Saturday, April 6, 2019

Unity Platformer Tutorial [Part 1]

Di tutorial part 1 ini, kamu akan membuat sebuah level, menambahkan player, menggerakkan player, dan mengubah warna latar belakang.

Part 1 ini memerlukan waktu minimal 30 menit.

Preview dari game yang akan dibuat

Di tutorial ini, versi Unity saya adalah 5.5.4, menggunakan Dark Theme.
Untuk menginstall unity, ikuti bagian "Menginstall Unity" di artikel ini.

Membuat Sebuah Level

Level adalah sebuah lingkungan/tempat dimana pemain harus melakukan sesuatu untuk melanjutkan ke level yang berikutnya.

Download file berikut:
ground.png
ground grass.png

Upload gambar-gambar ini ke Unity. Supaya file-file kamu rapi, di bagian "Projects", masukkan gambar-gambar itu ke sebuah folder bernama "Assets". Kamu juga akan membuat folder bernama "Scene" yang akan membuat game per level (Lihat pada gambar di bawah).

Select gambar-gambar itu ("ground" dan "ground grass") di bagian Projects.
Di Inspector, ubahlah nilai Pivot menjadi "Bottom Left", dan Wrap Mode menjadi "Clamp".
Klik Apply.



Mengapa kita ubah nilai Wrap Mode? Supaya gambar (di bagian Game) menjadi lebih bagus.

Perhatikan garis hijau di gambar Wrap Mode: Repeat

Kemudian buatlah sebuah GameObject (Hierarchy -> Create -> 2D Object -> Sprite) dan berikan sebuah nama "ground" dengan mengubah nama New Sprite di Inspector atau mengklik satu kali di bagian Hierarchy. Di Inspector -> Sprite Renderer, ubahlah nilai Sprite menjadi ground.png.
Lakukan yang sama untuk ground grass.png, buat sebuah sprite baru.

Tips: Selain cara di atas, kamu bisa men-drag gambar-gambar itu ke bagian Hierarchy, sebuah Sprite akan otomatis dibuat oleh Unity. (jangan men-drag dua gambar sekaligus)


Jangan lupa untuk men-save scene (Ctrl+S), berikan nama "Level 1", kemudian masukkan scene itu ke folder "Scenes".

Tambahkan Box Collider 2D ke sprite-sprite itu dengan mengklik tombol "Add Component" di bagian Inspector. Pilih Box Collider 2D.

Setelah itu, buatlah sebuah level kecil dengan men-copy sprite-sprite itu dan memindahkannya di bagian Scene.
Tip: Jangan bikin level yang terlalu besar, karena nanti level yang telah dibuatakan dihapus di part 2.

Keyboard shortcuts:
Ctrl+C = Copy
Ctrl+V = Paste
Ctrl+D = Duplicate

Memindahkan blok-blok itu tidak harus rapi, karena di Unity ada sebuah fitur otomatis. Pilih sprite-sprite yang akan dirapihkan, klik Edit -> Snap Settings... dan sebuah window kecil akan muncul. Klik "Snap All Axes".


Sekarang, mari kita rapikan blok-blok itu (Ground dan Ground grass).
Pertama, klik Create -> Create Empty, kemudian ubah namanya menjadi "tiles".
Di Inspector, ubah posisi X dan Y menjadi 0.
Right-klik tiles dan pilih "Create Empty", beri nama "Ground".
Di tiles, Create Empty sekali lagi, beri nama "Ground grass".
Masukkan "ground (...)" ke "Ground", dan "ground grass (...)" ke "Ground grass", seperti ini:


Menambahkan Player

Sekarang, mari kita tambahkan sebuah player. Download gambar berikut:

player.png
Masukkan gambar itu ke folder "Assets" (bagian Project).
Buat sebuah GameObject untuk player di bagian Hierarchy. Tambahkan komponen Circle Collider 2D dan Rigidbody 2D (di bagian Inspector, Add Component). Periksa bagian Hierarchy, dan pastikan player tidak ada di dalam GameObject "tiles".

Harusnya Unity kamu kurang lebih sama dengan gambar berikut:


Klik play. Player akan jatuh karena di komponen Rigidbody 2D ada gravitasi.
Player akan berhenti ketika player menyentuh sebuah blok, karena player dan blok itu memiliki sebuah Collider 2D.
Tips: Kalau kamu mau mengubah sesuatu, jangan lupa untuk keluar dari playmode dengan mengkik tombol play, karena membuat perubahan di playmode tidak akan tersimpan.

Menggerakkan Player

Yang harus kita lakukan untuk menggerakkan player adalah membuat sebuah script.
Di bagian Project, buat sebuah folder "Scripts". Right-klik folder itu dan pilih Create -> C# Script, namakan script itu "Player".
Tambahkan script itu ke GameObject "player". (Di bagian Inspector, klik Add Component -> cari "Player")
Kemudian double-klik script itu, dan mestinya MonoDevelop akan terbuka kalau versi Unity kamu adalah 5.x.x. Tapi kalau versi Unity kamu adalah 2018.x.x, mestinya yang terbuka adalah Visual Studio.

Isi script itu mestinya seperti ini:

Player.cs
Isi script ini adalah default, Unity akan otomatis membuat sebuah kode seperti di atas.
Fungsi Start () adalah sebuah fungsi yang akan otomatis dipanggil oleh Unity ketika game kamu dimulai.
Fungsi Update () adalah sebuah fungsi yang akan otomatis dipanggil setiap frame.
Mari kita ubah script itu menjadi seperti berikut:

Player.cs

Save script itu (Ctrl+S) dan run Unity. Harusnya player bergerak ke kanan.

