Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2021

Gerak, Gaya dan Hukum Newton (Fisika SMA)

Pertanyaan  yang berhubungan dengan Gaya, Gerak dan Hukum Newton

  • Ketika kita mengukur berat badan dalam lift yang diam, berat kita adalah 50 kg. Bagaimana jika lift bergerak ke atas atau ke bawah? apakah berat kita bertambah atau berkurang?


  • Dapatkah kita memperkirakan kecepatan kendaraan/ pesawat denagn tali dan pendulum bersudut?

  • Ada sebuah tali yang bisa menahan beban 500 N, tali itu digantung di atas pohon. Kita ingin turun ke bawah, namun beban kita 600 N, apa yang harus dilakukan agar kita tetap bisa turun dan tali tidak putus?

  • Apa yang terjadi ketika kita menarik tali pancing? apakah tali lebih mampu menahan beban ketika tali diangkat dengan kecepatan konstan atau ketika memiliki percepatan?

  • Seseorang main ski air dan ditarik dengan tali dalam perahu. Mana yang dapat menghasilkan percepatan lebih besar dengan tali dan friksi yang sama?



  • Apa yang terjadi ketika kita menggunakan katrol utnuk mengangkat beban? tontonan yang berhubungan: https://www.youtube.com/watch?v=M2w3NZzPwOM

 


  • Dapatkah kita mendorong mobil yang berat hanya dengan tali dan katrol? bagaimana caranya? 
  • Dalam sudut berapa cara ini masih menguntungkan?



Sabtu, 09 Juni 2018

Belajar Ilmu Alam Sambil Jalan Jalan, Mengukur Intensitas Suara Dengan Sound Level Meter

Kali ini kami melakukan kegiatan berjalan pagi pagi dengan membawa Sound Level Meter. Karena kebetulan jadwal sesudah jalan-jalan pagi adalah Science dengan topik suara, kami mencoba mengukur intensitas suara yang ada di sekitar kami.Sound level meter ini cukup mudah digunakan oleh anak anak usia 6 tahun ke atas karena kita tinggal mengarahkan alat ke sumber suara dan memencet tombol hingga intensitas suara terukur.

Dan ini adalah beberapa yang kami temukan:

Anak anak mencoba berteriak sekuat tenaga dan mengukur suara yang dihasilkan dari dekat.
suara teriak dari dekat

Suara dekat berteriak

Setelah itu kami mencoba mengukur suara dari jauh(kurang lebih 4m) dan mencoba mengukur kembali suara berteriak.


suara teriak dari jauh

Intensitas suara berkurang ketika sumber suara jauh dari titik pengukuran. Kami juga mencoba mengukur beberapa sumber suara lain seperti suara motor bergerak  mendekat, suara tonggeret dan suara ayam ketawa peliharaan tetangga. Dan ini adalah hasilnya:



Suara motor bergerak mendekat

Suara tonggeret

Suara ayam ketawa

Ayam ketawa peliharaan tetangga

Ternyata dari ketiga sumber suara yaitu motor matic yang bergerak, bunyi tonggeret dan ayam ketawa,ayam ketawa memiliki intensitas suara paling besar yaitu 85.9 decibel, mendekati suara anak anak yang sedang berteriak pada jarak yang cukup dekat yaitu sekitar 90 decibel.

Sura kurang dari 30 decibel adalah suara yang sangat pelan seperti suara bisikan,  sementara suara bercakap cakap biasa adlaah sekitar 40 -50 decibel.  Di atas 50 decibel, suara sudah mulai masuk suara teriak yang dapat diterima oleh telinga, tapi cukup mengganggu.  Diatas 70 decibel, suara sudah cuku pmengganggu sehingga disarankan untuk memasang penutup telinga agar telinga tidak terganggu. Jika kita mendengar suara di atas 90 decibel secara terus menerus, pendengaran kita akan terasa sakit.

