerjakan mesin sesuai dengan instruksi pada video.

Walaupun secara prinsip mereka sudah mengetahui teori dan bagaimana cara menyelesaikan perhitungan soal soal yang berhubungan dengan hukum Pascal, ternyata membuat mesin itu sendiri memberikan banyak  pengalaman baru baik dari proses pembuatannya sampai hasilnya.

Sekilas Tentang Proses Pembuatan 

Berbeda dengan bahan baku batang es, pembuatan mainan dari kardus bekas ini juga memiliki tingkat kesulitan sendiri. Awalnya kita harus memilih kardus yang tepat dan memotongnya dengan arah yang tepat juga. Kalau salah potong, kardus akan gampang tertekuk dan tidak dapat berfungsi.

Setelah selesai di potong, lalu dirakit. Pada tahap ini kita mulai memasang sambungan dengan lidi atau tusuk gigi dan lem. Setelah itu adalah memasang selang dan 'syringe' yang sudah dibuang jarum suntiknya. (kalau sudah tidak disimpan, buanglah dengan cara membungkus dulu jarum dengan kertas). Setelah itu baru memastikan ukuran yang pas untuk selang, batang serta bagian kontrol yang terdiri dari beberapa 'syringe'. Pekerjaan yang cukup sulit dan melelahkan memang untuk anak sekolah, tapi cukup melatik

Dan yang paling menyenangkan, hasil mesin tersebut bisa dimainkan oleh adik adik yang berusia 7-9 tahun di rumah.


Hasil 


Ini  hasil mesin yang sudah dimainkan:


Berbeda dengan WYE Lance yang banyak menggunakan kayu dari stik es sebagai bahan baku, Te Digo Como menggunakan banyak sekali kardus bekas. Memotong kertas dan melubangi kertas jauh lebih mudah dibanding memotong kayu, tapi ternyata jumlah kertas yang harus dipotong lebih banyak untuk menghasilkan komponen hidrolik sehingga menghabiskan waktu yang cukup lama.

Cara Kerja Mesin


Mesin bergerak secara vertikal dan horizontal. Bagian tangan terdiri dari 3 sambungan. 

Tampak samping mesin

2 bagian tangan bergerak secara vertikal, 1 bergerak untuk membuka tutup bagian claw.

Lengan yang berhubungan dengan bagian bawah penyangga mesin

Claw dan lengan penyambung
Bagian bawah dapat membuat mesin berputar pada sumbu horizontal.

Mesin dilihat dari atas

Bagian penyangga yang dapat bergerak secara horizontal


Mesin ini juga dilengkapi dengan 4 alat kendali yang berbaris di bagian belakang untuk memudahkan pemakaian.


Masalah Yang Ditemukan Ketika Mengerjakan Mesin


Ada beberapa tahap yang agak sulit dilakukan antara lain:

1. Pekerjaan mengebor tongue dispenser (batang kayu yang lebih besar ukurannya dari batang es) dan syringe sebagai alat kontrol,

2. Melubangi bagian pangkal syringe untuk dipasang kawat kendali grabber.
Syringe harus dilubangi agar dapat dipasang kawat yang bergerak mengendalikan claw


3. Melubangi karton untuk memasang pin yang dapat berputar pada penyangga mesin bagian bawah.

4. Masalah lain adalah memasukkan air ke dalam selang hidrolik. Selang air harus terisi penuh dan tidak terisi gelembung udara agar selang mampu berfungsi dengan sempurna. Bagian sambunngan antara selang dan syringe harus dijaga agar tidak bocor  karena jika bocor, air dapat membasahi karton sehingga karton rusak.

Modifikasi Desain


Ada beberapa desain yang sempat dirubah untuk mendapat mesin grabber yang lebih baik antara lain:

1. Bagian lengan grabber:
Titik sambung bagian grabber diubah beberapa kali untuk mendapatkan lengan yang jangkauannya cukup jauh dan tinggi sehingga lebih asyik memainkannya.






2. Bagian hidrolik yang bergerak secara vertikal menahan beban yang sangat berat dibandingkan hidrolik lain sehingga hidrolik di sini cukup berat dan hampir hampir mendekati gagal. Mungkin bagian ini perlu menggunakan syringe yang lebih besar.