Penjelasan Script

Awalnya, kita mendeklarasi variabel rb dengan tipe "Rigidbody2D" dan variable movespeed dengan tipe "int" dan nilai standar 1.
Kemudian, di dalam fungsi Start (), kita mengambil komponen Rigidbody 2D dari player (GameObject) ke variabel rb. (karena script ini ada di komponen GameObject player)

Nilai variabel rb akan menjadi komponen Rigidbody2D dari player

Di dalam fungsi Update (), kita menambahkan nilai x dari "velocity" dari variabel rb dengan movespeed. Kemudian kita membagi nilai x dari "velocity" dari variabel rb dengan 1.2, supaya player tidak bergerak terlalu "licin".

Sekarang, player sudah bergerak. Tapi kita mau menggerakkan player dengan menekan tombol keyboard.
Kita perlu menggerakkan player ke kanan jika tombol panah kanan ditekan, dan ke kiri jika tombol panah kiri ditekan.
Untuk melakukan itu, kita dapat menggunakan beberapa statemen if di script player.
Edit script Player.cs menjadi seperti berikut:

Player.cs

Harusnya kamu bisa menggerakkan player dengan menekan tombol keyboard.
Kita akan membuat player melompat di Part 2.

Mengubah Ukuran Player

Player akan tersangkut di antara dua blok yang berdekatan:


Ini terjadi karena ukuran player sama persis dengan blok-blok itu. Untuk mengatasinya, kita perlu mengubah ukuran si player.
Ubah komponen Transform dari player, Scale X dan Scale Y menjadi 0.95, seperti gambar berikut:


Selesai!

Mengubah Warna Latar Belakang

Untuk mengubah warna latar belakang, kita ubah Main Camera -> komponen Camera -> nilai Background menjadi sebuah warna yang kamu sukai.

Warna yang saya gunakan adalah #81D5FF00

Kalau game kamu kurang lebih adalah seperti ini, kamu sudah selesai!



Kalau belum, periksa script Player.cs dan Unity.
Mungkin script kamu belum di save, atau ada sebuah langkah yang belum dilakukan, atau ada sebuah kesalahan ketika menulis blog ini.

Silahkan tinggalkan sebuah komentar kalau ada masalah atau ada sesuatu yang kurang jelas.

Friday, March 8, 2019

Mendampingi Anak-Anak Belajar Makan Minum Sehat

Makan dan minum adalah kegiatan yang dilakukan manusia secara terus menerus sejak kecil hingga dewasa. Makan dan minum, seperti juga berbicara, berjalan, merangkak, dan lain lain adalah suatu proses belajar yang dilaksanakan secara bertahap dan tidak serta merta dapat dilakukan oleh bayi sejak lahir. Biasanya kita mulai memberi makan dan minuman tambahan setelah usia 6 bulan. Pada tahap ini biasanya anak masih menyusu ASI, tapi sudah membutuhkan makanan tambahan agar kebutuhan gizinya dapat terpenuhi. Pada masa ini ada anak yang sudah mulai mengalami masa tumbuh gigi.

Awalnya, kita kenalkan dulu makanan  dalam jumlah sedikit dengan rasa yang sederhana dan mengandung banyak tepung seperti buah pisang, kacang hijau dan beras merah. Pelan-pelan porsi makanan kita tambah dan jenis makanan juga kita perbanyak. Kita kenalkan sayuran, seperti bayam, brokoli, wortel, umbi umbian protein seperti tempe, hati ayam, kaldu daging sapi, bakso, dan lain lain. Makanan dengan tekstur halus lambat laun diganti menjadi nasi tim saring, dan akhirnya nasi tim yang tidak disaring. Jangan bosan untuk mengajarkan anak makan walaupun sulit, karena ini adalah titik awal ia belajar makanan yang akan terus dilakukannya hingga besar nanti. Kegiatan belajar makan dari mengunyah serat halus hingga serat yang agak kasar akan berpengaruh pada banyak hal seperti tumbuh kembang anak,  pembentukan rahang dan gigi, pencernaan anak, dan lain lain.

Nah, jangan kuatir jika pada masa ini kita merasa kurang sukses. Ada anak anak yang memang tidak kesulitan belajar makan, tapi ada juga yang sangat sulit. Kita harus mencoba mencari tahu mengapa dia tidak mau makan. Ada beberapa kemungkinan seperti:
  • Tidak suka dengan rasa makanan baru. Kenalkan makanan baru sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Kalau dia tidak suka, mungkin kita bisa mencampurnya dengan makanan yang sudah lebih dulu dikenalnya atau susu formula yang sudah lebih dahulu disukainya
  • Lebih suka dengan ASI dan tidak mau yang lain. Coba  beri jarak antara waktu makan dan ASI. Ketika sudah lapar, coba berikan sedikit makanan terlebih dahulu sebelum memberi ASI
  • Tidak suka makan makanan berserat walaupun halus. Nah, ini yang membutuhkan kesabaran, mungkin makanan yang diberikan seratnya kurang halus sehingga perlu diblender dan disaring kembali
  • Tidak suka makanan dalam porsi cukup banyak. Berikan dalam porsi sedikit terlebih dulu.
  • Pernah tersedak ketika disuapi sehingga trauma. Bujuk dan alihkan perhatiannya. Berikan makanan sambil memperhatikan caranya makan. 
  • Masih belum tahu sebabnya. Jika kita masih belum tahu apa penyebab anak kita tidak mau makan, kita bisa membawanya ke dokter anak untuk memeriksa bagian pencernaannya. Kita juga bisa membawanya ke dokter gigi anak untuk memeriksa keadaan gigi, lidah, gusi dan rahangnya karena jika pertumbuhan gigi dan rahangnya ada kelainan, kegiatan belajar makan pada anak dapat terpengaruh.

