Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2020

Sudahkah Kita Mengenalkan Siti Aisyah Pada Anak-Anak

Siapakah Siti Aisyah


Siti Aisyah adalah salah satu tokoh muslimah yang sangat penting dalam Islam. Beliau adalah Istri Rasulullah yang memiliki peranan cukup besar dalam Islam khususnya dalam dunia Muslimah. Jadi tokoh ini adalah salah satu tokoh yang perlu dikenalkan pada anak-anak terutama anak perempuan. Beliau mewarnai kehidupan Rasulullah seperti Siti Khadijah dan Siti Fatimah. Kisahnya luar biasa, ada beberapa kisah kehidupannya yang menjadi sebab turunnya ayat dalam AlQuran, dan disebut dalam banyak Hadis Nabi. Nah, tapi sudah kenalkah kita kepada Ummul Mukminin Siti Aisyah ini?

Gambar dari: https://www.flickr.com/photos/25814184@N02/4116683838: izhankhalib

Mengenali Siti Aisyah


Apakah yang ada dalam pikiran kita sebagai seorang ibu yang ingin mengenalkan tokoh Siti Aisyah kepada anak perempuan kita? Apakah beliau sudah menjadi tokoh idaman kita sendiri? Apakah kita sudah mengetahui besarnya peranan beliau dan pentingnya mengenalkan tokoh ini kepada anak anak? apa manfaatnya jika kita mengenalkan tokoh ini kepada anak anak? kalau Siti Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam dan berjuang habis-habisan untuk menegakkan Islam hingga akhir hayatnya, kalau Siti Fatimah adalah anak Rasulullah yang selalu  membela Rasulullah di manapun Beliau berada, bagaimana dengan Siti Aisyah?

Nara Sumber Tentang Siti Aisyah


Jujur saja, kita sekarang berada di generasi Millenial yang mungkin berbeda dengan generasi sebelum kita. Kalau nenek moyang kita ada yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, membuka kitab kuning dan direzkikan untuk mengenal berbagai tokoh besar dalam Islam, rasanya sekarang kesempatan itu semakin langka. Namun kita masih bisa mencari informasi tersebut dari berbagai sumber seperti dalam AlQuran, hadis, dan bertanya pada Ulama yang dipercaya.


Photo by abdulmeilk majed from Pexels


Sayangnya uraian-uraian tersebut tidak terlalu banyak, mungkin karena tokoh-tokoh dalam islam jumlahnya banyak sekali. Kalaupun ada kebanyakan bentuknya adalah hadis dan ayat yang membutuhkan uraian lebih banyak lagi agar kita dapat memahami dan merasakan kehebatan tokoh tersebut. Salah satu informasi yang saya dapat tentang Ummul Mukminin Siti Aisyah ada dalam syair lagu di bawah ini

Link Video:




(syair ditulis dalam Bahasa Melayu, diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dalam tanda kurung).

Siti Aisyah

Siti Aisyah engkau Ummul Mukminin, Lahirmu dari Keluarga Terpimpin
Terpilih menjadi Istri Rasulullah yang merupakan Kekasih Allah
Kebijaksaannmu terserlah (terlihat)
Sewaktu usiamu masih muda
Menyelesaikan masalah ketika Ketiadaan Rasulullah (ketika Rasulullah tidak ada)

***

Siti Aisyah kau Peribadi Contoh
Sayap Kiri Perjuangan
(Membantu Perjuangan Rasul yang Mulia
Ujian Mendatang Penyubur Jiwa) (2x)

Sajak:
Wahai Srikandi, Bidadari, Anugrah Tuhan buatmu, ya Rasulullah
Membantu Perjuangan, membantu Ahli Keluarga dan membantu Peribadimu ya Rasulullah
Rasulullah menggelarkanmu Humaira,
lambang cintamu pada Perjuangan Rasulullah,
bukti Kasih Cintamu

Engkaulah Idola kami
Pengorbanan dan Perjuanganmu menjadi Ikutan, menjadi Panduan
Hebatnya buah hati Nabi - Humaira  (kembali ke ***)

Syair di atas padat sekali dan penuh makna. Dari syair tersebut kita mendapat gambaran tentang Muslimah secara umum di zaman Rasulullah. Kita dapat melihat bahwa dalam Islam, wanita dapat berperan dan tidak dihalang untuk berjuang mengenalkan Tuhan sesuai dengan kemampuannya. Seperti Siti Aisyah yang dalam usia muda- belia, dapat membantu menyampaikan berbagai Ilmu baik ketika Rasulullah masih ada dan ketika sudah tiada. Siti Aisyah juga dapat menjadi contoh bagi anak anak. Kita dapat bercerita tentang kecerdasannya yang luar biasa (menjadi perawi hadis yang banyak terutama tentang Muslimah, menguasai ilmu pengobatan, dan lain lain), akhlak dan kebaikannya kepada berbagai manusia, serta semangatnya untuk berjuang mengenalkan Tuhan dengan kasih sayang dan menegakkan kebenaran kepada umat manusia.

Dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk memahami dan menghayati tokoh dan perjuangan Siti Aisyah ini. Untuk anak anak, informasi ini dapat disampaikan dalam bentuk cerita. Namun dibutuhkan uraian dan improvisasi yang tepat agar dapat dicerna dengan mudah oleh anak anak. Mungkin pada blog post berikutnya sajian tentang Siti Aisyah akan dibuat lebih 'ramah anak-anak'.


Rabu, 14 Oktober 2015

Berusaha Mendapatkan Shalat Yang Khusyu



Ada banyak yang harus diusahakan untuk mendapatkan shalat yang khusyu antara lain:
  • Mempelajari Ilmu fardhu tentang shalat seperti rukun shalat, syarat syah shalat dan syarat wajib shalat.
  • Mempelajari wudhu dan taharah yang benar. Wudhu dan taharah adalah salah satu syarat syah shalat.
  • Mempraktekkan apa yang telah dipelajari dengan sebaik baiknya seluruh tata cara wudhu, memenuhi rukun wudhu  
  • Menjaga wudhu sebelum shalat dengan cara tidak melakukan hal yang dapat membatalkan wudhu.
  • Menjaga agar tempat shalat, perlengkapan shalat dan diri sendiri sudah suci dari najis.
  • Mempraktekkan apa yang telah dipelajari dengan sebaik baiknya seluruh tata cara shalat denagn cara memenuhi seluruh rukun shalat, syarat syah shalat, mengerjakan yang wajib dan sunnat, menghindari hal yang makruh dan dilarang atau membatralkan shalat. 
  • Membaca bacaan shalat dengan tajwid yang benar. 
  • Menghafalkan arti seluruh bacaan shalat agar dapat memahami dan akhirnya dapat menjiwai apa yang diucapkan ketika shalat. 
  • Membuat shalat dengan sebaik baiknya yang dapat dilakukan
  • Menjaga apa yang dilakukan di luar shalat apalagi ketika sedang shalat.
  • Bersiap siap lahir dan bathin ketika akan masuk waktu shalat seperti mempersiapkan peralatan shalat, berwudhu, bershalawat, berniat akan melakukan shalat sebaikbaiknya ketika datang waktu shalat.