Bagian ini juga paling sering mengalami kebocoran. Kemuingkinan juga kaena beban yang terlalu berat dan lintasann selang yang berbelok. Sambungan ini diselesaikan denagn menempel agian sambuangn dengan lakban agar lebih rapat dan membubuhi lem tembak di sekelilingnya.


3. Bentuk mesin yang cenderung berat di bagian tangan (grabber) ternyata membuat mesin secara keseluruhan tidak seimbang. Mesin cenderung miring dan mudah jatuh. Untuk membuat mesin lebih seimbang, mesin perlu diberi pemberat di bagian bawah. Pada kasus ini, bagian bawah mesin ditambahkan baterei bekas.









4. Bagian tangan (claw) ternyata harus disesuaikan agar dapat membuka dan menutup denagn baik. Karena pada bagian ujung sering slip, agar tidak licin, ditambahkan bahan matras berwarna kuning.


Deskripsi mesin dapat juga dilihat di:


Ada banyak variasi mesin hidrolik yang dapat dibuat, tergantung dari kreativitas kita. Banyak bahan yang dapat diperoleh di rumah seperti kardus bekas, batang kayu, dll. Tapi ada juga yang perlu dibeli dan tidak dapat menggunakan barang bekas yaitu: syringe, selang, tongue dispenser, pengikat syringe ke tongue dispenser, dll.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan bor tangan untuk pembolong dan lem tembak untuk menempelkan komponen agar tangan tidak berlumuran lem dan pekerjaan lebih cepat dilakukan. Peralatan ini dapat diperoleh di beberapa toko baik secara langsung ataupun online.

Mengenal Mesin Hidrolik dan Pneumatik

Mesin hidrolik banyak digunakan pada sepeda, mobil dan pesawat, juga pada kursi ,meja, alat pengangkat, dll. Pada buku fisika fluida contoh aplikasi yang sering ditampilkan adalah alat hidrolik pengangkat pada bengkel mobil.

Sistem hidrolik sangat menarik karena dapat memanfaatkan keuntungan mekanik yang berdasarkan hukum Pascal yaitu:
Dengan cara ini benda yang cukup besar dapat diangkat dengan tombol pengangkat yang jauh lebih kecil. Mesin ini juga dapat dikendalikan jarak jauh secara mekanik tanpa menggunakan remote control atau alat elektronik . Cara kerja mesin ini cukup sederhana jika dibanding dengan mesin lain yang menggunakan bahan bakar atau kontrol elektronik.

Salah satu komponen yang berperan pada mesin hidrolik ini adalah selang. Selang yang digunakan harus mampu menahan tekanan fluida yang bekerja. Perlu dipastikan juga sambungan antara selang dan komponen lain tidak bocor agak mesin dapat bekerja dengan baik. Jika selang bocor, otomatis mesin tidak dapat bekerja dengan baik. Jenis fluida yang dipilih juga perlu ditentukan agar tidak merusak komponen mesin  yang lain.

Jika selang diisi gas, bukan fluida, maka mesin ini berubah menjadi mesin pneumatik. Ada beberapa perbedaan pada mesin hidrolik dan pneumatik antara lain:
  • Mesin hidrolik menggunakan fluida cair yang incompresible sehigga volume tidak berubah jika mengalami tekanan, kebalikannya dengan mesin pneumatik yang menggunakan gas sehingga volume bisa berubah sesuai dengan hukum Boyle: PV = nRT. Ini menyebabkan mesin hidrolik bisa bergerak 2 arah sementara mesin peumatik hanya satu arah saja.
  • Mesin hidrolik berisi cairan yang tetap berada di dalam selang sementara mesin pneumatik harus diisi ulang jika ingin digunakan.

Anak anak dapat mempelajari cara kerja mesin hidrolik dan mesin pneumatik dengan membuat sendiri mesin tersebut, misalnya dengan barang bekas. Contohnya:

Mesin hidrolik dari barang bekas

Mesin peumatik dapat dipelajari dengan menggunakan lego pneumatik yang dapat digunakan untuk anak usia 10 tahun ke atas.