Salah satu anak saya, pada usia 6 bulan selalu menolak jika diberi makananan tambahan. Padahal saya sudah berusaha semampu saya untuk menyediakan makanan yang hangat, bervariasi dan lengkap dengan berbagai bujukan dan hiburan. Tapi tidak mempan juga. Dia baru mulai makan ketika sudah disapih pada usia 2 tahun dan mungkin mulai merasa lapar. Ok, kalau begitu ayo belajar makan.

Yah, memang agak terlambat untuk mulai belajar makan, tapi mungkin lebih baik daripada tidak sama sekali. Berbagai asupan makanan yang dapat dijadikan lauk ataupun kudapan, baik membeli jadi dan membuat sendiri, saya coba. Saya berusaha semaksimal mungkin agar pertumbuhan anak saya tidak terlambat. Tapi yah, begitulah, kadang berhasil, tapi banyak gagalnya juga. Walaupun banyak makanan yang terpaksa saya makan sendiri karena tidak ingin membuang buang makanan, acara belajar makan untuk anak saya tetap dilanjutkan.

Walaupun saya sudah membiasakan makan segala jenis makanan tanpa pilih pilih, ternyata anak saya yang satu ini tidak dapat melakukannya. Ia memiliki selera makan yang kuat dan sulit berubah. Dia tidak suka makan sayur dan buah. Itu sebabnya ia sering meninggalkan piring makannya dalam keadaan penuh dan akhirnya, saya yang menghabiskan semuanya. Masalah memilih makan ini juga pernah membuatnya mengalami gangguan pencernaan yaitu sembelit. Beberapa kali sering ia terpaksa berlama-lama di kamar mandi karena sulit BAB. Akhirnya saya berusaha menjelaskan kepadanya bahwa tidak makan sayur dan buah dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti BAB yang dialaminya. Setelah itu ia mulai terpaksa untuk belajar makan sayur dan buah., Itupun jenisnya sangat terbatas dengan jumlah yang sangat sedikit. Ia masih sulit makan dan memang pertumbuhan badannya juga di bawah rata rata anak seusianya.

Lambat laun saya menemukan apa yang disukainya salah satunya adalah segala makanan olahan susu seperti keju dan susu. Untuk susu, saya sangat berhati hati memilih. Apalagi yang saya ketahui, hampir sebagian besar orang Asia memiliki 'Lactose Intolerant' yaitu memiliki pencernaan yang kurang baik untuk mencerna protein susu. Namun untuk keju dan yogurt, saya ambilkan semua yang mereka suka. Aneka keju baik yang dimakan langsung seperti' keju slice' atau dimasak terlebih dahulu seperti 'mozzarella', disediakan di rumah. 

Yogurt selalu kami simpan di kulkas. Yogurt ini bisa kami campur denagn buah, biskuit, dan lain Minum yogurt yang memang sangat baik karena mengandung kultur fermentasi yang menyehatkan. Sayangnya, anak saya masih sulit untuk minum Yogurt. Sepertinya dia kurang begitu suka dengan yogurt yang rasanya asam walaupun sudah ditambah gula, madu dan buah buahan.

Sayang sekali, padahal yogurt yang berasal dari susu yang difermentasi, sebetulnya lebih baik dari susu. Saat susu ditermentasi, kadar vitaminnya akan meningkat karena bakterinya seperti  Vitamin B1, B2, B6, asam folat, asam pantotenat, dan biotin.  Fermentasi membuat laktose yang ada pada protein susu lebih mudah dicerna dan ini sangat baik untuk anak anak yang memiliki masalah  'Lactose Intolerant'. Bakteri asam laktat dalam yogurt juga membantu keseimbangan mikroflora dalam usus yang dapat mengurangi gangguan pencernaan lainnya.

Sampai akhirnya saya menemukan minuman: Yo! Yogurt for kids.Yo! dibuat dari yogurt berkualitas dengan serat buah dan sayur dengan rasa yang enak. Biasanya yogurt terasa asam sehingga anak anak sulit untuk meminumnya.Apalagi jus sayuran rasanya ya, begitulah, muingkin kurang menarik di lidah anak anak. Tapi Yo! tidak terasa asam sama sekali. Rasa susu, buah dan sayur yang segar membuat minuman ini tidak dapat ditolak bahkan bagi anak saya yang 'picky eater' sekalipun. Apalagi ada pernyataan dari website YO! bahwa dengan mengkonsumsi 1 kotak Yo! setiap hari,  30% kebutuhan serat harian anak dapat terpenuhi.

