Tampilkan postingan dengan label Kegiatan homeschooling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan homeschooling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

Membuat Game dengan Unity

Ini adalah  tulisan anak ke 2 usia 13 tahun yang sedang bersemangat mempelajari Unity. Awalnya dia mempelajari ini agar dapat membuat game dengan platform Android.

Apa Itu Unity?

Unity adalah sebuah program untuk membuat game. Dengan Unity kamu dapat membuat game 2D atau 3D. Membuat game di Unity adalah mudah, tidak sesusah yang kamu pikir. Marilah mulai membuat sebuah game. Game yang akan dibuat di tutorial ini tampilannya terlihat seperti ini:


Menginstall Unity

Ada Unity yang Pro (harus bayar), juga ada yang free.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menginstall Unity yang free:
  • Pergi ke https://store.unity.com/ dan klik tombol "Try Personal"
  • Buka installernya (nama file adalah UnitySetup64) dan klik tombol "Next"
  • Cantum tulisan "I accept the terms of the License Agreement" dan klik "Next" tiga kali
  • Kalau tidak mau menginstall IDE yang lain seperti Visual Studio, kamu harus menginstall "Mono Develop" yang ada dalam paket Unity. Klik yes utnuk m enginstall Mono Develop

Mempersiapkan Unity

Sebelum bermulai membuat sebuah game, siapkanlah Unity terlebih dahulu.
Jalankan Unity dengan Start > Unity. Kemudian kita cari tahu bagaimana kita dapat membuat game dengan Unity. Sebelum kamu dapat menikmati Unity, kau harus login terlebih dahulu.
Setelah selesai, buatlah proyek baru, namakanlah proyek kamu "Collecty" karena game untuk tutorial ini adalah mengambil dan mengkoleksi benda-benda tetapi kamu dapat menamakannya sesuka hati, dan jangan lupa untuk memilih mode "2D", karena kamu akan membuat game 2D di tutorial ini.
Sekarang mulailah mengubah layout Unity.
Menurut saya, layout yang termudah adalah "2 by 3", carilah dropdown yang berada di kanan-atas, ubahlah dropdown itu, dari Default menjadi 2 by 3. Kemudian layout akan berubah menjadi 5 window.
Unity akan terlihat seperti ini:


Kemudian pindahkan window Project ke sebelah kanannya window Game, seperti berikut:


Supaya window Project tidak terlalu sempit, tinggikan window Project ke atas dan klik tombol di atas-kanan window dan klik "One Column Layout", seperti:


Untuk apa fungsi window-window itu?

  • Bagian A adalah Scene, dapat digunakan untuk memindah, memutar dan mengubah ukuran sebuah objek, juga dapat digunakan sebagai preview game.
  • Bagian B adalah Hierarchy, didalamnya adalah daftar benda-benda yang ada di scene ini.
  • Bagian C adalah Inspector, digunakan untuk mengubah-ubah nilai sebuah komponen. (kamu akan mengetahui lebih lanjut)
  • Bagian D adalah Game, dapat digunakan untuk sebuah preview game.
  • Bagian E adalah Project, Itulah dimana Unity menyimpan asset-asset game.
Tidak mengerti? Tidak apa-apa, nanti kamu akan mengerti lebih lanjut.

Membuat Sebuah Game

Marilah bermulai dengan game yang mudah, seperti game mengambil benda-benda.
Sebelum bermulai, simpanlah terlebih dahulu scene-nya dengan File > Save Scenes atau Ctrl+S, namakan scene itu "Game". Buatlah sebuah folder bernama "Scenes" dengan mengklik Create > Folder di bagian Project, masukkan scene Game ke folder itu.
Kemudian di bagian Project buatlah sebuah folder bernama "Sprites". Nama folder tidak mempengaruhi Unity, tetapi nama yang baik dapat mudah dibaca.
Unduh gambar-gambar ini untuk asset project kamu dengan Right Click > Save image as...:

Karakter Kotak

Karakter Lingkaran

Drag-and-drop file-file yang telah di unduh ke Unity bagian Project, masukkan gambar-gambar itu ke folder Sprites supaya rapi.
Selanjutnya klik Create di bagian Hierarchy (kiri atas), dan klik 2D Object > Sprite. Kamu telah membuat sebuah sprite baru, namakanlah sprite itu "Player". Kalau kamu salah memilih mode 2D menjadi 3D, kamu tidak akan berhasil membuat Sprite 2D (lihat kembali penjelsan di atas ketika membuat file baru. )
Kemudian di bagian Hierarchy, bagian komponen "Sprite Renderer", klik lingkaran disebelah None (Sprite) dan pilih "Circle" di daftar Sprite. Kamu juga dapat men'drag' Circle yang sudah dibuat pada Asset ke Inspector bagian Sprite.
Sekarang di bagian "Scene" kamu dapat melihat si pemain, tetapi ukurannya terlalu besar, kan? Kita perlu mengecilkannya dengan mengubah skalanya. Di bagian Inspector, komponen Transform, ubahlah Scale x dan y menjadi 0.25.
Sekarang kita perlu membuatnya bergerak dengan menekan tombol panah keyboard. Untuk melakukan itu, kita perlu membuat script di bahasa C#.
Ada beberapa cara membuat script yaitu:
1. Pada papan menu bagian atas, click bagian Asset dan klik Create > C# Script,
2. Pada panel Inspector cari bagian Add component di paling bawah,  buat nama file baru yaitu "PlayerController", klik bagian "New Script" yang ada di panel dan pilih bahasa C#.
3. Pada panel project, ada tombol Create, click dan pilih bahasa C#.

Nama script yang akan dibuat adalah: "PlayerController". Masukkan script itu ke folder baru bernama "Scripts", kemudian klik dua kali untuk membuka script itu menggunakan MonoDevelop. (Sebuah program untuk mengubah/membuat script C#)

Kode script-nya sudah diberikan, kita tidak perlu mulai dari nol. Script default terlihat seperti ini:


Sebelum kamu membuat pemain bergerak, kamu perlu tahu script apa yang diperlukan untuk mengambil input.
Di Unity ada fungsi untuk mengambil input, yaitu Input.GetAxis(). Di dalam fungsi Update() tambahkan kode berikut:


Diatas kita mendeklarasi variabel moveHorizontal dan moveVertical dengan tipe float, dan nilai variabel di set sebagai input horizontal.Jangan lupa untuk di Save.
Yang bagian ini agak membingungkan, mengapa mengambil inputnya dari "Horizontal" dan "Vertical"? Beginilah cara dia berkerja:
Di Unity, klik Edit > Project Settings > Input, buka dropdown Axes, dan kamu akan menemukan dropdown Horizontal dan Vertical, kalau dropdown Horizontal diklik, akan ada Negative Button dan Positive Button, nilainya diisi dengan left dan right, jadi kalau tombol panah kiri diklik, pemain akan bergerak ke kiri, sama juga untuk tombol panah kanan. Kalau dropdown Vertical diklik, juga akan ada Negative Button dan Positive Button, tetapi nilainya diisi dengan down dan up, kalau tombol panah bawah diklik, pemain akan bergerak ke bawah, sama juga untuk tombol panah atas.


Sekarang kamu sudah mengerti? Bagus, sekarang kita akan membuat si pemain bergerak.
Fungsi AddForce() dapat membuat objek bergerak, yang akan kita gunakan dalam Script Playercontroller yang telah kita buat. Untuk membuatnya kita perlu mengubah setting pada panel Inspector dari komponen Rigidbody2D.  Kamu sudah membuat New Sprite yang ada di hierachy, jadi kamu tinggal menambahkan Add Component pada bagian Inspector. Setelah Add Component di click akan muncul Physics 2D > Rigidbody 2D. Pada bagian Rigidbody 2D, ubah nilai Gravity Scale ke 0 supaya pemain tidak jatuh ketika game dijalankan.
Kita juga memerlukan sebuah variabel untuk menentukan kecepatan pemain, buatlah variabel Speed dengan tipe int, yaitu angka bulat (tidak ada desimalnya) seperti ini:


Variabel dibuat public supaya dapat diakses dari Unity bagian Inspector dan dapat diubah-ubah nilainya.
Selanjutnya kita tambahkan kode berikut untuk membuat pemain bergerak:


Kalau dicoba, pasti pemain tidak dapat bergerak. Mengapa begitu?
Itu adalah karena kita belum menambahkan komponen script PlayerController ke Player. Untuk membetulkan masalah ini, tambahkan komponen script ke Player pada bagian Inspector dengan menekan tombol Add Component > Scripts > PlayerController. Setelah itu isi nilai variabel Speed ke 5.
Masalah sudah diperbaiki, kamu dapat menjalankan game. Sekarang kamu dapat menggerakkan si pemain kesana kemari, tetapi ada masalah lain, si pemain dapat keluar dari layar seperti berikut:

Game memiliki sebuah glitch

Kita dapat mencegahnya dengan menggunakan script  Camera.main.ViewportToWorldPoint, ia dapat digunakan untuk mengukur kelebaran kamera. Kamera dapat berubah ukuran, karena tidak semua layar berukuran sama, ada yang tinggi, lebar, atau bahkan persegi sama panjang. 
Kita perlu membuat 2 variabel untuk menyimpan nilai berformat Vector2 (sebuah format yang selalu memiliki nilai x dan y) karena kita akan menyimpan posisi batas atas, bawah, kanan, dan kiri, seperti:


Kemudian kita set nilai variabel di dalam fungsi Start() seperti:



Mengapa TopLeft adalah (1, 1) dan BottomRight adalah (0, 0)? 
Di Unity, koordinat-koordinat ViewportToWorldPoint adalah seperti berikut:



Sudah mengerti? Baiklah, sekarang tambahkan kode berikut:


Kita baru sahaja memberikan nilai ke variabel-variabel, tetapi kita belum mendeteksi kalau pemain keluar dari layar. Buatlah variabel rb bertipe Rigidbody2D, supaya script kita tidak terlalu panjang:


Set variabel rb menjadi Rigidbody2D si Player seperti berikut:


Tambahkan dan ubahlah script kamu untuk mencegah pemain keluar layar seperti ini:


Sekarang, pemain tidak dapat keluar dari layar. Tetapi 1/2 atau 3/4 dari si pemain dapat keluar dari layar:


Cara membetulkannya mudah, kita dapat membuat variabel lagi dan mengisinya dengan nilai tertentu, menurut saya angka yang paling pas adalah 1.25:


Seharusnya sekarang si pemain tidak dapat keluar dari layar.
Tetapi, game kita belum selesai. Kita perlu menambahkan si kotak untuk diambil dengan si lingkaran. Kalau kotaknya ada banyak, memainkan gamenya pasti asyik.
Buatlah sebuah sprite dengan Create > 2D Object > Sprite di bagian Hierarchy, namakan ia "Square". Sedangkan di bagian Inspector, komponen Sprite Renderer, klik lingkaran disebelah None (Sprite) dan pilih Square. Sekali lagi, objeknya terlalu besar, ubahlah Scale x dan y menjadi 0.1.
Sekarang di bagian "Scene" hanya ada satu kotak, kita mau memperbanyak kotak-kotaknya. Jika kamu tidak melihat si kotak di bagian Game, kamu mungkin perlu mengubah Square > Transform > Position > Z menjadi 0. (sepertinya angka sebelumnya adalah -10)
Ada dua cara untuk memperbanyak mereka, yaitu:
  1. Memperbanyakkan dengan menggunakan script
  2. Menduplikat satu satu
Menurut saya, lebih baik cara yang pertama karena kita dapat men-clone mereka di tempat-tempat yang berbeda, dan kita juga dapat menentukan berapa banyak jumlah kotak yang diperbanyak. Cara yang kedua lebih mudah tetapi posisi kotak-kotaknya tidak akan berubah-ubah.
marilah tambahkan kode berikut di script PlayerController:


Kemudian save scriptnya dan pergi ke Unity, set variabel Collect di script PlayerController (dengan mengklik lingkaran) menjadi Square. Jalankan game dan kotak-kotaknya akan ada 11, itu adalah karena kita meng-clone kotaknya 10 kali dan induknya ada 1, dijumlah menjadi 11.
Tetapi ketika kotak terkena pemain, ia tidak menghilang, seperti:


Untuk membetulkannya, pergi ke Square > Tag > Add Tag... > Tags, klik tombol + dan isi dropdown New Tag Name dengan Square dan klik Save. Kemudian klik lagi dropdown Tag dan pilih Square. Kamu baru sahaja memberikan sebuah objek (Square) sebuah tag bernama Square, ia akan berguna untuk mendeteksi bahwa pemain sedang terkena si kotak atau tidak.
Game ini akan memiliki skor, buatlah variabel Score bertipe int, seperti:


Setelah itu, buatlah fungsi baru bernama OnTriggerEnter2D(Collider2D other) dibawah fungsi Update() seperti ini:


OnTriggerEnter2D bukan nama sembarangan, ia adalah sebuah fungsi yang otomatis dijalankan kalau object ini terkena sebuah Collider2D. Kita perlu menambahkan sebuah komponen Collider2D ke Square supaya terdeteksi. Klik Square di Hierarchy, klik New Component di Inspector, pilih Physics 2D > Polygon Collider 2D, kemudian pergi ke Player, tambahkan komponen Circle Collider 2D dan cantumkan Is Trigger, supaya akan terdeteksi kalau ada objek yang masuk ke dalam collider Player.
Sekarang, pemain dapat mengoleksi semua kotak:


Ubahlah background layar dengan mengklik Main Camera di Hierarchy, cari komponen Camera di Inspector, klik kotak berwarna di sebelah Background, ubahlah warnanya, dari #314D7900 menjadi #D01B5700. (Warna sesuai selera)
Setelah itu, kita memerlukan layar menang, buatlah sebuah Scene dengan mengklik Project > Create > Scene, namakan scene itu "Win", masukkanlah scene ke dalam folder Scenes, kemudian klik dua kali scene itu untuk membukanya.
Kalau ada pop-up yang menanyakan kamu untuk menyimpan scene, pilih Save, seperti berikut:

Sebuah pop-up muncul
Di scene Win, buatlah sebuah Text UI dengan mengklik di bagian Hierarchy, Create > UI > Text, Unity akan otomatis membuat sebuah Canvas dan EventSystem seperti berikut:


Canvas adalah sebuah "layar" yang berisi objek-objek UI, dan EventSystem adalah untuk mendeteksi sesuatu dari mouse kamu. (klik, posisi dll.)
Namakanlah teks itu "WinText" dan klik ia dua kali atau tekan Shift+F.
Kamu akan menemukannya di dalam layar yang lain, yang lebih besar dari kamera, itulah si canvas tadi.
Jangan lupa, kamu harus mengubah komponen Canvas > Canvas Scaler > UI Scale Mode, ubahlah dari "Constant Pixel Size" menjadi "Scale With Screen Size". Ia akan mencocokkan skala UI yang berada di Canvas itu dengan layar kamu.
Ubahlah semua nilai komponen ReplayText seperti berikut:


Setelah itu, buatlah sebuah tombol dengan Hierarchy > Create > UI > Button, namakan tombol itu "ReplayButton", klik segitiga yang berada di ReplayButton, dan klik Text. Ubah teksnya menjadi "Ulang". (sebelumnya adalah "Button")
Kemudian ubahlah Rect Transform-nya si tombol seperti ini:

Mengubah RectTransform sebuah tombol
Ubahlah posisi tombol menjadi (0, 50), width (lebar) dan height (tinggi) tombol menjadi 100 dan 50.
Ingatlah bahwa yang diubah-ubah adalah ReplayButton, bukan Text.

Sekarang pergi lagi ke scene Game, klik dua kali script PlayerController.
Kita perlu mengubah script itu, mendeteksi kalau kondisi game adalah menang.
Pertama, tambahkan using UnityEngine.SceneManagement; seperti berikut:


Kita membutuhkannya karena kita akan mengubah scene dari satu ke yang lain.
Kemudian di dalam fungsi Update(), tambahkan statemen if seperti berikut:


Script itu akan mendeteksi kalau nilai skor lebih dari atau sama dengan 11, scene Win akan dibuka.
Nah, ketika game di jalankan, akan ada error yang muncul, kurang lebih errornya adalah seperti:
"Scene 'Win' couldn't be loaded because it has not been added to the build settings or the AssetBundle has not been loaded."
Itu adalah karena kita belum menambahkan scene Win ke Build Settings.
Caranya adalah klik File > Build Settings... > Add Open Scenes, kamu telah menambahkan scene Game. Untuk menambahkan scene Win, klik dua kali Scene Win itu di belakang, (bagian Project) kemudian klik lagi tombol Add Open Scenes. Silanglah window Build Settings, pergi ke scene Game dan jalankan.
Kalau kamu telah mengoleksi semua kotak dan kamu mencoba mengklik tombol Ulang, tidak ada apa-apa yang terjadi. Ini adalah karena kamu belum men-set apa yang tombol akan lakukan kalau ia ditekan. Exitlah playmode dan pergi ke scene Win, cari dan klik tombol ReplayButton di bagian Hierarchy dan klik Add Component di Inspector, pilih New Script dan namakanlah ia "ReplayButtonScript", kemudian tekan enter. Klik dua kali script itu.
Hapus fungsi Start() dan Update(), kemudian tambahkanlah beberapa kode seperti berikut:


Di Unity, masukkan script ReplayButtonScript ke folder Scripts supaya rapi.
Setelah itu, di komponen Button, tambahkan sebuah list di OnClick() dengan mengklik tombol +:


Set None (Object) menjadi ReplayButton, dan klik No Function > ReplayButtonScript > ButtonPressed ().
Kamu sudah selesai! Sekarang save scene Win dan pergi ke scene Game dan jalankan game untuk mencoba game yang kamu telah buat.

Membuat File .EXE

Untuk membuat file aplikasinya, (.exe) klik File > Build Settings... > Player Settings... > Icon untuk mengubah icon game kamu. Cantumkan "Override for PC, Mac & Linux Standalone" kemudian klik kotak yang paling atas dan pilih Circle. Sekarang pergi ke window Build Settings dan klik tombol Build. Kamu akan ditanya dimana aplikasi itu mau di simpan, dan mau dinamakan apa. Buatlah folder baru bernama "Builds", namakan aplikasi itu Collecty, klik Save, dan kamu sudah selesai! Akhirnya kamu dapat mencobanya juga.
Kalau kamu buka filenya, akan ada window yang terbuka, kurang lebih seperti ini


Klik tombol Play untuk mulai, tetapi ingatlah bahwa untuk keluar dari game kamu harus menekan tombol Alt+Tab. Selamat mencoba!

Mainan Bergerak Dari Kotak Susu


Anak anak di rumah suka sekali membuat mainan bergerak. Mainan seperti ini biasanya bertahan lebih lama dibandingkan dengan mainan statis. Mainan bergerak ini akan dimainkan sampai kusut dan rusak sementara mainan statis biasanya disimpan dan dilupakan karena sudah ada benda lain yang lebih menarik.

Mainan-mainan bergerak ini biasanya cukup mahal harganya kalau sudah ada di etalase toko mainan. Tentu saja karena mainan di toko terbuat dari kayu atau plastik yang lebih awet dan baik pembuatannya dibanding mainan bergerak buatan sendiri yang biasanya terbuat dari barang bekas. Tapi tidak ada salahnya mencoba membuat mainan sendiri untuk melatih motorik anak dan mendorong anak untuk berkreasi sendiri. Mainan ini cukup menyenangkan ketika selesai dibuat dan kita tidak perlu terlalu menyesal kalau mainan ini dibuang ketika sudah rusak dan kusut.

Ini adalah prakarya untuk anak saya yang berumur 5 tahun. Prakarya ini dibuat  untuk melatih motorik anak, melatih anak belajar mengikuti instruksi yang diberikan pada prakarya, juga menambah wawasan anak tentang bagaimana cara membuat mainan bergerak. Anak saya yang berusia 5 tahun memang sudah suka menempel dan menggunting kertas dan sudah menghasilkan banyak karya. Dengan membuat prakarya ini saya berharap dapat memperkaya kemampuannya menggunting menempel dan merancang mainan kertas.

Prakarya ini dirancang oleh anak berusia 8 tahun dibantu dengan beberapa referensi yang berasal dari Youtube. Setelah dirancang, mainan ini dibuat bersama sama. Salah satu referensi yang digunakan adalah: http://www.handmadecharlotte.com/diy-jumping-jack-bugs/

Ada banyak sekali tutorial membuat mainan bergerak dari barang bekas. Sayangnya, beberapa tutorial cara membuat mainan bergerak yang kami dapat di internet agak sulit dibuat untuk anak usia 5 tahun. Beberapa menggunakan alat penyambung yang sulit didapat dan sulit dipasang sendiri untuk anak usia 5 tahun. 

Saya memberi usulan agar mainan yang dibuat ini tidak menggunakan benda yang sulit, kalau bisa hanya kertas dan lem saja sehingga mudah dibuat oleh anak usia 5 tahun. Di bawah ini adalah 2 mainan bergerak rancangan anak usia 8 tahun yang mungkin bisa dicoba untuk prakarya anak usia 5 tahun.