Pengukur tekanan udara dan penyimpan udara

Grabber dari lego technic
 Referensi dari: brosur lego technic

Selasa, 02 Februari 2016

Hujan Gelembung dengan Homemade Automatic Bubble Blower



Ayo kita membuat sendiri mesin gelembung otomatis. Mesin ini dapat dipakai ketika bermain gelembung sambil bermain air, bisa juga digunakan ketika anak sedang mandi agar acara mandi menjadi lebih meriah, atau dalam pesta anak anak untuk memberi kesan yang berbeda.

Bahan

  • Kipas angin (bisa mengambil dari kipas bekas di komputer atau membeli baru)

    Kipas berfungsi meniupkan angin kedalam peniup gelembung busa yang sudah dicelupkan ke dalam cairan sabun

  • Kawat untuk membentuk gelembung busa

    Peniup gelembung dipasang pada tutup botol dan ditempelkan pada poros gear motor
  • gear motor untuk memutar peniup gelembung
  • beberapa kardus bekas sebagai dudukan motor kipas, baterai dan peniup gelembung

  • Baterai dan kabel 
  • Selotip, lakban gunting, dll sebagai pelengkap
  • Kertas warna sebagai hiasan

Mesin hampir selesai



Mesin sesudah dihias

Video dapat dilihat di sini:



Selasa, 12 Januari 2016

Hot Air Balloon Failure

Balon terbang adalah sesuatu yang cukup menarik untuk anak anak. Di beberapa tempat seperti di Wonosobo, balon udara dibuat dalam perayaan khusus seperti pada saat Hari Raya Idul Fitri. Video bisa dilihat di sini (Video dibuat oleh Mbak Dian Zakiyah Darajat sebagai Nara sumber): 



Anak anak di rumah ingin sekali melihat balon terbang. Itu sebabnya kami mencari referensi di internet tentang bagaimana cara membuat balon udara panas atau hot air balloon. Ada beberapa sumber yang dapat menjadi rujukan untuk membuat hot air balloon seperti di arvind gupta (disebut hot air bag yang terbuat dari kantong kresek belanjaan) dan di science toy maker. Science toy maker memiliki beberapa video di youtube yang menjelaskan dengan cukup detail mengenai cara membuatnya, lengkap dengan beberapa penjelasan science yang dapat dipahami oleh anak anak usia sekolah dasar.

Secara ringkas, cara kerja hot air balloon adalah mengisi balon dengan udara panas agar molekul udara bergerak lebih cepat. Tekanan udara di dalam balon udara menjadi lebih ringan dibandingkan di luar balon sehingga balon dapat naik ke atas. Pada balon udara, massa total balon udara harus dibuat seringan mungkin agar balon lebih mudah naik ke atas. Perlu juga diperhatikan bagaimana cara memanaskan balon udara yang tidak berbahaya. Untuk balon yang menggunakan bahan bakar minyak tanah, bensin dan api, harus diusahakan agar balon tidak dapat terguling dan api tidak dapat jatuh ke bawah. Arvind Gupta menggunakan toaster untuk memanaskan balon kantong kreseknya sementara science toy maker menggunakan lilin untuk bahan bakarnya.

Percobaan ini menggunakan lilin sebagai bahan pemanas balon. Hal yang pertama dilakukan adalah membuat dudukan untuk lilin dan memasang rangka tempat mengikat balon plastik. 


Awalnya hanya dua buah lilin besar yang dipakai dan wadah bekas kaleng minuman yang dipotong.

Balon udara yang siap diterbangkan
Ternyata setelah dicoba, balon tidak mau naik ke atas. Ada beberapa kemungkinan mengapa balon tidak mau naik ke atas antara lain: panas balon tidak cukup unuk membuat balon naik, atau berat total balon terlalu besar sehingga sulit untuk naik.

Percobaan berikutnya adalah menambah jumlah lilin agar lebih panas, serta mengurangi berat wadah lilin denagn mengganti kaleng aluminium dengan rangka batang dan aluminium foil. Lilin ditambah menjadi 4 buah.