Ada 4 varian rasa Yo! yang dapat dipilih yaitu:

1. Banana Berries Brocolli
2. Raspberry Pumpkin
3. Mango Carrot
4. Lychee Spinach

Anak anak di rumah paling suka  rasa Mango Carrot dan Banana Berries Brocolli. Kita bisa lihat bahwa minuman Yo! memberikan banyak varian rasa sayur dan buah dalam satu kotak minuman, Berbeda denagn minuman kemasan lain yang memiliki rasa pisang, strawberry atau coklat. Ini adalah poin lebih yang diberikan oleh Yo! menurut saya. Dengan variasi rasa aneka sayur dan buah, diharapkan nantinya anak anak akan suka dengan rasa sayur yang asli yang sering dikonsumsi di rumah seperti bayam, wortel, labu kuning, brokoli, dan lain lain.

Apa saja yang terdapat dalam 1 kotak minuman Yo! ini?  Seperti dalam kemasan tertulis komposisi minuman Yo! Mango Carrot yaitu:  Air, Yogurt skim, sukrosa, Krimer Nabati, Serat larut air, penstabil pektin, Mangga bubuk,Perisa identik Alami mangga, konsentrat wortel, wortel bubuk, serta anti oksidan Tokoferol. Kalau kita baca bahan bahan di atas, sepertinya cukup aman untuk dikonsumsi anak anak tanpa ada tambahan pewarna dan pengawet buatan.
 
Terus terang, setelah bertemu dengan minuman ini rasanya hidup saya agak lebih tenang. Karena saya tidak usah pusing memikirkan apakah anak saya sudah cukup asupan makannya untuk hari ini. Saya juga tidak perlu pusing lagi melihat makanan yang tidak habis karena sejak ada minuman ini, dia lebih semangat makan dan tidak takut untuk mencoba makanan baru yang terlihat aneh dan asing di depan matanya. Seperti pada waktu itu..."Bu, ini apa? ".  "Ooh ini labu kuning atau Pumpkin, seperti sayuran yang ada di minuman Yo! itu lho..!". Tentu saja asupan minuman ini perlu dibantu denagn asupan makanan sehari hari berbentuk makanan berat dan makanan selingan agar pertumbuhan anak dapat berlangsung dengan baik.

Sekarang anak saya yang berusia 12 tahun, dan juga yang masih berusia 5 tahun, semua masih mengkonsumsi Yo!. Bahkan ketika membawa bekal makanan, mereka tidak lupa membawa Yo! sebagai minumannya.

Bekal anak usia 12 tahun
Ini bekal si anak 12 tahun. Waktu itu dia cuma pergi sebentar sehingga hanya membawa cemilan ala kadarnya. Isi kotak bekalnya adalah : crackers dan keju slice, donat coklat pink lava dan nggak lupa Yo! Mango Carrot untuk memenuhi kebutuhan gizi dan serat. 

Bekal anak usia 5 tahun

Ini bekal anak saya yang usia 5 tahun. Isinya Nasi beras merah campur putih, tumis brokoli wortel, bandeng presto goreng dan tidak lupa Yo! Mango Carrot untuk memenuhi kebutuhan gizi dan seratnya. Bekal ini dinikmati ketika makan siang dan cukup mengenyangkan hingga sore hari waktu makan makanan selingan.

Friday, September 7, 2018

Soal Ujian IPA Tingkat SD 2018 Yang Membingungkan

Ini adalah soal Ujian IPA yang ditemukan oleh anak saya yang sedang mengikuti ujian Paket A yang diselenggarakan oleh PKBM daerah setempat.Walaupun ujian ini dikerjakan tanpa persiapan, tapi ia berusaha mengikutinya sampai selesai. 
Ia bercerita bahwa pengawasnya ada yang sempat tersenyum senyum ketika membaca jawabannya. Kebetulan kami menemukan soal ujian IPA SD yang serupa di internet. Soalnya adalah soal essay seperti ini:


Saya sebagai orang tua juga ternyata kesulitan menjawab pertanyaan ini. Jenis benda, apakah ditentukan dari materialnya, atau sifat kimianya atau sifat fisikanya , atau lainnya. Bentuk, hanya gelas yang dapat dijawab dengan bentuk silinder. Bentuk lainnya yaitu balon dan sepatu bukan bentuk geometri sederhana.  Lalu yang dimaksud dengan volume itu apakah diminta menghitung volume masing masing benda , tapi tidak ada petunjuk lain yang dapat membantu menyelesaikan soal tersebut.

Anak saya rupanya menebak maksudnya jenis benda itu adalah jenis benda padat cair dan gas. Namun ia berkata sulit menjawabnya karena pada setiap benda ada lebih dari satu jenis. Balon misalnya, didalam balon adalah gas mungkin udara biasa atau hidrogen, sementara kulit balon itu terbuat dari benda padat. Gelas, terbuat dari kaca, benda padat, sementara isinya adalah benda cair. Sepatu, tali sepatu dan kulit sepatu dari benda padat, namun di dalam sepatu akan terisi udara. Awalnya ia menjawab benda padat, benda padat dan benda padat karena berfikir kalau yang dijawab adalah selubungnya saja. Tapi setelah pengawasnya tersenyum simpul, ia mengubah jawabannya menjadi isinya saja yaitu balon= gas, gelas= air dan sepatu= gas. nah, sepertinya ia berusaha konsisten, dalam keadaan agak bingung dan bertanya tanya.



