Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2021

Republik Indonesia Serikat dan Sesudahnya (Ringkasan Pelajaran PKN dan IPS SMP)

Peta RIS (dari wikipedia)

Ini adalah salah satu ringkasan pelajaran PKN dan IPS SMP yang dibuat sebagai bekal ujian Kesetaraan Paket B.    

Salah satu kesepakatan dari perundingan Indonesia dan Belanda di Konferensi Meja Bundar adalah  membuat negara Federasi Republik Indonesia Serikat.

Republik Indonesia Serikat berdiri tangal 27 desember 1949 , yaitu negara Federasi meliputi seluruh wilayah indonesia yaitu: 

  • Negara bagian yang meliputi: Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra Selatan, Negara Sumatra Timur, dan Republik Indonesia
  • Satuan-satuan kenegaraan yang meliputi: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tenggara, Banjar, Dayak Besar, Bangka, Belitung, Riau, dan Jawa Tengah.
  • Daerah Swapraja yang meliputi Kota Waringin, Sabang, dan Padang.

Umur Republik Indonesia Serikat tidak panjang, kurang dari 1 tahun sudah bubar. Banyak rakyat di negara bagian yang tidak setuju dan menuntut agar kembali ke NKRI.   Pada tanggal 19 Mei 1950, ditandatangani sebuah piagam persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan kedua pihak dalam waktu singkat akan bersama-sama melaksanakan pembentukan negara kesatuan. Republik Indonesia Serikat pun bubar dan berganti menjadi Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950. 

Masalah Internal Yang dihadapi Indonesia Pasca Merdeka: 

1. Masalah Ekonomi

a. Inflasi

Terjadi inflasi karena mata uang Jepang beredar tidak terkendali dan Pemerintah belum punya mata uang sendiri. Pajak can bea masuk sangat kecil. Akhrinya pemerintah mengambil kebijakan berlakunya mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda dan mata uang pendudukan Jepang.

b. Blokade laut

Blokade yang dilakukan Belanda sejak November 1945. Blokade ini menutup pintu keluar masuk perdagangan Indonesia sehingga tidak dapat mengekspor dan menerima barang import. Masalah ini diselesaikan dengan melaksanakan program pinjaman nasional yang akan dibayar paling lambat 40 tahun. Bulan Juli 1946 Penduduk Jawa dan Madura diwajibkan menyetor uang pada Bang Tabungan Pos dan rumah Pegadaian.  Dukungan rakyat membantu negara terhindari dari kebangkrutan.RI juga melakukan bantuan pada pemerintah India yang menghadapi bahaya kelaparan dengan mengirim beras. India berkanko akan mengirim bahan pakaian yang sangat dibutuhkan rakyat. Indonesia juga mengadakan hubungan dagang langsung ke luar negri agar dapat menjual barang ekspor dan mendapat barang impor.

2. Gangguan Keamanan

a. Pemberontakan PKI Madiun 1948

Pemberontakan ini terjadi pada tanggal 18 September 1948 yang dipimpin oleh Muso. Tujuan dari pemberontakan PKI Madiun adalah ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan komunis serta ingin mendirikan Soviet Republik Indonesia.  Pada tanggal 30 September 1948, pemberontakan PKI Madiun berhasil ditumpas oleh TNI yang dibantu oleh rakyat.

b. Pemberontakan DI TII

Dimulai dari Jawa Barat dan menyebar ke daerah lain.

 3. Kehidupan masyarakat

a. Sosial

Sebelum merdeka, terjadi diskriminasi ras. sebagain pribumi adalah masyarakat rendah yang menjadi pekerja bangsawan yang didominasi warga Eropa dan Jepang. Bentuk ini dihapuskan setelah merdeka, persamaan hak dan kewajiban warga dilaksanakan di seluruh RI. 

b. Pendidikan

Setelah Proklamasi, pemerintah mengangkat Ki Hajar Dewantara untuk program pemerataan pendidikan dan pemberantasan buta huruf.  Pendidikan awal terbagi menjadi: pendidikan rendah, pendidikan menengah pertama, pendidikan menengah atas, dan pendidikan tinggi seperti Akademi dan Universitas seperti UGM.

Minggu, 28 Maret 2021

BPUPKI, PPKI Dan Proklamasi Kemerdekaan(Ringkasan Pelajaran PKN dan IPS SMP)



Ini adalah salah satu ringkasan pelajaran PKN dan IPS SMP yang dibuat sebagai bekal ujian Kesetaraan Paket B.   

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan dibentuk oleh Jepang untuk memenuhi janjinya memberi kemerdekaan pada Indonesia. Anggotanya terdiri dari 63 orang.  