Allah Telah Memberikan Kita Banyak 'Me Time'

"Me Time" itu artinya:
the time a person has to himself or herself, in which to do something for his or her own enjoyment; dari:  http://www.thefreedictionary.com/me-time
time for one's self to relax, recover, think, etc.; dari: http://onlineslangdictionary.com/meaning-definition-of/me-time.

Banyak orang yang membedakan antara waktu bekerja, beraktivitas, dengan waktu untuk diri sendiri. Hal ini mungkin sulit untuk ibu ibu yang bekerja dan mengurus anaknya di rumah. Pekerjaan ini berlangsung 24 jam tanpa henti dan tidak ada waktu kompromi. Walaupun tubuh sudah penat, tapi kalau ada anak yang minta ke kamar mandi, tidak bisa ditunda. Kalau ada anak yang sedang  bersdih, itu tidak bisa ditunda, kalau ada anak yang berkelahi, juga tidak bisa ditunda. Lama kelamaan kejadian rutin seperti ini terus menerus bisa membuat sang ibu menjadi sedih, gelisah dan tidak tenang. Apalagi kalau melihat banyak wanita lain yang bekerja di luar rumah tapi masih mampu memiliki waktu untuk dirinya sendiri.

Gambar dari pinterest, sumber : Everyday People Cartoons by Cathy Thorne
Tapi kita tidak perlu bersedih hati karena Allah telah menyediakan "Me time" banyak sekali. Contoh "Me Time" yang sangat istimewa adalah shalat. Pada saat ini tidak ada satupun yang dapat mengganggu kita untuk bertemu dengan Allah Swt, mengadu kepada Nya, memohon pertolongan kepada Nya dan meminta ampun kepada Nya. Pada saat itu Allah betul betul ajarkan kita untuk meminta, berkeluh kesah dan bertindak sebagai seorang hamba. Jika kita berusaha melakukan shalat sebaik baiknya, Insya Allah kita akan merasa tenang dan kuat. Tidakkah kita berbahagia memiliki Tuhan yang sangat memahami kita? Kitalah yang membutuhkan shalat, bukan Allah. Bagi Allah, kita melakukan shalat ataupun tidak, tidak memberikan pengaruh terhadap kebesaranNya. 

"Me time" lain yang dapat kita lakukan adalah bekerja dengan sungguh sungguh untuk mencari keredhoan Allah. Lakukan pekerjaan tersebut sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan kita, lalu bertawakallah kepada Allah. Jika pekerjaan masih di luar target kita, pelajari dan cari apa masalahnya lalu perbaiki sesuai dengan kemampuan. Jadikanlah masalah ini menjadi salah satu doa dan rintihan kita. Insya Allah kita akan menemukan kemudahan kemudahan dalam setiap aktivitas kita dan semoga kita mendapat kasih sayang Allah.

Ternyata, "Me time " justru diperoleh lewat kesibukan kita bekerja dan beribadah kepada Allah asalkan kita meluruskan niat kita melakukannya untuk mencari keredhoan Allah. Hal ini yang telah diketahui dan dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Mereka selalu memanfaatkan seluruh waktu yang dimilikinya untuk mencari keredhoan Allah dengan cara beribadah dan bekerja. Tapi mereka tidak pernah terlihat bersedih. Mereka bersedih jika tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan untuk Allah seperti ketika kehilangan kesempatan untuk berperang, kesempatan untuk bersedekah, dan lain lain. Mereka sadar bahwa segala perbuatan yang dilakukan bukan untuk mencari keredhoan Allah adalah sesuatu yang sia sia dan tidak berguna.  Mereka sadar bahwa tugas seorang hamba di dunia adalah berbakti kepada Penciptanya.

Jadi jangan bersedih, sudah banyak sekali manfaat yang Allah berikan kepada kita sebagai seorang pengurus rumah tangga. Selain kita belajar untuk mengurus anak anak dengan baik, membagi waktu, melatih kekuatan fisik, berkasih sayang dengan anak anak, kita dapat juga menjadikan kegiatan kita sebagai ibadah untuk mencari keredhoan Allah.

Minggu, 04 Oktober 2015

Bercerita Idul Adha Pada Balita

Peristiwa Idul Adha adalah peristiwa yang sangat berkesan dan memberikan banyak hikmah bagi manusia. Ada tentang pengorbanan, keyakinan dan perjuangan untuk terus taat melaksanakan perintah Tuhan. Idul Adha ini dirayakan secara besar besaran bagi umat Islam. Besarnya hari raya ini ditandai dengan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan Qurban yang dibagikan kepada masyarakat yang pantas menerimanya. Jadi ini adalah hari bergembira untuk seluruh manusia.  Bagaimana tidak senang, daging yang sudah menjadi makanan mewah bagi rakyat kecil, dapat diperoleh dengan cuma cuma di hari raya yang berkah ini. Begitu banyaknya pesan dan hikmah yang dapat disampaikan pada si kecil di hari raya Idul Adha, tapi, bagaimana cara menyampaikannya agar si kecil yang masih usia Balita dapat ikut merasakan kegembiraan hari raya ini? Cerita tentang pengorbanan, di balik idul Adha ini adalah sesuatu yang baik untuk disampaikan pada anak anak. namun kita harus berhati hati menyampaikannya.