Tuesday, September 4, 2018

Memperbaiki Rem Sepeda Bagian Depan

Tulisan anak yang berusia 12 tahun

Sepedaku sudah lama tidak dinaiki, aku sudah lama tidak menaikinya karena rem depannya rusak.  Setelah diperiksa, ternyata bagian ujung kabel yang menyambungkan kabel dan rem putus

Aku memberitahu hal tersebut ke bapakku yang kemudian membelikan kabel rem sepeda baru. Setelah itu aku belajar memperbaiki rem sepeda. Apa saja yang harus dilakukan ketika kabel dan rem terputus?

1. Melepas kabel rem lama:

Diatas roda depan ada sekrup, buka sekrup itu, didalamnya ada lubang, didalam lubang ada kabel rem lama, ambil kabel yang ada di dalam lubang di sekrup
sekrup yang mesti dibongkar

2. Memasang kabel rem baru:

Pada kabel rem yang baru kita akan melihat bulatan kecil di bagian ujung. Masukkan bulatan kecil yang berada di ujung kabel rem baru pada tempatnya yaitu pada bagian setang sepeda.

pada gambar diatas adalah bulatan kecil yang telah dipasang (terlihat dari bawah)
kabel rem yang telah disambung pada rem dengan bulatan kecil
 (terlihat dari atas)

kotak kecil yang berada di samping roda terlihat dari samping
Masukkan ujung rem yang lain pada lubang di sekrup yang tadi dibongkar, lalu pasang sekrup pada tempatnya dengan agak longgar, tahan kedua kotak kecil yang berada disamping roda.  Tahan sampai menyentuh roda, lalu rapatkan sekrup yang harus dipasang pada bagian yang berlubang.

Membuat Ulang Pie Chart Dari XKCD Dengan Kertas

Tulisan anak berumur 9 tahun yang akhirnya mau belajar menulis. 

Saya menemukan gambar pie chart seperti ini di xkcd (https://xkcd.com/2031):



Gambar yang berada di sebelah kiri tidak tepat karena jumlah total pie chart lebih besar dari 100 persen. Setahu saya, ketika belajar matematika, jumlah pie chart harus 100 % dengan jumlah sudut 360 derajat. Apakah kita bisa membuat pie chart lebih dari 360 derajat? Menurut XKCD, pada gambar di sebelah kanan, kita bisa membuat pie chart yang jumlahnya lebih dari 100%, tapi bentuknya jadi berbeda. Saya mencoba membuat ulang bentuknya dalam kertas. Hasilnya seperti ini:


Cara membuat:

bahan-bahan yang diperlukan:

  • busur derajat
  • gunting
  • 4 kertas warna-warni
  • alat tulis
sekarang kita perlu mengubah persen menjadi derajat,  di berikut adalah rumus mengubah persen menjadi derajat.

derajat=360÷(100÷persen)

di berikut adalah angka beberapa persen yang telah disarankan
  1. 40
  2. 45
  3. 15
  4. 30
lalu buat titik di tengah kanan.
lalu taruh busur derajat seperti gambar berikut:


lalu buat titik di angka derajat dengan rumus tadi
lalu buat garis di antara titik yang tadi sampai ke 0 derajat
lalu ambil busur derajat
lalu buat garis dari titik sampai ke titik yang tadi



lalu ambil busur derajat menjadi sebagai berikut


lalu gunting gambaran alat tulis itu menjadi potongan-potongan
lalu buat lagi sampai potongan-potongannya ada 4
lalu sambungkan potongan-potongannya
Selesai!

Monday, August 13, 2018

“Cari Saja Jawabannya Di Google”



Kalau dipikirkan, sepertinya kegiatan belajar anak-anak di zaman sekarang jauh lebih enak dibanding zaman orang tuanya, atau zaman kakek neneknya. Dulu, kita harus berusaha keras memahami apa yang disampaikan oleh guru, membaca buku pelajaran yang mungkin sangat sulit didapat, mendapat hukuman ketika tidak dapat mengerjakan soal di depan kelas atau terpaksa untuk menerima nilai yang buruk karena tidak dapat mengerjakan soal ujian dengan baik. 

Sekarang, pilihan anak-anak lebih luas. Kalau tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru di kelas, atau tidak paham dengan buku pelajaran di sekolah, mereka bisa mencari informasi tentang pelajaran tersebut di tempat lain seperti di Internet. Anak juga dapat bergabung dengan kelompok media sosial untuk berdiskusi bersama, bergabung dengan kelas tutorial yang disediakan secara "on-line", atau  mengirim surat elektronik kepada siapa saja yang dapat menjelaskan pelajaran tersebut.

Mau belajar keterampilan seperti kerajinan tangan, melukis, komputer dan lain lain? Kalau dulu, mungkin harus ikut kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Harus ikut orientasi siswa baru dulu untuk bisa diterima di unit sekolah. Setelah itu harus bergaul  dengan kawan satu angkatan atau dengan senior-senior yang perilakunya sangat beragam. Sekarang? Hampir semua kegiatan ini bisa diperoleh di Internet, baik sebagai program kursus berbayar ataupun gratis di dalam ataupun di luar negeri. 

https://www.dreamstime.com/stock-photos-children-social-networking-conceptual-illustration-laptops-share-multimedia-information-internet-image38367563

Zaman sudah berubah. Setelah ada Internet, hiburan, ilmu pengetahuan dan kegiatan ekstra kurikuler dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Seharusnya proses belajar dan mengajar menjadi lebih mudah dengan adanya Internet. Tapi betulkah demikian? Ternyata tidak juga. Internet, komputer dan alat bantu mengajar lainnya memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi kegiatan belajar. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://www.kemdikbudgo.id/main/blog/2016/09/pentingnya-peran-keluarga-dalam-pengasuhan-anak-di-era-digital.)

