Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 April 2021

Tips Belajar Membaca Untuk Balita

Lembar Kegiatan, Perlu Tapi Jangan Dipaksakan

Sekarang ada banyak lembar kegiatan untuk anak usia Balita yang dapat diunduh secara gratis. Ada yang melatih motorik halus, mewarnai dan juga mengenal huruf. Dulu saya agak santai soal belajar membaca karena saya pikir lama lama anak anak juga akan bisa membaca kalau memang sudah waktunya. 

Ketika sudah membaca, bisa membaca di mana saja


Tapi bukan berarti saya tidak perduli. Sejak masih Balita, sekitar umur 2-3 tahun,  saya sediakan buku buku bacaan sederhana, saya dampingi anak untuk menggambar, saya dampingi makan, saya bercerita di sela sela kegiatan sehari hari, saya libatkan anak anak sesuai dengan kemampuannya dengan kegiatan sehari hari. 

Kegiatan menggambar di rumah


Hasilnya memang tidak standar karena kadang tergantung dari situasi dan keadaan. Kalau sedang sangat sibuk mengurus adik bayi, anak anak yang lebih besar mencari kegiatan sendiri. Sedang tidak ada pembantu (untuk selamanya), anak anak saya libatkan dalam pekerjaan rumah...(kok jadi curhat begini ya??).. hasilnya anak anak ada yang mulai membaca sendiri di usia 4  tahun, ada yang 5, 6, dan 7 tahun. Namun setelah mereka bisa membaca, mereka mulai mampu untuk belajar mencari informasi sendiri dengan membaca untuk mengetahui sesuatu, membuat prakarya, atau menyelesaikan masalah sehari hari baik melalui buku ataupun internet. Senangnya, setelah bisa membaca, mereka memiliki alat yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah. 


Buku setelah bisa membaca

Ciptakan suasana yang nyaman

Jadi belajar membaca, menulis, berhitung dan lain lain adalah suatu kegiatan yang intinya adalah mempelajari sesuatu, sebenarnya tidak perlu ada lembar kegiatan juga bisa. Tidak usah memaksakan anak untuk duduk manis di kursi menghadap papan tulis atau mengerjakan soal di atas kertas. Kadang cara seperti ini bisa membuat lelah baik anak dan orang tuanya. Kalau sudah sama sama lelah, mana bisa anak belajar, yang ada malah rasa gelisah karena tidak nyaman. 

Tahap Belajar

Menurut saya ada beberapa tahap yang perlu dilewati ketika belajar membaca yaitu: 

1. Belajar mengenal bentuk dan simbol

Pada tahap ini anak diajak untuk mengenal bentuk dan menyimpan apa yang sudah dikenalnya dalam memori otaknya.  Mulai dari mengenal garis dan titik, kotak segitiga bulat, lalu gabungan di antaranya.

Kenalkan lebih dulu simbol yang paling sederhana. Contohnya garis lurus dan titik. Seluruh bentuk dari huruf tercipta dari garis dan titik tersebut. Kalau ini umumnya anak di bawah 2 tahun sudah mampu mempelajarinya. Beberapa yang serius mungkin mencoba membawa elemen garis dan titik ini ke hiasan gantung, lukisan, atau mungkin motif baju agar anak dapat melihatnya sesering mungkin tanpa dipaksa.

Setelah itu lanjut ke bentuk geometri sederhana: lingkaran, kotak, segitiga. Bisa mulai dikenalkan ketika menggambar bersama anak kurang lebih usia 3 tahun.  Setelah mahir, kita bisa menggabung beberapa bentuk dasar menjadi bentuk lain dan membuat nama dari bentuk tersebut. Mengasyikkan juga kalau ada tangram atau mainan kayu dengan aneka bentuk geometri. Kalau tidak ada, kita bisa membuatnya sendiri dari karton bekas kemasan lalu mengajaknya bermain bersama. Atau bermain mencari objek. Cari yang bulat, segitiga, dll. 