Mengapa? karena anak yang belum mumaiyiz, usia Balita dan juga anak yang berusia di bawah 7 tahun, kadang sulit membedakan mana yang bersifat kenyataan dan bukan. Jika ia belum paham, bukan kesalahannya jika suatu saat ia membuat dan meniru apa yang sudah diceritakan kepadanya. Padahal salah satu pemandangan yang ada saat Idul Adha adalah pemotongan hewan Qurban.




Pemotongan Hewan Kurban


Peristiwa penyembelihan hewan kurban mengandung banyak hikmah dan manfaat bagi anak jika diceritakan dengan baik dan benar, namun kesalahan dalam bercerita bisa membawa berbagai pengaruh pada anak terutama pada peristiwa penyembelihan. Anak yang pemberani mungkin akan tenang tenang saja mendengar cerita seperti itu. Namun bisa saja kelak ia akan mencoba meniru apa yang diceritakannya (berhati hatilah, meletakkan benda tajam di tempat yang dapat dijangkau oleh anak). Sementara anak yang sensitif akan menjadi sangat ketakutan, tidak suka dan cenderung trauma dengan peristiwa tersebut.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ceritakan peristiwa penyembelihan sebagai salah satu urutan cerita saja, tanpa menceritakan lebih detail tentang bagaimana tajamnya pedang yang digunakan, bagaimana darah berceceran, dan lain lain.

Arahkan anak untuk berusaha merasakan bagaimana sebenarnya perasaan seorang bapak yang sangat sayang dengan anaknya tapi mendapatkan perintah dari Allah untuk berpisah dengan anaknya. Bukan hanya berpisah, namun membuat anaknya bertemu ajal  melalui tangan bapaknya sendiri. Di sini tentu saja ada pergulatan perasaan seorang ayah yang penuh kasih kepada anaknya, namun juga berusaha untuk tetap patuh pada apa yang diperintahkan oleh Allah. Nabi Ibrahim seperti ayah lainnya sangat menyayangi Nabi Ismail. Tapi Nabi Ibrahim juga sangat taat dan cinta kepada Allah.

Ceritakan juga bagaimana Nabi Ismail dalam usia kanak kanak dengan gagah berani, percaya dengan kebaikan perintah Allah. Tak mungkin Tuhan yang menciptakan manusia, memberikan keburukan kepada hamba hamba yang patuh kepadaNya. Nabi Ismail yakin akan kebaikan Tuhan dan ingin segera melaksanakan perintah tersebut untuk mendapatkan kasih sayang Tuhan. Begitulah Nabi Ismail, anak soleh yang taat kepada Tuhan dan mendukung segala apa yang dilakukan oleh ayahnya yang juga seorang nabi.  Apa yang dilakukan oleh Nabi Ismail ini tentu saja memudahkan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Sehingga segala sesuatu berjalan seperti yang diperintahkan sampai Tuhan memberikan kejutan di akhir cerita. Jangan lupa untuk menambahkan bagian akhir  cerita yang sungguh manis yaitu Tuhan mengganti Ismail dengan seekor kambing dari Syurga. Dari sini turunlah perintah berkurban hewan bagi setiap manusia yang mampu dan membagikan hasil kurban kepada masyarakat yang layak untuk menerimanya.

Di sini kita bisa bercerita bahwa penukaran Nabi Ismail dengan kambing dari syurga adalah salah satu tanda bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Penyayang. Bagi manusia yang taat kepada Allah, kasih sayang Allah sangat berlimpah, bukan hanya di dunia saja tapi juga di akhirat, dan Allah tidak akan menzhalimi makhluk makhlukNya apalagi makhluk yang dicintaiNya. Katakan juga bahwa kita tidak usah berputus asa jika mendapat ujian dari Allah.  Dari ujian itu sebetulnya kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan pada Allah ketaatan, kepatuhan, dan prasangka baik kita kepada Allah. Di balik ujian itu Allah telah sediakan suatu jalan penyelesaian yang paling baik untuk kita baik di dunia dan di akhirat kelak.

Terakhir jangan lupa untuk berkata bahwa ujian yang sangat berat ini yaitu menyembelih anak sendiri, ditujukan bukan pada seluruh manusia tapi pada seorang manusia yang luar biasa seperti Nabi Ibrahim saja, manusia biasa tidak akan mampu memahami dan merasakan apa yang dirasakan dan dialami oleh Nabi Ibrahim.

Mengajak Balita Untuk Berkorban



Bagi umat Islam yang sudah mampu, dianjurkan untuk mengorbankan seekor kambing atau binatang ternak lainnya di Hari Raya Idul Adha. Kita dapat mengajak anak anak untuk berkorban juga. Ajaklah anak anak untuk berlatih membuat pengorbanan kepada Allah seperti berkorban perasaan ketika diganggu oleh kawan dengan membalas dengan perbuatan dan kata kata yang baik, berkorban perasaan ketika sedang lelah tapi tetap mau membantu ibu, menahan rasa marah, dan lain lain.

Pengorbanan yang besar sudah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim adalah nabi luar biasa yang merupakan nenek moyang dari Nabi Muhammad. Ajaklah anak untuk mengetahui kehebatan kehebatan Nabi Ibrahim lainnya dan ajaklah anak untuk bersalawat kepada Nabi Ibrahim, seperti yang kita lakukan ketika sedang membaca doa tahiyat akhir di dalam shalat kita.


Sabtu, 01 Agustus 2015

Perlukah Mengulang Shalat?

Sekedar mengetahui ilmu fardhu ain kita.Ilmu tentang shalat adalah ilmu yang sifatnya wajib dipelajari untuk semua orang Islam yang sudah mukallaf. Rukun Shalat, Syarat wajib shalat, rukun shalat dan syarat sah shalat harus diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah agar ibadah shalat yang dilakukan sudah sesuai denagn syariat. Begitu juga denagn ilmu taharah, dan ilmu berwudhu karena wudhlu adalah salah satu cara untuk membersihkan hadats kecil yang termasuk ke dalam salah satu syarat syah shalat. Di bawah ini adalah pertanyaan yang merupakan kisah nyata yang mungkin dapat menjadi bahan fikiran dan renungan apakah ilmu tentang shalat sudah kita kuasai atau belum.


Pada suatu hari, setelah selesai mengerjakan shalat, seorang muslimah baru menyadari bahwa pada kaki bagian atas ada bekas cat yang belum dibersihkan. Memang sebelum shalat ia mengecat menara air, tapi ia sudah memastikan bahwa bagian tubuh yang terkena cat itu sudah dibersihkan sebelum ia berwudhu.