Beberapa dampak positif dari Internet bagi proses belajar adalah:

  • Kemudahan akses informasi membuat sumber bahan ajar menjadi lebih banyak. Siswa dapat mengakses Internet untuk mendapatkan sumber bahan pelajaran dari video, 'infografis' atau ikut kelompok belajar tertentu yang berasal dari seluruh dunia. Dengan Internet, siswa mendapat wawasan yang lebih luas.
  • Internet mempermudah berlangsungnya komunikasi jarak jauh. Dengan Internet, kita dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat,baik dengan teman dan keluarga. Hubungan keluarga yang terbatas dengan jarak, menjadi lebih dekat dengan melakukan komunikasi jarak jauh lewat Internet. Kemudahan komunikasi antar pelajar membuat proses diskusi dan tukar-menukar informasi dapat dilakukan dengan cepat. Ini memberi kesempatan pada siswa untuk belajar berdiskusi dan bekerja sama tanpa hambatan jarak dan waktu.
  • Internet juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan hasil karya baik karya seni, karya tulis, kerajinan tangan, dalam bentuk gambar, video dan tulisan. Dengan cara ini siswa bisa mempromosikan karyanya, berdiskusi dengan siswa yang memiliki minat yang sama, atau belajar berwirausaha.
  • Internet membuka peluang untuk siswa belajar mandiri, mempelajari berbagai ilmu baru yang belum diajarkan di sekolah seperti mempelajari berbagai aspek teknologi dari Internet, belajar menyampaikan informasi dengan baik dan benar, belajar membuat video sendiri, belajar desain grafis, 'web design', dan lain-lain.

Kemudahan mendapat informasi dari Internet ini juga membawa banyak dampak negatif antara lain:

  • Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru di dalam kelas karena merasa bisa mendapatkan semua penjelasan dari Internet. Proses diskusi, menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas, dan lain-lain menjadi kurang serius karena ada anggapan semua jawaban dapat dapat ditemukan di Internet.
  • Siswa juga dapat mengakses beberapa situs Internet yang memberikan tutorial atau bahkan mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari tugas yang diberikan di sekolah secara gratis atau berbayar.  Ini menyebabkan proses mencoba sendiri, berlatih, belajar mengumpulkan informasi dan berani mengulang kembali ketika gagal atau salah menjadi berkurang.
  • Banyaknya kebiasaan baru akibat adanya Internet seperti
  1. 'Multi-tasking' yaitu melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu seperti menggabungkan kegiatan belajar di kelas dengan membuka media sosial pada gadget masing-masing. Kegiatan ini dapat mengurangi kemampuan akademik siswa karena melakukan dua kegiatan secara serentak membuat konsentrasi menjadi bercabang sehingga sulit memahami pelajaran.
  2. Menunda pekerjaan dan tugas karena beranggapan seluruh tugas dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat dengan memanfaatkan Internet.
  3. Menggunakan tata bahasa dan ejaan yang kurang benar untuk mempersingkat tulisan ketika berkomunikasi 'on-line'. Hal ini menyebabkan kemampuan menulis dengan ejaan dan tata bahasa yang baik dan benar semakin berkurang.
  • Kemudahan informasi dan komunikasi dapat menyebabkan terlalu banyaknya informasi. Terlalu banyak informasi bisa menimbulkan kebingungan. Siswa menjadi tidak tenang karena tidak mampu membedakan mana yang betul dan salah.
  • Kebudayaan dari luar Negara dapat masuk tanpa kendali dan berpengaruh pada siswa.
  • Banyaknya iklan dan video yang tidak pantas dilihat oleh pelajar yang berpengaruh pada perkembangan jiwa siswa.
  • Adanya kasus intimidasi dunia maya yang menyebabkan kegelisahan bahkan mendorong remaja untuk melakukan bunuh diri.
  • Tidak semua pengguna media sosial dapat dijadikan panutan. Beberapa pengguna media sosial ada yang memberi contoh kurang baik atau membuat efek pencitraan yang tidak benar. Siswa yang sedang mengalami krisis identitas dapat menjadikan tokoh ini sebagai panutan sehingga membuat konten atau memberi komentar yang kurang pantas, membuat pencitraan, menyebarkan berita tidak benar, dan lain-lain.
  • Internet juga menimbulkan ketagihan dan menghabiskan waktu yang cukup banyak. Banyaknya waktu yang dihabiskan dengan Internet membuat kegiatan fisik dan kegiatan lain yang dilakukan tanpa komputer menjadi semakin berkurang.
  • Masalah kesehatan akan timbul akibat penggunaan Internet yang berlebihan seperti postur tubuh yang buruk, gangguan mata serta ketegangan fisik dan mental. Pada anak usia balita. penggunaan gadget berlebihan memberikan beberapa masalah seperti:  mengalami perkembangan otak dan emosi yangg tidak sempurna, memiliki memori jangka panjang yang buruk, emosi yang tidak stabil, sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir, dan lain lain. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3277)