Mainan berbentuk geometri


Kalau anak mulai tertarik, kita bisa menambah beban belajarnya, tapi jangan dipaksa. Ajarkan anak bahwa bentuk ini berhubungan dengan benda benda yang ada di sekitarnya. Nggak usah terlalu serius, sampaikan dalam percakapan ringan saja. Misalnya ketika makan: eh, itu bakso yang Adek makan bentuknya bulat ya..Adek pilih kue yang bentuknya apa? bulat atau kotak?  atau ketika menggambar.. Adek, ayo kita gambar kancing, bentuknya bulat. atau ketika jalan jalan pagi sore atau malam. Lihlatlah ada rumah jendelanya kotak. 

Rumah bentuk lengkung dan kotak


Lihatlah bulannya sedang purnama, bentuknya bulat. Ada kumbang kepik sedang bersembunyi, dek, warnanya hitam dengan bulat bulat berwarna merah. Ayo ambilkan bola ungu yang bulat. 

Bola ungu

Setelah mengenal bermacam macam bentuk geometri dan variasinya, anak mulai dikenalkan dengan bentuk huruf yang sederhana. Kalau saya memilih mengenalkan huruf hidup terlebih dahulu dalam bentuk huruf besar karena menurut saya lebih mudah. Jadi kita bisa mengenalkan AIUEO. Juga dalam bentuk gambar. Setelah huruf AIUEO, pilih huruf mati yang bentuknya sederhana dan mudah diingat seperti J, L, S, lalu bentuk lainnya.

2. Belajar Menghubungkan antara simbol 

Setelah banyak berlatih mengingat ingat bentuk, kita dapat mulai menghubungkan bentuk dengan aspek lain seperti:

a. Bunyi 

Mulai dari yang sederhana seperti bentuk bulat adalah huruf O. Bentuk garis lurus adalah huruf I. Bentuk segitiga mirip dengan huruf A. Lalu gabungan beberapa bentuk menjadi huruf U dan E.

b. Gambar

Untuk anak yang suka visualisasi, sarana menggambar adalah sarana yang paling tepat. Ajaklah anak untuk menggambar benda yang disukainya, hubungkan dengan bentuk huruf yang sedang dipelajari.  

Gambar yang kaya dengan bentuk geometri

c. Benda nyata 

Mulai menghubungkan huruf dengan benda yang dilihat bukan dalam bentuk tapi dalam bentuk huruf. Jadi apel yang berbentuk bulat bukan huruf O tapi huruf A. Ini memang agak sulit, tapi dengan berlatih lama lama akan terbiasa. 

d. Gerak

Untuk yang suka bergerak, kita bisa mencoba menerjemahkan bentuk huruf ke dalam gerakan. Misalnya huruf O dengan greakan melingkar, A dengan gerakan tajam, dll. 

3. Belajar menghubungkan simbol yang satu dan lain

Kalau sudah mulai ingat dengan huruf yang dipelajari, baru kita dapat belajar menggabungkan huruf dengan kata kata yang mulai ada artinya. Saya masih memakai metoda mengeja dengan 2 suku kata yang sangat sederhana. 

O ya ada latihan 2 suku kata yang dapat diunduh di sini. Tapi pastikan anak anak yang mengerjakannya sudah sanggup dan sudah berlatih mengenal huruf. 

lainnya tentang membaca:

 