Jadi bagaimana dengan shalat muslimah itu? apakah perlu diulang atau tidak?

Minggu, 26 Juli 2015

Pendidikan Islam Untuk Anak Dalam Kehidupan Sehari hari


Peran manusia di bumi ini terbagi menjadi 2 yaitu sebagai seorang abid yang menyembah Allah dan sebagai khalifah yang mengatur bumi dan seisinya. Hal ini dapat ditemukan pada Al Quran surat Adz Dzariyat ayat 56 (peran sebagai penyembah Allah) dan Surat Al Baqarah Ayat 30 (sebagai khalifah). Dari kedua peran ini terlihat bahwa tanggung jawab orang tua dan pendidik sangat berat. Mereka harus mampu mendidik anak anak menjadi seseorang yang dapat mengatur bumi dan seisinya dengan baik tapi hatinya selalu terpaut dengan Allah swt melalui ibadah dan akhlaq nya dalam kehidupan sehari hari.Sudah menjadi tugas seorang pendidik untuk memastikan bahwa anak anak sudah mempelajari bagaimana cara beribadah yang baik dan benar dan menjalani aktivitas kehidupan sehari hari dengan baik dan benar seperti yang pernah dicontohkan dan disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Untuk  menjadi seorang muslim yang baik kita perlu mempelajari Aqidah, Syariat dan Tasawuf karena ketiga hal tersebut sangat berhubungan dengan Iman, Islam dan Ihsan. Sebetulnya bagian yang satu dan lain sangat berhubungan, namun secara keilmuan dapat dipisahkan menjadi 3 bagian. Itu sebabnya ketika kita membahas Tasawuf, kita tidak bisa terlepas dari aqidah dan syariat, begitu juga sebaliknya. 

Berbicara tentang Aqidah, Syariat dan Tasawuf ini sangat berat sehingga ada baiknya kita mengacu pada Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah agar memiliki panduan yang tepat.  Ketika kita berbicara tentang Tasawuf, sebaiknya kita mengacu pada akhlaq yang bertauladan kepada Rasulullah. Akhlaq Rasulullah ini yang akan menjadi panduan kita untuk mendidik anak anak dalam kehidupan sehari hari.

Tulisan ini sebenarnya saya buat sebagai pengingat diri saya sendiri akan besarnya tanggung jawab yang harus saya penuhi sebagai orang tua dari anak anak saya. Tulisan di bawah ini hanya akan membahas sekilas tentang ilmu-ilmu apa saja yang perlu diketahui oleh seluruh muslim yang sudah aqil baligh yang biasanya diamalkan dalam kegiatan sehari hari.  Ada amalan yang hukumnya wajib, sunnah atau keutamaan. Tulisan ini tidak akan membahas secara mendetail tentang pelaksanaan ibadah wajib seperti shalat, dll. Moga-moga detail pelaksanaan ibadah wajib dapat dibahas di artikel lain.

Secara hukum fiqih, anak anak yang belum akil baligh belum dijatuhi hukum "berdosa" jika tidak mengamalkan kewajiban agama. Namun mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu ini akan terasa lebih berat jika dilakukan ketika baru dilaksanakan ketika sudah akil baligh. Lewat didikan yang istiqomah dan penuh kasih sayang, tanpa tuntutan dan paksaan, anak akan terbiasa sejak kecil melakukan amalan amalan tersebut sehingga tidak akan mengalami kesulitan jika dia sudah akil baligh.Pada anak yang belum mumayiz, pendidikan dapat dilakukan dengan memberi contoh dalam lingkungan yang terkondisikan, sedangkan pada anak yang sudah mumayiz mulai dapat diberikan ilmu, dalil dan aturan yang lebih lengkap dan terstruktur.

Karena ilmu yang bisa diamalkan sehari hari ini sangat banyak, saya hanya akan menyampaikan  ilmu yang biasa diamalkan dalam kehidupan sehari hari dan dapat diajarkan kepada anak sejak mumayiz sebagai bekal menghadapi masa aqil baligh. Ilmu ini didapat dari berbagai sumber dan bukan rekaan diri saya sendiri (silahkan lihat Nara sumber di bawah). Masih banyak kegiatan lain yang belum dibahas dalam tulisan ini yang bersifat lebih spesifik seperti bermusafir, dll.

Ada sedikit perbedaan didikan antara anak perempuan dan anak laki laki (silahkan lihat di sini), tapi sebagian besar hampir sama. 

I. Ilmu Dalam Kegiatan Sehari hari

 

A. Makan dan minum

  1. Kita harus menjaga agar hanya makanan dan minuman  halal yang diberikan pada anak baik dari zatnya, cara mendapatkannya dan cara menyajikannya. Makanan menjadi haram jika berasal dari sumber makanan yang haram atau cara mendapatkannya dengan cara yang haram. Makanan halal juga bisa menjadi makanan yang haram jika cara menyajikannya tidak tepat. Misalnya makanan yang halal zatnya tapi tercampur najis ketika mengolahnya, maka akan menjadi makanan yang haram karena kita tidak boleh memakan makanan yang mengandung najis. 
  2. Mengajarkan panduan adab makan dan minum dan mengamalkannya secara istiqomah pada anak. Rasulullah telah memberi contoh bagaimana makan dan minum yang baik. Antara lain: cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum makan dan sesudah makan, makan dengan tangan kanan, makan dan minum tidak terburu buru, makan tidak boleh terlalu banyak hingga kekenyangan, kunyah makanan perlahan lahan dengan jumlah kunyah minimal 33 kali, sebaiknya makan bersama sama, mengutamakan orang lain ketika makan, makan dengan rapi sehingga tidak ada makanan yang jatuh terbuang, dll. 
  3. Anak yang sudah mumaiyiz sudah mulai bisa diajak untuk belajar memasak dan mengatur menu makanan. Setelah merasakan bagaimana sulit dan melelahkannya kegiatan memasak, ajari juga agar mereka menghargai makanan yang telah dibuat sendiri serta berterimakasih dan mendoakan pada semua orang yang telah berusaha menyediakan makanan hingga siap dimakan selama ini.
  4. Mengajarkan anak untuk selalu bersyukur pada Allah atas nikmat makan dan minum yang diberikan. Ajarkan anak untuk makan dengan rapi, tidak berantakan dan tidak membuang-buang makanan. Tanamkan kebiasaan untuk makan secukupnya dan jika ada makanan yang berlebih, ajarkan anak untuk menyimpan makanan yang belum dimakan dengan baik untuk dimakan kembali ketika waktu makan tiba. Sampaikan bahwa makanan yang terbuang percuma adalah salah satu contoh kemubaziran yang tidak disukai Allah. 