Dudukan lilin diganti dan jumlah lilin ditambah menjadi 4 buah
Namun ternyata belum berhasil juga. Setelah itu jumlah lilin kembali ditambah dan lilin dipahat agar tidak menambah berat balon. Jumlah lilin yang digunakan kurang lebih sekitar 20 buah.

Lilin yang sudah dikecilkan dan ditambah jumlahnya agar api menjadi lebih besar

Lilin yang sudah dinyalakan
Awalnya balon plastik mulai menggelembung dan udara terasa cukup panas.

Balon mulai menggelembung panas

Tapi ternyata setelah lama menunggu, balon belum juga naik dan mulai meleleh karena panas dari api lilin.
Balon yang bolong

Video bisa dilihat di sini:


Setelah kejadian ini percobaan dihentikan sementara karena perlu mencari bahan  kantong plastik besar yang sesuai. Selain itu mungkin lebih menarik jika percobaan dilakukan dengan lebih terukur.

Ternyata setelah mempelajari lebih lanjut, membuat balon udara dengan lilin sebagai pemanas ini tidak mudah. Banyak sekali faktor yang berpengaruh pada balon udara antara lain:  lokasi, ketinggian dari permukaan laut, temperatur udara pada saat itu, ukuran balon, total massa pada balon, jumlah lilin, dll. referensi yang saya lihat adalah balon udara yang diterbangkan bukan di daerah tropis tapi daerah sub tropis sehingga memiliki iklim, ketinggian dan suhu udara yang berbeda dari negara tropis.

Masalah yang timbul ketika membuat balon ini adalah panas balon membakar plastik terlebih dahulu sebelum udara panas di dalam balon bertambah. Hal ini membuat plastik meleleh sebelum udara dipanaskan oleh lilin.  Solusinya mungkin dengan membuat memilih material plastik yang titik lelehnya lebih tinggi, dan juga cukup ringan, atau denagn mengurangi jumlah lilin agar panas di dalam kantong naik perlahan lahan. Solusi lain adalah dengan mengganti bahan plastik denagn bahan lain yang tidak mudah terbakar seperti kertas minyak.

Kita dapat memanfaatkan eksperimen yang telah dilakukan di: http://www.overflite.com/power.html sebagai studi banding. Untuk 1 cubic foot volume balon dengan 7 lilin dan memiliki gaya angkat 0.25 ounces apda suhu 20.5 derajat celsius. Untuk 5 cubic foot (0.141m3) denagn 20 lilin memiliki gaya angkat 1.25 ounces pada suhu 20.5 derajat celsius.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Rube Goldberg Contraption; Seri Mainan Edukatif

Mainan edukatif yang dibeli di pasaran memang banyak sekali variasinya. Kalau kita meluangkan sedikit waktu, kita bisa juga mengajak anak kita untuk membuat beberapa mainan edukasi sendiri yang berguna bagi perkembangan anak. Selain melatih keterampilan tangan, imajinasi, mewujudkan sesuatu yang konkrit dari yang abstrak, anak anak juga dapat melatih untuk bisa bersabar dan tekun dalam mengerjakan sesuatu. Kesabaran adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan sesuatu yang perlu terus dilatih untuk menghasilkan jiwa yang kuat. 

Jika sudah terbiasa, hal yang menyenangkan bukan hanya didapat ketika bermain, tapi juga ketika membuat dan merancang mainan itu sendiri. Dan bayangkan bagaimana gembiranya anak anak ketika mainan yang dirancangnya itu bisa bekerja. Hal hal seperti ini besar sekali nilainya dibandingkan dengan membeli mainan yang sudah jadi. Dengan membuat sendiri mainan edukatif ini, diharapkan  anak anak bisa merasakan bagaimana sulitnya membuat mainan itu sehingga dia akan lebih menghargai mainan yang didapat dari hadiah atau membeli dengan menggunakan dan menyimpannya baik baik.

Sekilas Tentang Rube Goldberg Machine

 Mesin Rube Goldberg adalah alat, yang dibuat untuk melakukan tugas yang sangat sederhana dengan cara yang sangat rumit,  melalui proses prinsip mekanik sederhana yang menarik (selengkapnya bisa dilihat di wikipedia). Salah satu yang termasuk dalam jenis mesin ini adalah "Chain Reaction". 