Dari uraian tentang dampak positif dan negatif di atas, kita dapat melihat bahwa Internet, seperti teknologi lainnya dapat memberi kebaikan ataupun keburukan. Setiap pengguna Internet, bukan hanya siswa, harus memiliki kesadaran ini agar dapat memanfaatkan Internet dengan baik. Di sini peran keluarga dan para pendidik sangat besar.
(Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3604)

Mendampingi anak agar dapat memanfaatkan Internet sebaik baiknya  adalah tantangan bagi orang tua dan para pendidik. Hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat karena proses pendidikan membutuhkan waktu. Sebagai orang tua kita harus mempersiapkan diri dengan menambah wawasan dan ilmu tentang pemanfaatan media sosial agar dapat mendampingi dan memberi contoh yang baik pada anak. (Silahkan lihat lebih lengkap di: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3604)

Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari berbagai sumber, mendidik anak agar dapat memanfaatkan Internet dengan baik,  sangat berhubungan dengan mendidik anak dalam hal lain seperti: mengajak anak untuk memiliki cita-cita dan tujuan, memberi motivasi untuk selalu belajar dan memanfaatkan waktu sebaik baiknya, mengajarkan Agama agar dapat mengingat Tuhan dan dapat berbakti kepada masyarakat. 

Sejauh mana kita dapat memanfaatkan Internet untuk pendidikan anak dan apa saja yang dapat dilakukan ? 

Salah satu kunci dari pendidikan anak adalah kepercayaan. Sebagai orang tua, kita perlu mendapatkan kepercayan dari anak agar anak-anak selalu bertanya dan merujuk kepada kita sebagai orang terdekat untuk mendapat panduan dan bimbingan. Posisi sebagai orang tua tidak menjadikan kita secara otomatis menjadi pihak yang paling dipercaya oleh anak, walaupun secara moral dan agama, hal itu sangat dituntut. Untuk mendapatkan kepercayaan anak, kita perlu memberikan kasih sayang, rasa aman, dan contoh yang tepat. Kita juga harus selalu menjaga komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Dalam beberapa hal, Internet mungkin dapat membantu kita. Kita dapat memanfaatkan media komunikasi untuk sekedar menyapa anak jika berada dalam jarak yang jauh, misalnya ketika sedang ada di kantor, atau ketika anak sedang melakukan kegiatan eksra kurikuler di sekolah.
  • Usia Bayi hingga 2 tahun

Suasana yang nyaman, kebutuhan yang terpenuhi serta penerimaan yang baik dan positif sangat berpengaruh pada perkembangan bayi. Pada masa ini sebaiknya anak dididik tanpa gadget dan Internet untuk mengurangi kerusakan fisik akibat radiasi. Kenalkan anak pada suasana alam terbuka, kegiatan fisik, kegiatan motorik halus sesuai dengan usianya. Respon yang baik dan cepat dari orang tua akan membuat bayi merasa nyaman. Di masa datang, respon yang cepat dan positif ini akan ditiru oleh anak ketika berhadapan dengan orang yang dikenalnya.
  • Usia 2 tahun hingga Usia sekolah


Untuk orang tua yang sibuk, mau tidak mau gadget dan Internet menjadi salah satu pilihan sebagai alternatif kegiatan pada anak. Mungkin ini bukan ide yang buruk, asal kita berhati-hati memanfaatkannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
  • Mengatur waktu penggunaan gadget. Usia anak balita masih membutuhkan banyak kegiatan fisik untuk mendukung perkembangan motorik halus dan motorik kasar. Itu sebabnya jika kita ingin menggunakan gadget dan Internet sebagai salah satu kegiatan anak, kita harus mengatur waktunya dengan baik. Jangan sampai anak kehabisan waktu untuk mengerjakan kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi perkembangannya karena bermain gadget.
  • Jaga agar anak terlindung dari konten negatif atau iklan-iklan yang kurang bermanfaat yang terdapat di Internet.  Sebagai orang tua kita bisa belajar memasang 'Adblock' di Internet dan memeriksa kembali apa yang sudah dilihat oleh anak lewat halaman 'History'. Periksalah terlebih dahulu  apa yang terdapat dalam aplikasi yang akan digunakan oleh anak, siapa tahu ada iklan yang dipasang tersembunyi di bagian tengah aplikasi, atau ada konten aplikasi yang kurang tepat untuk anak.
  • Berikan aplikasi yang tepat, sesuai dengan kemampuannya. Tidak semua aplikasi belajar atau permainan memiliki konten dan manfaat yang baik pada anak. Anak-anak akan cukup puas jika mendapat aplikasi belajar atau permainan dengan gambar yang bagus, apalagi jika memiliki efek animasi dan suara yang penuh kejutan. Namun sebagai orang tua, kita perlu memilihkan aplikasi yang bermanfaat dan kita perlu melihat, apakah tujuan belajar dengan menggunakan aplikasi itu dapat tercapai atau tidak. Hindarkan permainan yang kurang bermanfaat bahkan berbahaya pada anak. Ada beberapa game yang berbahaya bagi anak, seperti yang disampaikan oleh Wahyu Farrah Dina, Direktur Indonesia Heritage Foundation pada Seminar Pendidikan Keluarga Duta Oase Cinta Kemendikbud, pada tautan ini: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/view&id=2499.
Sebelum menggunakan internet dan gadget, sebaiknya anak-anak dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat memanfaatkan internet dan gadget sesuai dengan kebutuhannya.Beberapa hal yang dilakukan sebagai persiapan antara lain:

  • Menumbuhkan motivasi dan semangat anak untuk belajar, mengamalkan apa yang dipelajarinya dan memiliki cita cita yang tinggi agar dapat berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara. Motivasi dan cita cita ini akan menjadi salah satu kendali bagi anak agar mampu menggunakan gadget dan Internet sesuai dengan kebutuhan.
  • Mengajak anak untuk mengatur waktu dengan baik dan membuat jadwal sehari hari agar anak dapat belajar disiplin. Kenalkan masalah yang akan muncul jika kita menunda-nunda pekerjaan, atau menghabiskan waktu terlalu banyak untuk pekerjaan yang tidak terlalu penting.
  • Mulai mengenalkan bahasa asing selain bahasa yang biasa dipergunakan sehari-hari di rumah agar anak dapat menggunakan Internet dengan baik melalui buku cerita, film atau media lainnya.
  • Mengenalkan banyak kegiatan lain selain menggunakan gadget seperti berolahraga, berkebun, berjalan-jalan mengamati alam, membaca buku, melakukan percobaan sederhana, membuat kerajinan tangan, bertukang, belajar menggambar, memotret, musik, berbelanja, memasak, dan lain-lain.
  • Jika anak menunjukkan minat yang besar dengan gadget dan komputer, ajak anak untuk mempelajarinya. Ada beberapa aplikasi membuat permainan sederhana yang dapat dipelajari untuk anak. Kalau senang bermain aplikasi, ada baiknya anak belajar membuat aplikasi yang dapat digunakan untuk dirinya sendiri dan untuk teman-temannya.
  • Ajak anak untuk belajar membedakan mana informasi yang benar dan informasi yang tidak benar agar kelak anak dapat membedakan mana berita yang benar dan tidak. Hal ini dapat dilakukan ketika sedang mendampingi anak belajar ilmu pengetahuan alam, mendengar kabar menarik dari media sosial, atau ketika berbincang bincang sambil melakukan sesuatu bersama sama anak. (Silahkan lihat lebih lengkap di:  https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/?r=tpost/xview&id=4899)
  • Memberi contoh yang baik. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan bahwa kita sendiri mampu memanfaatkan Internet dan gadget sesuai dengan kebutuhan kita. Selain aplikasi belajar dan permainan, ada banyak aplikasi lain yang bermanfaat untuk kita seperti aplikasi jadwal shalat, jadwal berolah raga, aplikasi melihat bintang dan planet, aplikasi peta, dan lain-lain.
  • Usia sekolah hingga remaja

    Pada usia sekolah, biasanya anak sudah membutuhkan internet dan gadget untuk menunjang kegiatan akademiknya di sekolah. Pada saat ini, sebaiknya anak sudah memiliki kemampuan untuk  memanfaatkan Internet dan gadget sesuai dengan kebutuhannya. Jika sudah, tahap selanjutnya akan lebih mudah dilaksanakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
  • Jaga agar komunikasi dua arah antara orang tua dan anak dapat dilakukan setiap saat. Ini mudah dilakukan dengan berbagai media sosial yang ada sekarang. Komunikasi juga dapat dilakukan ketika sedang makan bersama, jalan bersama, atau melakukan satu kegiatan bersama-sama. 
  • Ajak anak untuk memilih konten yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya. Ketika mencari atau ingin memperdalam satu topik di Internet, ajarkan anak untuk dapat mencarinya dengan baik, tanpa tergoda untuk melihat topik yang tidak dicari sebelumnya. 
  • Ajak anak untuk bergabung dengan grup media sosial yang dapat menumbuhkan semangat, minat dan bakatnya. Carilah grup diskusi yang memiliki aturan yang jelas dan cukup aman bagi anak-anak.  
  • Jika ada waktu luang, anak dapat memanfaatkan waktu untuk menunjang keberadaannya di media sosial dengan mempelajari 'web design', fotografi, desain grafis, pemrograman, dan lain-lain.
  • Iklan adalah salah satu yang dapat menggangu ketika kita sedang mencari informasi di media sosial. Pastikan seluruh keluarga sudah memasang 'adblock' pada gadget dan komputer masing masing.
  • Tetap tumbuhkan motivasi anak untuk menggunakan Internet dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Pada usia ini anak sudah mulai mampu membedakan mana yang benar dan tidak, tapi terkadang godaan internet dapat membuatnya terlupa. Ini menyebabkan anjuran dan motivasi dari orang-rang di sekitarnya sangat diperlukan. 
  • Ajak anak untuk terus belajar agama,  beribadah dan berdoa bersama sama agar terhindari dari hal hal yang tidak diinginkan dalam setiap perjalanan hidupnya, serta menguatkan jiwanya agar mampu menyelesaikan segala masalah yang dihadapinya.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Sahabat Keluarga Kemdikbud #sahabatkeluarga

Sumber:





Sunday, June 17, 2018

Gambar Mewarnai Tema Ramadhan dan Syawal Bebas Unduh


Selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua menjadi lebih baik dari sebelumnya. Di bawah ini adalah gambar bebas unduh yang bisa diwarnai untuk anak anak. Selamat mewarnai.

Kegiatan yang kita lakukan di bulan Ramadan

Ramadan yang sukses mengubah diri kita menjadi lebih baik.. sudahkah kita meraihnya?