B. Mandi dan kebersihan

Menanamkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman dan harus diwujudkan dalam perbuatan sehari hari. Mengajarkan anak untuk memelihara dan menjaga agar badan dan seluruh tubuhnya tetap bersih dengan mandi, sikat gigi, potong kuku, membersihkan kotoran seperti membuang ingus, kotoran kuping, dll, menjaga kebersihan dan kerapihan rambut. Jika memungkinkan, buatlah semua yang disunnahkan oleh Rasul seperti sikat gigi sebelum shalat, potong kuku di hari jumat, dll. 

Ajarkan juga:
  1. Adab-adab dan doa. Seperti: doa sebelum masuk dan setelah keluar dari kamar mandi, tidak berbicara di dalam kamar mandi, ketika buang hajat, menyelesaikan urusan buang hajat sampai tuntas, membilas dan mensucikan bagian yang kotor, dll. 
  2. Mengajarkan ilmu taharah, mengenalkan jenis jenis najis dan cara menghilangkannya terutama ketika sedang buang hajat di kamar mandi. Ilmu taharah juga diperlukan sebelum anak mulai belajar shalat. 
  3. Mengajarkan pada anak untuk berterimakasih pada Allah dan Rasul yang telah memberikan panduan untuk tetap menjaga kebersihan dari kekotoran yang tak dapat dihindari oleh setiap makhluk ini .

C. Berpakaian

Berikanlah pakaian yang sederhana, bersih, nyaman dipakai dan mendukung aktivitas anak anak yang sedang aktif bergerak. Menggunakan kerudung untuk anak perempuan dan peci untuk anak laki-laki sangat dianjurkan sehingga ketika akil baligh dan sudah jatuh hukum tentang batasan aurat, mereka sudah terbiasa. Berikan kerudung atau peci yang nyaman dipakai anak agar mereka merasa nyaman menggunakannya. Pada usia mumaiyiz, kita mulai dapat mengajarkan batasan aurat untuk laki laki dan perempuan yang boleh dilihat oleh laki laki dan perempuan lain yang muhrim dan bukan muhrim. Pada saat yang bersamaan kita dapat mengajarkan silsilah keluarga untuk mengetahui mana yang menjadi muhrim dan tidak. 

D. Tidur

  1. Mengajarkan adab adab dan doa yang diucapkan ketika akan tidur. Pisahkan tempat anak tidur dari orang tua, pisahkan juga tempat tidur anak laki laki dan perempuan,  terutama ketika anak sudah mencapai usia mumaiyiz. Ajarkan anak untuk mengevaluasi kegiatan diri dan bermuhasabah serta bertaubat sebelum tidur.  
  2. Membuat jadwal kegiatan sehari hari sejak bangun hingga tidur sehinga anak dapat belajar berdisiplin dalam beraktivitas dan beristirahat.

II. Ilmu Dalam Pergaulan

Anak akan bergaul dengan kawan sebayanya, yang lebih kecil, lebih besar, bergaul dengan orang tua, guru, saudara-saudara, masyarakat sekitar juga mungkin akan berhubungan dengan pemimpin dan tokoh masyarakat kelak. Selain itu anak juga akan bergaul dengan hewan, tumbuhan dan lingkungan sekitarnya. Untuk anak yang belum mumaiyiz kita perlu menjaga lingkungan pergaulannya denagn baik agar dia dapat melihat contoh yang baik. Untuk yang sudah mumaiyiz kita perlu memberikan bekal ilmu pergaulan beserta adab adabnya.

Secara umum anak harus mengetahui untuk apa manusia bergaul dan pergaulan seperti apa yang disukai oleh Allah dan telah dicontohkan oleh Rasulullah. Salah satu manfaat dari pergaulan adalah memperpanjang tali silaturahmi, menimbulkan rasa berkasih sayang sesama manusia, belajar menyampaikan pendapat dan berdiskusi, serta memiliki kesempatan beramar ma'ruf nahi munkar pada sesama manusia di muka bumi. Anak juga harus mengetahui batas batas pergaulan seperti batasan aurat, perbedaan bergaul dengan yang berbeda jenis kelamin, yang muhrim dan bukan muhrim (seperti ketika berjabat tangan, bermain, belajar bersama, dll),  adab-adab berbicara (seperti memilih topik pembicaraan, dll).

A. Bergaul dengan kawan sebaya

Beberapa tinjauan ringkas mengenai cara bergaul dengan teman sebaya adalah:
  • Bergaul dengan teman sebaya memang sangat menyenangkan namun bisa melalaikan jika kita lupa membatasi diri. Jadi kita tetap harus menjaga adab dan bergaul seperti yang disukai oleh Allah dan dicontohkan Rasul.
  • Jagalah agar topik pembicaraan yang dipilih cukup bermanfaat dan tidak membuang buang waktu, hindarkan gossip, hindarikan diri dari perasaan ingin membanggakan diri sendiri, hindarkan gurauan yang dapat menimbulkan sakit hati kedua belah pihak, membuang buang waktu atau melalaikan. Pupuklah simpati agar dapat bergembira ketika kawan sedang bergembira, dan sedih ketika kawan sedang bersedih, dll.
  • Jika ada tiga pihak yang berbicara, pilihlah topik yang dapat dibicarakan oleh ketiga pihak tersebut sehingga semua dapat mengambil kesempatan untuk berbicara. Jangan berbicara berbisik-bisik sehingga ada salah satu pihak yang akan merasa tersisih.

 

 B. Bergaul dengan kawan yang lebih kecil

Sampaikanlah manfaat bergaul dengan kawan yang lebih muda pada anak-anak. Bergaul dengan kawan yang kecil bermanfaat bagi kita karena kita akan belajar menjadi pemimpin yang dapat melindungi, membantu dan membimbing kawan yang lebih kecil.  Segala batasan adab dan syariat pergaulan secara umum tetap harus dipenuhi ketika kita bergaul. Belajar dengan yang lebih kecil juga membuat kita menjadi belajar untuk lebih sabar, dan Allah menyukai orang yang sabar. Sesuaikan topik pembicaraan agar dapat dipahami oleh kawan yang lebih kecil.
 