1. Burung Hantu bergerak



Bentuk burung hantu dari depan dengan sayap yang dapat bergerak dan kaki yang dapat berubah panjang

Yang membuat sayap dan kaki bergerak karena ada kotak yang bisa didorong keluar masuk

Sayap bergerak dengan bantuan kertas karton berbentuk persegi panjang

Kertas karton penggerak sayap harus terbuat dari kertas yang kuat tapi tidak terlalu kaku untuk digerakkan

Karton bergerak ke dalam

Karton bergerak keluar
Video Burung Hantu Bergerak



2. Muka Bergerak
Mainan ini terdiri dari dua kotak di luar dan dalam. Kotak pada bagian dalam bisa bergerak dan membuat 'Muka' yang berada di bagian kotak luar bisa bergerak.


Video Muka Bergerak


Sabtu, 06 September 2014

Membuat Mobil Gelinding Dari Botol Bekas


Ini adalah posting tulisan dari no 1 di rumah:

Kletek..kletek..kletek.. itulah bunyi si "Transmission " dari botol bekas yang sekilas terlihat tidak menarik sama sekali, tapi ketika dinyalakan motornya, langsung pada kejar kejaran..Mobil ini bisa berjalan dari energi baterai yang berfungsi menggerakkan motor, sementara motor yang berangkat dipasang katrol dari karet gelang yang berfungsi menggerakkan botol yang menggelinding.

Mobil ini dinamakan Transmission Car. Di internet, ada juga site yang memberikan cara membuat transmission car ini: http://www.kidslovekits.com/projects/CAR_ELEC/. 



Mobil ini bisa bergerak karena motor yang bergerak memutar pulley yang terbuat dari karet gelang. Pulley ini membuat botol bergerak .

Mau tau cara membuatnya? simak cara buatnya dibawah ini.

Cara membuatnya:

Siapkan bahan bahan berikut:
  • 2 buah botol bekas yang sama ukurannya
  • 1 buah sedotan, lebih besar, lebih bagus
  • 3 buah batang kayu
  • 1 buah motor
  • 2 baterai
  • 1 battery holder
  • Beberapa karet gelang
  • Glue gun atau kalau tidak ada bisa diganti dengan lakban/ selotip/ lem kuat
  • 2 buah sumpit bekas
  • gunting

Cara merakit:

  • Siapkan 3 buah batang kayu  seperti pada gambar diatas. panjang batang kayu pertama harus disesuaikan dengan panjang botolnya, sedangkan 2 batang lainnya bisa mengikuti selera, tapi harus sama panjangnya.
  • Masukkan baterai pada battery holder, tempel pada batang kayu yang pertama, kalau saya menempelnya menggunakan double tape.
  • Tempel kedua batang kayu tadi dengan menggunakan glue gun diatas batang kayu yang sudah ditempelkan battery holder membentuk huruf "H" seperti pada gambar diatas.
  • Lubangi kedua tutup botol dan dasar botol sebesar sumpit yang akan dimasukkan. Bisa menggunakan bor tangan atau kawat yang dipanaskan.
  • Masukkan karet gelang pada kedua botol yang sudah dilubangi. pada foto diatas  saya memasukkan beberapa karet gelang sebagai "cadangan" supaya kalau ada karet yang putus tidak usah membongkarnya lagi.
  • Potong sedotan menjadi kira kira 2.5 cm
  • Ulangi langkah diatas sehingga terkumpul 4 buah sedotan dengan panjang masing masing kira kira 2.5 cm
  • Lem sedotan dengan glue gun yang sudah dipotong ke 4 sisi batang kayu "H" yang sudah dilem.
  • Masukkan sumpit kedalam botol kemudian kedalam sedotan yang sudah di tempel. seperti ini: 


  • Ulangi langkah diatas untuk botol kedua.
  • Tempel motor di sebelah battery holder.
  • Sambungkan motor dengan karet gelang. seperti ini:


  • Nyalakan motornya
  • Selesai

Masalah

Tidak berhasil? tenang saja, saya juga ketika membuatnya banyak sekali masalah yang berlaku. antara lain:

Masalah: Botol tidak berputar disebabkan motor yang bergerak terlalu pelan. 
Solusi: Mungkin baterainya sudah mau habis, jadi ganti dengan baterai yang baru.

Masalah: sudah diganti baterainya, tapi tetap tidak mau berptar.
Solusi: mungkin karet terlalu kencang. ganti dengan karet baru. itulah mengapa saya memasukkan 2 jenis karet kedalam botol.

Masalah: motor terlalu  rendah untuk disambung dengan karet.
Solusi: ganjal motor dengan kayu kecil.