Jangan terlalu pusing dengan pengukuran ini karena jelas tidak terlalu ilmiah. Untuk mengukur suara dengan lebih tepat, sumber suara tidak boleh diganggu oleh sumber suara lain dan ini hanya dapat dilakukan di laboratorium saja. Ini hanya suatu cara yang saya lakukan agar anak anak dapat belajar mengukur sesuatu menggunakan alat, serta mengetahui secara rambang tentang intensitas suara sambil berjalan pagi.

Kita dapat mengetahui tingkat kebisingan suara secara lebih lengkap dari: https://www.pusatalatbantudengar.com/blog/tingkat-kebisingan-suara/

Minggu, 09 Juli 2017

Cerita Tentang Belajar Bersama Science (Material) Usia 10 tahun Ke Bawah

Dulu saya mengira setiap anak dengan usia berbeda, harus memiliki kelas dan materi pelajaran yang berbeda. Namun ternyata topik yang sama bisa diberikan pada beberapa tingkat usia tanpa harus takut apakah anak yang paling besar usianya akan tertunda dan anak yang paling kecil tidak mengerti. Ternyata ada beberapa mata pelajaran yang bisa dipelajari bersama. Yang lebih besar bisa menjadi contoh untuk yang lebih kecil, yang lebih kecil menjadi lebih bersemangat untuk maju.
 
Ini adalah salah satu contoh cara belajar bersama sama di rumah. Pesertanya adalah anak usia 10 tahun, 8 tahun dan 5 tahun. Setelah membaca tentang zat dan materi, proses perubahan zat, dan beberapa jenis bahan, anak anak saya minta untuk menggambar benda benda sederhana dan menjelaskan tentang bahan yang dipakai pada benda tersebut. 
Hasilnya adalah: 

Karya anak usia 5 tahun

Ia menggambar sendok sayur. Dari gambarnya tampak ia sudah mengetahui material bahan logam dan kayu. Perbincangan kami teruskan menjadi mengapa sendok sayur menggunakan logam pada bagian sendok dan kayu pada bagian pangkal. Pada saat ini kita bisa berbicara tentang perpindahan panas pada bahan logam dan kayu, serta sifat lain yang terdapat pada kayu dan logam. Sang anak sangat antusias dan ia bersemangat mewarnai hasil karyanya agar lebih bagus.


Karya anak usia 10 tahun


Ia memilih termos untuk dipelajari. Ia perlu mengetahui untuk apa termos dibuat, dan bagaimana pemilihan bahan berpengarujh pada desain termos. Ada banyak hal yang ia pelajari dari sini dari desain katup termos, lengkap dengan per dan katup, pemilihan bahan pada termos. Ternyata bahan termos yang ada di rumah tidak menggunakan logam (kecuali per dari logam yang terdapat pada bagian tutup). Ini bisa menjadi bahan diskusi , mengapa tidak menggunakan logam, dan mengapa bahan termos dibuat berlapis lapis. Mengapa ada lapisan kaca yang dibuat mengkilat di dalam termos.

Karya Anak Usia 8 tahun


Sebenarnya ia agak ogah ogahan mengikuti kelas ini, karena memang bukan minatnya sekarang, tapi ternyata ada juga hasilnya walaupun ia baru menyelesaikannya setelah peserta lain sudah selesai dan mengerjakan kegiatan lainnya. Ia memilih Panci Presto untuk dipelajari. Salah satu sebab ia tidak mengerjakannya adalah ia mengalami kesulitan menggambar panci, apakah digambar dalam bentuk perspektif atau 2 dimensi saja. Akhirnya ia memilih 2 dimensi. Setelah itu ia lebih tertarik pada tutup panci yang bisa dibuka dan tutup dengan mekanisme tertentu. Memang menarik, karena panci harus tertutup rapat setelah tekanan uap bertambah, tapi ada juga katup pembuang uap ang bisa naik turun dan menjadi tanda kalau tekanan uap sudah tinggi. Inilah hasil karyanya.