C. Bergaul dengan kawan yang lebih besar

Ada banyak manfaat berghaul denagn kawan yang lebih tuda yang perlu disampaikan kepada anak. Bergaul dengan kawan yang lebih besar akan mengajari diri kita untuk merendah diri, belajar menghormati yang lebih tua, dan belajar menjadi pengikut.

 

D. Bergaul dengan orang tua

Kedudukan orang tua yang mulia dan harus dihormati dan dipatuhi oleh anak-anaknya telah banyak disebut di dalam hadits Rasul. Sebagai orang tua yang baik kita harus memberi contoh akhlaq yang baik agar dihormati dan disegani oleh anak anak. Beberapa adab yang perlu diketahui oleh anak adalah: tidak pernah berkata kasar kepada orang tua, tidak menyinggung perasaan orang tua, berbakti kepada orang tua dengan berbagai cara, meminta izin pada orang tua untuk beberapa hal seperti: ketika ingin bermain dengan kawan, melakukan kegiatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah, izin masuk ke dalam kamar orangtua, mengetuk pintu kamar orang tua dan baru masuk ketika pintu sudah dibuka, dll.

 

E. Bergaul dengan guru

Sampaikanlah pada anak anak bahwa guru adalah pembimbing dan sumber ilmu. Orang yang berilmu memiliki derajat yang jauh lebih tinggi dibandingkan Abid (ahli ibadah) sehingga kita harus menghormatinya apalagi jika itu adalah guru sendiri. Beberapa adab pada guru antara lain menghormati guru termasuk dalam menyampaikan perbedaan pendapat, sanggahan atau pertanyaan, berbaik sangka denagn guru, membantu dan mendoakan guru yang telah membimbing kita.
 

F. Bergaul dengan masyarakat

Anak yang sudah mumaiyiz dapat mulai belajar bergaul dengan masyarakat luas dengan bekal ilmu dan batasan-batasan yang perlu dilakukan untuk keamanan. Kenalkanlah bahwa di dunia ada banyak manusia yang berasal dari bermacam macam suku, sifat, dan budaya yang berbeda beda. Sebagai seorang anggota masyarakat kita harus mampu bergaul dengan baik tapi tetap sesuai dengan syariat dan prinsip prinsip agama. Anak perlu dikawal sebaikbaiknya ketika mereka sedang bergaul. Ajarkan juga untuk berhati hati dengan orang yang belum dikenal baik dalam sikap, perbuatan dan cara berbicara.
 

G. Bergaul dengan pemimpin dan tokoh masyarakat

Seorang anak yang sudah mumaiyiz mulai dapt dikenalkan pada posisinya di dalam masyarakat dan siapa pemimpin yang perlu diketahui dan bagaimana bersikap terhadap pemimpin. Tidak ada salahnya mengajarkan sistem pemerintahan dan tata negara untuk anak yang sudah mampu memahaminya.

 

 H. Bergaul dengan alam

Alam adalah ciptaan Allah yang diserahkan pada manusia untuk dikelola. Tanamkan pada anak bahwa alam adalah barang titipan yang tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan pribadi. Ajarkan anak untuk cinta dengan alam serta mampu merawat dan memanfaatkan alam untuk kepentingan masyarakat banyak.  Tanamkan bahwa apa yang diperbuat di dunia akan ditanya di akhirat dan alam bisa menjadi saksi ketika hari perhitungan tiba.

 

III. Ilmu Dalam Mencari Ilmu

Dalam hadits disebutkan pentingnya menuntut ilmu. Orang yang berilmu memiliki derajat yang tinggi. Agama Islam tidak hanya menganjurkan untuk menuntut ilmu tapi memberikan kewajiban untuk mengamalkan ilmu yang telah diketahui. Jika kita mengamalkan ilmu, Allah akan membagi lebih banyak lagi ilmu yang bermanfaat, sebaliknya Allah tidak suka denagn orang yang sudah mendapatkan ilmu tapi tidak mengamalkannya.

 

Ilmu yang wajib dipelajari setiap individu (fardhu ain)

Ilmu fardhu ain hukumnya wajib dipelajari oleh setiap individu yang beragama Islam yang sudah mukallaf. Jika ilmu ini tidak diketahui dan tidak diamalkan oleh seorang Islam maka ia tidak dapat melakukan ibadah dengan benar. Ibadah tanpa cara pelaksanaan yang benar adalah sesuatu yang sia sia. Sehingga jika ia melakukan ibadah yang hukumnya wajib, namun ia melakukan kesalahan dari segi ilmu, ibadahnya akan dianggap sia sia. Ia juga dapat melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah karena tidak memiliki ilmu yang cukup terhadap masalah tersebut, dan ini dianggap berdosa.

