Tampilkan postingan dengan label belajar kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar kimia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Januari 2021

Tabel Periodik (Kimia SMA)

Sejarah

Sudah banyak ahli kimia yang ingin membuat table periodik di masa lalu, namun tabel ini baru dapat dibuat oleh Mendeleev dan beberapa ahli kimia lainnya setelah struktur dan konfigurasi atom ditemukan. Mendeleev menemukan beberapa kesamaan sifat fisika dan kimia beberapa unsur yang cenderung berulang ketika beberapa unsur dikelompokkan berdasar massa atom. (Berilium mirip dengan magnesium, boron dengan aluminium). 

Kesamaan Unsur Dalam tabel periodik

Ada banyak unsur yang memiliki kesamaan sifat dan dapat dikelompokkan. Contohnya: 

Lithium (Li), Natrium (Na), Kalium (K) adalah unsur yang sangat reaktif dan lunak. 

Helium (He) Neon(Ne) dan Argon (Ar) adalah gas yang tidak reaktif. 

Ketika unsur ini dikelompokkan berdasar jumlah atom, terdapat pola dan pengulangan serta kesamaan sifat fisika dan kimia. 

Urutan unsur berdasar nomor atom


Dari pola ini, terlihat Li, Na, K yang memiliki kesamaan sifat dapat menjadi 1 kelompok (pada tabel periodik menjadi Gol 1, ternyata jumlah elektron pada kulit terluar pada atom ini = 1) , begitu juga dengan He Ne Ar (pada tabel periodik menjadi Gol 8). Dan ternyata 2 golongan ini memiliki perbedaan atom pada kulit terluarnya sebanyak 1 saja.  Atom pada kulit terluar gol 8 semua terisi penuh sementara pada gol 1, hanya ada 1 elektron). 

Pengelompokan unsur ini terus dilakukan dan sampai sekarang sudah terdapat banyak unsur yang baik terdapat di alam dan unsur buatan yang masuk ke dalam tabel periodik. 

Bagian  horizontal dari tabel periodik menyatakan perioda, bagian horizontal menyatakan golongan.   

Dari tabel periodik ini juga dapat dilihat bahwa hampir semua golongan memiliki sifat yang sama sehingga golongan 1 dapat digolongkan menjadi alkali metal yang sangat reaktif, golongan 7 adalah non metal yang sangat reaktif dan golongan 8 adalah gas mulia yang stabil dan tidak reaktif.

Gambar dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Periodic_table_large.svg

 

Hampir semua tabel periodik akan menunjukkan data massa dan nomor atom sebuah unsur. Nomor atom menunjukkan jumlah proton dalam atom yang biasanya sama denagn jmlah elektron pada unsur yang tidak bermuatan. Nomor massa kurang lebih adalah jumlah proton dan elektron.


Di alam, tidak semua unsur memiliki massa atom yang sama misalnya Karbon memiliki nomor massa yang berbeda karena memiliki jumlah elektron yang berbeda. Ada yang memiliki jumlah netron 12 dan 14.  Begitu juga dengan Cl, ada Cl dengan nomor massa 35 dan 37, nomor atomnya sama: 17. Ini disebut Isotop.

Isotop unsur Cl


Konfigurasi atom sebuah unsur dalam table periodik

Golongan gas mulia 8A adalah golongan yang sangat tidak reaktif karena memiliki konfigurasi atom yang stabil dengan semua jumlah elektron pada lintasan energi terluar terisi penuh. Nomor atomnya : 2, 10, 18,36, 54,86, 118. Sementara golongan 1A memiliki 1 lebih banyak dari golongan 8A dan golongan 7A lebih sedikit 1 dari golongan 8A. Kita dapat melihat jumlah elektron terluar ini dari struktur Lewis (yang merumuskan teori ikatan valensi atom).



Dari struktur Lewis dapat dilihat bahwa jumlah elektron terluar dari golongan 1A = 1 dan 7A = 7. Konfigurasi atom akan menjelaskan bagaimana unsur dapat bergabung  membentuk ikatan ion atau ikatan kovalen dengan unsur lain.

Contoh soal: 

https://soalkimia.com/soal-sistem-periodik-unsur/


Senin, 03 November 2014

Belajar Kimia : Mengapa kita tidak boleh membuang Detergen ke dalam Kolam

Ilmu kimia banyak digunakan kehidupan sehari hari ketika kita memasak, membersihkan sesuatu, menyimpan sesuatu. Banyak juga dipakai untuk menjaga lingkungan dari pencemaran, dll.Agar anak anak termotivasi dalam mempelajari kimia kita dapat menghubungkannya dengan kegiatan sehari hari seperti memasak, mencuci, dll. Dapat juga mempelajari banyak studi kasus yang menunjukkan peranan ilmu kimia di dalam lingkungan dan masyarakat. Studi kasus menarik yang pernah dipelajari di rumah adalah : bagaimana cara mengawetkan buku perpustakaan yang sudah tua dan rusak, juga bagaimana fosfat berpengaruh pada lingkungan.

No 1 di rumah cukup tertarik dengan cerita tentang pengaruh fosfat ini.  Ia merasa prihatin ketika melihat ada orang yang suka membuang sampah dan deterjen bekas mencuci ke dalam kolam. Ia kuatir makhluk hidup yang ada di dalam kolam mati karena pencemaran tersebut, Di bawah ini adalah tulisan no 1 yang bercerita tentang bagaimana fosfat dapat menimbulkan pencemaran pada kolam danau ataupun sungai.

Jika kita memasukkan deterjen kedalam  kolam, akan terjadi proses eurofikasi, yang menyebabkan kadar fosfat menjadi berlebih dan membuat alga tumbuh dengan cepat. Ketika alga itu mulai mati masalah pun bermunculan, bau busuk dan  warna air mulai keruh kehijau hijauan. Alga yang mati dan membusuk itu menghabiskan oksigen untuk proses pembusukannya.  Hal ini membuat ikan ikan dan makhluk air lainnya kehabisan oksigen, kemudian mati. Jika ikan dan makhluk air banyak yang mati, jumlah ikan dan makhluk air lain  yang ada dalam danau berkurang sehingga keseimbangan ekosistem mulai terganggu.

Alga yang bernama Blue Green Algae itu  sangat cepat tumbuh, hanya dengan 1 per miliar fosfat ia sudah bisa tumbuh, dan banyak danau yang sudah tercemar dengan kehadirannya. Dalam 1 hari saja ia sudah bisa tumbuh hingga dua kali lipatnya akibat ada limbah fosfat tadi. Limbah fosfat terbesar dihasilkan oleh limbah peternakan, yaitu 32%, limbah manusia 23%, limbah pupuk pertanian 17%, 11 % dari detergen, 7% dari industri dan 10 persen dari proses alamiah danau itu sendiri.

Kandungan fosfat memang berada di mana mana dan proses pemuraian fosfat mampu dilakukan oleh danau secara alamiah. Namun kadar fosfat yang masuk ke dalam danau cukup rendah sehingga danau memerlukan waktu ribuan tahun untuk masuk ke kondisi eutrofik. Tapi karena kehadiran manusia dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi secara tidak disadari ia terjadi  semakin cepat dalam hitungan beberapa tahun saja. Hal ini ditambah dengan banyaknya limbah yang berasal dari industri, peternakan dan pertanian.

Bahan bacaan