Variasi:

Konon makhluk ini katanya bisa berjalan diair, tapi saya coba di ember kecil, botolnya tidak mau berputar karena terlalu berat.. pengen dicoba di kolam berenang, tapi takutnya motornya kemasukkan air kemudian rusak.. tidak jadi deh..

Botol transformer ini juga bisa diganti dengan roda, roda bisa terbuat dari apa saja mulai dari karton dipotong bulat sampai tutup botol. bisa semuanya di ganti jadi roda, sehingga transformer memiliki 4 roda, atau depannya saja dikasih roda kemudian belakangnya botol, atau sebaliknya. Bisa juga ditambahkan lagi botol dibawahnya sebagai pelampung supaya bisa berjalan di air..


Minggu, 16 Februari 2014

Bergembira Dengan Membuat Rubber Band Car Dari Barang Bekas

Ini adalah salah satu kegiatan di rumah yang dilakukan di waktu senggang yaitu berkreasi membuat sesuatu. Kali ini anak anak membuat mobil karet yang bisa berjalan sendiri dari bahan bahan yang ditemukan di rumah. Mobil ini cukup menarik karena dengan  memutar karet lalu melepaskannya, energi potensial yang terdapat dalam karet akan berubah  menjadi energi kinetik dan mobil akan bergerak. 

a. Manfaat

Membuat rubber band car dari barang bekas memberikan banyak manfaat  dan pelajaran bagi anak anak antara lain: 

1. Melatih motorik halus, 

Pada kegiatan ini anak anak akan menggunting kertas, menempel , memotong batang sumpit. 

2. Melatih skala dan ukuran dengan membuat perkiraan bentuk yang sudah jadi, memasang dan memotong pola pada karton, memperkirakan panjang poros dan lain lain

3. Belajar fisika mekanika dengan melihat sendiri bagaimana energi elastik pada karet dapat beruibah menjadi energi gerak. 

4. Menghargai barang barang yang sudah digunakan dan belajar memanfaatkannya kembali. 

Mereka akan memberikan penghargaan yang besar kepada barang barang yang nampaknya sudah tidak bermanfaat menjadi sesuatu. Jadi, proses belajar dimulai dari belajar 'melihat' apa potensi dari barang barang bekas tersebut, berfikir akan dimanfaatkan seperti apa dan mewujudkan ide dan gagasan tersebut dalam bentuk nyata.

Gagasan membuat mobil dengan energi karet elastik (rubberband car) secara teknis dan teori dapat di search di google, sudah banyak yang membuatnya dari batang es krim, karton bekas kemasan, wadah atau kontainer, styrofoam, kertas dll. Kertas adalah bahan dapat mudah didapat dan memiliki banyak manfaat yang hampir tidak terbatas.


Ada beberapa video menarik yang bisa dilihat di youtube tentang membuat rubberband car di http://www.youtube.com/user/GrandadIsAnOldMan.


5. Belajar mendesain mainan sendiri dan menentukan standar kualitas mainan yang akan dibuatnya
Mereka akan belajar memilih milih bahan bekas yang dapat digunakan (apakah karton dapat dimanfaatkan sebagai roda, badan, atau sebagai pengganjal, membuat pola dan merancang perletakannya pada karton dan menguji kekuatan bahan kertas sebelum digunakan). 
Anak anak juga dapat menentukan dan menyesuaikan ukuran, menentukan sendiri sambungan beberapa bahan (batang ke roda mobil, karet ke roda mobil, dll. Selain membuat konstruksi rubberband car, anak anak juga menemukan kegembiraan ketika menghias rubberband car masing-masing.  
 

b. Contoh

Contoh salah satu Rubberband car yang paling sederhana adalah rubberband car dengan 2 roda seperti ini: 
 
 
Rodanya memang cuma 2, menariknya ketika menggelinding ke satu arah, ia bisa balik ke arah yang berlawanan. Mobil ini sudah beberapa kali dimainkan sehingga bentuk rupanya sudah tidak jelas..... kenapa bisa rusak ya?? berbagai teori yang dapat dibicarakan muncul di benak anak anak.


Ada yang ingin membuat rubber band seperti ini juga? 

c. Tautan lainnya

Rubber band car sederhana yang dapat dibuat secara bertahap dapat dilihat di sini

Berbagai variasi rubber band dapat dilihat di sini.