Komik Rube Goldberg machine dari wikipedia
Rube Goldberg adalah kartunis yang memberikan gagasan dibuatnya mesin ini lewat kartun buatannya. Mesin ini keluar pada era 'machine age'. Pada waktu itu banyak yang terpesona denagn penemuan mesin mesin baru. Listrik, air mengalir, telepon dan mobil yang baru ditemukan mengubah cara orang hidup dan bekerja. Penemuan mekanik baru untuk membantu dan memudahkan pekerjaan, sangat banyak dibuat di mana mana.

Sekarang mesin ini menjadi salah satu proyek yang dapat dilakukan baik di sekolah ataupun di rumah. Ada beberapa channel di youtube yang dapat dilihat dan dipelajari untuk membuat mesin Rube Goldberg ini. Penerapan Rube Goldberg ke dalam mainan menjadi hiburan tersendiri bagi beberapa kelompok anak anak dari usia 9 tahun sampai usia sekolah menengah ke atas. Banyak juga yang mengadakan kompetisi membuat mesin ini. Pengembangan mesin Rube Goldberg ini sangat beragam, ada yang membuat marble run, chain reaction machine, domino, dll. Mulailah dari hal yang sederhana sebelum membuat sesuatu yang kompleks.

Rube Goldberg sederhana dibuat oleh anak berusia 6 tahun

Bahan Membuat Rube Goldberg Machine

Bahan bahan untuk membuat Rube Goldberg machine ini sangat sederhana dan banyak. Kita bisa membuat dari bahan yang ada di rumah seperti gunting, talenan kayu, sutil atau spatula, barang bekas  misalnya kardus bekas, botol plastik bekas, rol tissue bekas, kalengbekas ataupun mainan mainan yang bersifat generik seperti bola pingpong, kelereng, mainan kayu, domino plastik dll. 


Bahan dari rol tissue bekas, kelerang dan mainan kayu edukatif

Bahan dari bola ping pong, pembungkus paket pos dan giro dan mainan kayu edukatif

Tips 

  • Pilihlah bahan yang aman untuk anak anak. 
  • Pilih juga tempat yang aman dan tidak akan terganggu oleh sirkulasi orang sehingga mainan tidak akan tersenggol secara tidak sengaja oleh orang yang sedang lewat. 
  • Jauhkan juga dari tangan anak anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar.
  • Lebih baik lagi jika anak memiliki meja denagn ukuran yang cukup besar untuk membuat mainannya sehingga ia dapat menyimpan hasil pekerjaannya untuk dilanjutkan lagi keesokan harinya.

Hasil Karya

Di bawah ini adalah beberapa karya anak anak yang sekolah di rumah. Satu mesin ini dibuat kurang lebih satu hari denagn kegagalan sampa 20 dan 30 kali. Kegagalan ditemukan karena mesin belum bekerja, tidak sengaja disenggol oleh pembuatnya atau dimainkan oleh adik adiknya.

  • Marble Runs atau Perosotan Kelereng 
Dengan bahan papan kayu, balok kayu dan kelereng, kita dapat membuat permainan edukatif yang dapat mengusir kebosanan. Mainan ini dibuat oleh anak berusia 11 tahun dalam waktu kurang dari 15 menit saja.


  •  Domino Chain reaction
Membuat permainan domino ini termasuk gampang gampang susah. Utnuk rangkaian sederhana, anak berusia 3 tahun sudah mulai dapat mencobanya. namun utnuk rangkaian yang lebih rumit dan banyak, usia 9 tahun juga masih harus banyak berlatih untuk mendapatkan keberhasilan. Mainan ini cukup lama dibuat karena beberapa kendala seperti: tersenggol diri sendiri, tersenggol orang yang lewat, dimainkan oleh adik adik yang ingin tahu seperti apa hasilnya, dan karena secara prinsip belum benar.

Rainbow domino mainan edukatif

 
Menyusun menara domino yang sengaja dibuat mudah runtuh

 
Domino rainbow dengan rol tissue



Rainbow domino yang hampir selesai, namun harus diulang beberapa kali karena tersenggol

Alat yang dibuat untuk dapat mendirikan domino dengan cepat untuk beberapa kasus