Senin, 26 Oktober 2015

Jika Anak Menolak Perintah Kita

Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan ketika anak anak menolak apa yang diperintahkan antara lain:
Gambar dari: www.vectorstock.com
  • Kurangnya intensitas hubungan personal 
    Walaupun tinggal dalam satu rumah atau berada dalam satu ruangan, belum tentu orang tua dan anak saling kenal dan bergaul satu sama lainnya . Hubungan personal antara anak dan orang tua perlu dibangun agar bisa tetap saling mengenal. Kita tentu akan sulit melaksanakan perintah dari orang yang kita tidak kenal. Hubungan personal bisa ditingkatkan denagn melakukan perbincangan ketika sedang makan bersama, melakukan kegiatan bersama sama, atau sekedar menemani anak melakukan sesuatu di mana saja. 
  • Ada kebutuhan anak yang belum terpenuhi seperti kebutuhan untuk berbicara, bercerita, belajar, bermain, makan minum dan istirahat. Periksa kembali apakah seluruh kebutuhan anak sudah terpenuhi dengan baik sesuai dengan umurnya. 
  • Perintah yang kurang dipahami oleh anak. Sampaikan perintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Latihlah anak untuk dapat berkomunikasi secara verbal dengan baik dan benar.
  • Perintah terlalu sulit dilaksanakan tetapi anak tidak bisa menjelaskan kesulitannya.  Bisa saja anak sudah mengerti apa yang diperintahkan orang tua kepadanya, tapi ia tidak mampu melakukannya dan tidak mampu menjelaskan mengapa ia tidak mampu melakukannya. Buat perintah yang mudah dilaksanakan oleh anak sesuai dengan umur dan kemampuannya. Periksa kembali kemampuan anak berkomunikasi, jika anak mengalami hambatan komunikasi, cari tahu apa penyebabnya. Apakah anak mengalami hambatan komunikasi secara teknis atau psikologis. Kesulitan secara teknis dapat diselesaikan dengan banyak latihan komunikasi verbal, sementara gangguan psikologis mungkin dapat diselesaikan dengan meningkatkan hubungan personal. 
  • Anak tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan tersebut karena tidak ada hukuman, penghargaan atau alasan yang kuat. Berikan anak pelajaran agama terutama akhlaq dan adab terhadap orang tua agar termotivasi untuk patuh melaksanakan perintah. Berikan juga contoh yang baik. Sekali sekali berikan rewardpenghargaan dan hadiah jika anak sudah mampu melaksanakan perintah dengan baik. 
  • Anak mengalami kejenuhan luar biasa karena terlalu sering diberi perintah. Buat skala perintah secara berjenjang, mulai dari perintah yang tidak dapat ditawar karena dapat membahayakan keselamatan anak, sampai perintah yang dapat dinegosiasikan.
  • Lingkungan kurang mendukung anak untuk melaksanakan perintah dari orang tua. Ada contoh yang kurang baik yang dilihat oleh anak baik dalam lingkungan keluarga dan di luar keluarga. Periksa kembali pengaruh dari luar seperti kawan kawan, bacaan, tontonan, cerita dari keluarga, dll yang dapat berpengaruh pada anak`
  • Orang tua terlalu sibuk untuk memastikan perintah telah dilaksanakan sehingga tidak ada perbedaan jika perintah dilaksanakan atau tidak. Lakukan chek dan re-check setelah memberikan perintah.
  • Masalah lain yang tidak diketahui dengan pasti.  Perbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia agar mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah.



Rabu, 14 Oktober 2015

Berusaha Mendapatkan Shalat Yang Khusyu



Ada banyak yang harus diusahakan untuk mendapatkan shalat yang khusyu antara lain:
  • Mempelajari Ilmu fardhu tentang shalat seperti rukun shalat, syarat syah shalat dan syarat wajib shalat.
  • Mempelajari wudhu dan taharah yang benar. Wudhu dan taharah adalah salah satu syarat syah shalat.
  • Mempraktekkan apa yang telah dipelajari dengan sebaik baiknya seluruh tata cara wudhu, memenuhi rukun wudhu  
  • Menjaga wudhu sebelum shalat dengan cara tidak melakukan hal yang dapat membatalkan wudhu.
  • Menjaga agar tempat shalat, perlengkapan shalat dan diri sendiri sudah suci dari najis.
  • Mempraktekkan apa yang telah dipelajari dengan sebaik baiknya seluruh tata cara shalat denagn cara memenuhi seluruh rukun shalat, syarat syah shalat, mengerjakan yang wajib dan sunnat, menghindari hal yang makruh dan dilarang atau membatralkan shalat. 
  • Membaca bacaan shalat dengan tajwid yang benar. 
  • Menghafalkan arti seluruh bacaan shalat agar dapat memahami dan akhirnya dapat menjiwai apa yang diucapkan ketika shalat. 
  • Membuat shalat dengan sebaik baiknya yang dapat dilakukan
  • Menjaga apa yang dilakukan di luar shalat apalagi ketika sedang shalat.
  • Bersiap siap lahir dan bathin ketika akan masuk waktu shalat seperti mempersiapkan peralatan shalat, berwudhu, bershalawat, berniat akan melakukan shalat sebaikbaiknya ketika datang waktu shalat.