Pilihlah Alim Ulama yang dipercaya dan dapat menjadi rujukan untuk mempelajari hal hal tersebut. Pilih juga mazhab yang akan kita jadikan panduan dan beristiqomah menjalankan panduan tersebut. Banyak kitab kitab yang memberikan penjelasan tentang ibadah  dan aqidah yang dapat dijadikan rujukan misalnya untuk aqidah, sifat 20 Abu Hasan Al Asy'ari, untuk fiqih, kitab Al Umm bagi yang memilih mazhab Imam Syafii, dll.
Ilmu aqidah adalah segala ilmu yang berhubungan dengan iman dan rukun iman yaitu keyakinan kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat dan Qadha-Qadhar. Anak yang belum mumaiyiz dapat dikenalkan degan membacakan cerita, film sandiwara dan drama, atau mengaitkan pembicaraan dan kegiatan sehari hari dengan ilmu ilmu tersebut.
Misalnya ketika sedang mempelajari rukun Iman kepada rasul, kita dapat membacakan sirah Nabi, atau membuat drama dan film. Anak yang sudah mumaiyiz sudah mulai dapat dikenalkan kepada dalil aqli dan naqli ilmu ilmu tersebut seperti 4 sifat Nabi yang perlu diketahui, dll. Untuk yang sudah mampu membaca Quran, lebih baik lagi jika dibacakan sesuai sumbernya. Yang sudah menguasai bahasa Arab dapat lebih mendalami ilmu ilmu tersebut.
Ilmu syariat adalah segala yang berhubungan dengan syariat ibadah terutama ibadah yang terdapat dalam rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa zakat, ibadah haji. Segala hal yang berhubungan denagn ilmu ilmu dia tas juga perlu dipelajari. Misalnya ketika mempelajari shalat, belajar berwudhu menjadi wajib untuk memenuhi syarat syah shalat. Jika ilmu ini tidak dipelajari, secara fiqih ada syarat sah shalat yang belum dipenuhi. Ilmu thaharah juga diperlukan untuk menjaga syarat syah shalat terutama menjaga anggota badan, pakaian dan tempat shalat suci dari najis dan hadats. Ilmu thaharah dapat diajarkan sejak anak belum mumaiyiz agar anak terbiasa melakukannya ketika sudah aqil baligh. Ilmu ini terasa lebih berat jika baru dipelajari setelah aqil baligh. Semakin sering kita membiasakan diri, akan semakin mudah kita melakukannya.
Ada beberapa ilmu fardhu ain  lainnya yang perlu dipelajari dan berhubungan dengan muamalah dalam kehidupan sehari hari seperti ilmu jual-beli, nikah, makan minum, dll. Pilihlah ilmu dalam skala prioritas ketika mengajarkannya kepada anak anak sesuai dengan umur dan perkembangannya. Untuk anak yang belum mumaiyiz gunakan cerita dan narasi yang mudah difahami yang bersumber dari hadits, sirah Nabi dan sahabat Nabi, dll.  

 

Ilmu yang wajib dipelajari bersama (fardhu kifayah)

Ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang perlu dikuasai oleh sekelompok anggota masyarakat. Jika terdapat satu dari sekelompok orang saja yang menguasai ilmu tersebut, kewajiban untuk mempelajarinya menjadi gugur, jika tidak ada yang menguasainya,dan tidak ada yang mengusahakan agar ada  yang menguasai ilmu fardhu kifayah tersebut, kelompok orang tersebut dapat dianggap meninggalkan kewajiban menguasai ilmu dan berdosa. Contoh ilmu fardhu kifayah: mengurus jenazah, khilafah, jihad, ilmu tajwid, tahsin dan hafidz Quran, Ilmu hadits, Nahwu Shorof, Ushl Fiqih, Bahasa Arab, dll.

Ilmu yang berhubungan dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di dunia seperti ilmu matematika, fisika, teknik, dll juga termasuk dalam ilmu fardhu kifayah.

 

Ilmu yang boleh dipelajari

Ilmu yang hukumnya mubah dipelajari dan tidak bertentangan dengan syariat seperti ilmu kesenian, sastra, dll. Kita perlu berhati hati dan mengetahui hukumnya secara syariat dalam mempelajari ilmu ilmu ini. Jika bersifat makruh dan haram, wajib kita tinggalkan. Jika bersifat melalaikan dan membuat kita menjadi malas utnuk melakukan ibadah wajib, sebaiknya kita tinggalkan juga. Namun jika ilmu ilmu ini dapat menambah keimanan dan semangat kita dalam beribadah, kita dapat melanjutkannya.

 

 Ilmu yang dilarang untuk dipelajari

Ilmu yang membawa pada kerusakan umat dan tidak memberi manfaat hukumnya haram untuk dipelajari seperti ilmu sihir.

 

IV. Ilmu Dalam Mencari Hiburan

Pilihlah hiburan yang halal dan dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Swt seperti membaca buku sirah Nabi, sahabat dan alim ulama, membaca buku tentang ilmu dunia yang bermanfaat, berolahraga, kesenian, permainan dll. Ada hiburan yang sifatnya sunnah seperti berolahraga berenang berkuda dan memanah. Ada juga yang sifatnya mubah. Hindari hiburan yang diharamkan dan menjauhkan kita dari Allah Swt dan membuat kita menjadi malas beribadah.

Ketika bermain, pilihlah permainan yang dapat mengasah kemampuan kita dari segi kekuatan, keahlian dan ilmu pengetahuan sehingga memberikan manfaat. Pilih jenis permainan yang sifatnya berlomba, bukan berebut atau menganiaya. 

 

Referensi: 

Sabtu, 05 Juli 2014

Jika Anak Berbohong

Berbohong bukan satu mata pelajaran yang dimasukkan ke dalam raport. Sifat ini juga hampir tidak disebutkan dalam kriteria kelulusan pelajar. Walaupun menyontek dan plagiat adalah satu hal tentang kebohongan yang menjadi masalah dalam dunia pendidikan, namun tidak ada suatu cara atau kegiatan khusus yang dilakukan untuk mencegahnya. dalam dunia yang lebih besar lagi, berbohong jelas akan menimbulkan berbagai masalah baik di dunia kerja, keluarga, dan lain lain. Lalu apa landasan ilmu yang dapat dipakai untuk mendidik anak membuang kebiasaan berbohong?

Bagi saya, salah satu cara yang paling mudah adalah melalui pendidikan Agama. Dalam Islam, kejujuran  termasuk  dalam pendidikan akhlaq. Dan kebohongan adalah akhlaq buruk yang harus dimusnahkan karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain di masa sekarang dan masa datang. Akhlak yang baik adalah sebuah sikap yang sangat diperlukan terutama dalam kehidupan anak di masa datang. Akhlak yang baik tidak datang dengan begitu saja mengikuti perkembangan fitrah karena dalam perjalanan hidupnya anak akan bertemu denagn lingkungan dan peristiwa-peristiwa yang secara tidak sadar akan membentuk dirinya menjadi sebuah pribadi tertentu. Pendidikan sifat baik atau akhlak atau dapat juga disebut pendidikan karakter ini adalah satu hal penting yang harus ditanamkan pada anak sejak anak siap menerimanya, dalam Islam, pendidikan ini dimulai sejak dalam kandungan.

Kecewa

Mungkin itu perasaan kita ketika mengetahui anak sedang berbohong. Apalagi jika selama ini ia terlihat sebagai anak yang baik dan jujur. Berbohong memang sesuatu yang perlu diluruskan karena akan berpengaruh pada pendidikan dan pengasuhan anak selanjutnya. Jika anak terus berkata tidak benar, kita akan sulit untuk mendidik dan mengasuhnya karena tidak mengetahui keadaannya, perasaannya dan pikirannya. Berbohong juga membuat anak sulit untuk membedakan mana yang benar dan tidak, membuat anak menjadi gugup dan gelisah serta sulit berkonsentrasi. Kesulitan ini akan mempengaruhi perkembangan intelektual dan mental anak. Anak akan berjiwa lemah dan sulit belajar.

Jika kita tarik kembali tentang berbohong dengan Agama, ada beberapa dampak besar lain yang dapat ditimbulkan dari berbohong.Dalam Islam, berbohong adalah suatu yang tidak disukai oleh Tuhan dan memiliki banyak hukuman bahkan di dunia. Orang yang  berbohong tidak akan masuk dalam daftar perawi hadis walaupun ia hanya berbohong kepada hewan, tidak masuk ke dalam kriteria menjadi saksi, bahkan jika berdagang, tidak dapat dipercaya.  Sebaliknya kejujuran adalah harta yang sangat bernilai yang dapat meninggikan derajat seseorang baik di dunia dan di akhirat.

Ternyata banyak sekali keburukan yang dapat ditimbulkan dari kebohongan. Di sini tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk mendidik akhlak anak anak sejak kecil. Anak berbohong memiliki banyak sebab yang dapat dihindari, dan diselesaikan masalahnya melalui pendidikan dalam keluarga. Jangan putus asa, ada banyak yang dapat kita lakukan agar anak tidak berbohong.


Betulkah Anak Berbohong?


Pertama periksa dulu, benarkah anak sudah berbohong, berimajinasi atau dia tidak bermaksud untuk berbohong. Ingat, ketika kita salah  membuat tuduhan, anak juga akan kecewa kepada kita. Bagaimana tidak, anak yang sudah berusaha jujur, tiba tiba mendapat tuduhan berbohong dari orang yang  paling dekat dengannya. Ini akan menyebabkan rasa ketidak percayaan akan tumbuh pada anak dan ia cenderung menutup diri. Jadi, walaupun anak sudah pernah berbohong, atau sering berbohong atau belum pernah sama sekali, kita harus melakukan penyelidikan secara seksama sebelum melepas vonis bahwa ia berbohong.



Mengapa Anak Berbohong


Kalau bisa kita juga harus menyelidiki mengapa ia berbohong. Ada beberapa kemungkinan mengapa anak berbohong antara lain :

  • Anak sedang berimajinasi. Untuk usia antara 0 sampai 7 tahun (dalam Islam dikategorikan sebagai belum mumayiz) anak dianggap belum mampu untuk menggunakan logikanya secara konsisten dan belum mampu menerima segala konsekuensi segala perbuatannya dengan baik.

  • Anak butuh perhatian lebih dari kawan dan orang terdekatnya sehingga dia berbuat apa saja termasuk berkata tidak benar.

  •  Jika ketika anak berbohong anak tetap tidak diperhatikan, anak yang kurang perhatian akan merasa  berkata benar ataupun tidak, tidak memberikan pengaruh apapun bagi dirinya dan lingkungannya sehingga dia tidak menganggap berkata tidak benar ini sebagai suatu kesalahan.

  • Anak dididik terlalu keras oleh orang tuanya sehingga tidak berani untuk berkata benar karena takut mendapat hukuman yang berat

  • Anak berbohong karena pengaruh lingkungan. Mungkin dia meniru perilaku kawannya yang mendapatkan manfaat dari berkata tidak benar. Hati hati juga, bisa saja dia meniru dari kita yang tanpa sadar pernah membohonginya.

Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Anak Berbohong


Dari beberapa kemungkinan di atas, kita tidak dapat menyalahkan anak anak. Apalagi jika kita telusuri sebenarnya yang bertanggung jawab terhadap perilaku tersebut adalah kita sendiri sebagai orangtuanya. Komunikasi yang baik dan kasih sayang adalah salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan perilaku anak tersebut. Jangan terburu emosi dan menyalahkan anak bahkan menghukum anak karena hal tersebut juga dapat menyebabkan anak menjadi tertekan, lari dari permasalahan atau memiliki hubungan yang buruk dengan orang tuanya.

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak berbohong lagi antara lain:

  • Jika anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang berikan secukupnya. Berikan pengertian pada anak bahwa perhatian dan kasih sayang diberikan bukan karena anak sedang  berbohong atau menarik perhatian orang tuda dengan cara negatif seperti yang dilakukannya, tapi perhatian dan kasih sayang akan selalu diberikan sebagai seorang ibu dan bapak kepada anak anaknya.

  • Berikan rasa aman dan tenang pada anak, serta pengertian bahwa ibu dan bapak bisa memahami dan mencoba memberikan solusi masalah jika anak berbuat kesalahan. Raihlah kepercayaan anak agar dia mau berbicara apa saja termasuk kekurangan dan kesalahannya. Bimbinglah anak agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

  • Untuk anak yang sudah Mumaiyiz, diatas 5 tahun, ajak anak untuk berbicara sesuai dengan bahasanya. Berikan pengertian bahwa kita tidak boleh berbohong melalui cerita, suri tauladan, atau obrolan ringan ketika sedang makan bersama.

  • Beri contoh dan tauladan yang baik mulai dari kita sendiri. Jangan sekali kali berbohong baik di depan anak ataupun di belakangnya.

  • Jaga lingkungan dan pergaulan anak agar anak terhindar dari mencontoh perbuatan yang kurang baik dari lingkungannya. Perhatikan kawan kawannya, apa yang ditontonnya dan apa yang dibacanya. Berikan masukan baginya jika menemukan kebohongan. Jika itu adalah kawannya, mungkin ia dapat mengingatkannya, jika itu adalah buku atau film, mungkin kita bisa menganalisa dan membicarakannya bersama.

  • Jangan lupa untuk selalu mengingatkan keberadaan Tuhan kepada anak. Tuhan yang selalu melihat mendengar dan mengetahui isi hati kita. Tuhan yang tidak suka dengan akhlak yang buruk, termasuk berbohong.

  • Jangan lupa untuk terus mendoakan anak setiap waktu agar menjadi anak yang baik, beragama, takut kepada Tuhan yang Maha Esa, sayang kepada manusia, bumi dan seiisinya.