Sidang BPUPKI

BPUPKI mengalami 2 kali sidang.

Sidang Pertama BPUPKI:  29 Mei - 1 Juni 1945 

Sidang pertama berisi tentang  pembentukan dasar negara. Ada 3 tokoh yang mengajukan usul: 

1. M Yamin: 

  • Peri Kebangsaan, 
  • Peri Kemanusiaan, 
  • Peri Ketuhanan, 
  • Peri Kerakyatan, 
  • Kesejahteraan Rakyat

2. Sukarno: 

  • Kebangsaan Indonesia, 
  • Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, 
  • Mufakat atau Demokrasi, 
  • Kesejahteraan Sosial, 
  • Ketuhanan Yang Maha Esa

Catatan:  Isi usulan 1 dan 2 hampir sama, hanya urutannya berbeda. Peri kerakyatan yang artinya segala keputusan harus mempertimbangkan rakyat di M Yamin menjadi Mufakat atau demokrasi di Sukarno.

3. Supomo: 

  • Persatuan, 
  • Kekeluargaan, 
  • Keseimbangan lahir batin, 
  • Musyawarah, 
  • Keadilan Rakyat

Perumusan ini tidak menemui keputusan sampai sidang selesai. Akhirnya dibuat 9 panitia kecil untuk merumuskannya. 

Hasilnya adalah piagam Jakarta yang ditandatangani 22 juli 1945

 

Sidang Kedua BPUPKI: 10 - 17 Juli 1945

Berisi tentang rancangan UU dasar negara.  Dibentuklah Panitia kecil sebanyak 7 orang untuk merumuskan batang tubuh.  Pada tanggal 14 juli dibuatlah rumusan pernyataan kemerdekaan, pembukaan UUD dan Batang tubuh.

Pada tanggal 7 agustus BPUPKI, bubar, dibuat PPKI dengan ketua: Sukarno,  wakil M. Hatta, penasehat: Achmad Subardjo. 

Sidang PPKI

 PPKI melaksanakan tugasnya membuat rumusan pelaksanaan kemerdekaan Indonesia dan segala pendukungnya. Dengan rencana ini diharapkan kemerdekaan Indonesia dapat berlangsung dengan baik dan dengan izin dari Jepang. Namun apakah hal itu betul betul terjadi?

Pada tanggal 9 Agustus Sukarno, Hata dan dr Rajiman dipanggil oleh Laksamana Terauchi ke Vietnam tentang pelaksanaan Kemerdekaan Indonesia (yang terdiri dari seluruh wilayah bekas jajahan Belanda).

 

Jepang Menyerah Pada Sekutu

Ternyata pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah ke Sekutu pada Perang Dunia II. Namun berita ini dirahasiakan oleh Jepang pada jajahannya. Walaupun ditutup tutupi berita ini sampai juga pada beberapa kalangan di Indonesia.

Berita rahasia ini menimbulkan banyak pandangan tentang kemerdekaan Indonesia. Golongan pemuda melihat kekalahan Jepang pada Sekutu adalah peluang bagi Indonesia dapat merdeka tanpa menunggu Jepang memberikannya.  Kalau tidak segera mendeklarasikan kemerdekaan, dikuatirkan Jajahan Jepang akan dikuasai oleh Sekutu dan segala janji kemerdekaan menjadi sia sia.

Pandangan ini disampaikan oleh Sutan Syahrir kepada Sukarno dan Hatta yg baru pulang dr Vietnam. Beliau memberi wacana dan usulan agar Indonesia membuat proklamasi tanpa pemberian dari Jepang. Awalnya, usul ini ditolak Sukarno Hatta dengan pertimbangan kesiapan, keamanan yang belum cukup dan kenyataan bahwa kedudukan militer tentara Jepang yang masih kuat di Indonesia. Mereka kuatir akan banyak korban jiwa jika kemerdekaan dilakukan tanpa dukungan siapa siapa dan tergesa gesa. Merkea juga belum tahu berita bahwa Jepang sudah menyerah pada Sekutu. 

 

Peristiwa Rengas Dengklok

 


Pada tanggal 16 Agustus, Sukarno dan Hatta dibawa ke Rengas Dengklok. Di sana mereka disambut oleh Komandan PETA, Sudanco Subeno. Di sana Sukarno dan Hatta masih menolak usulan mendeklarasikan kemerdekaan sendiri. Pada jam 17.30 Ahmad Soebardjo memberi berita resmi bahwa Jepang menyerah pada Sekutu. Setelah itu Sukarno dan Hatta dijemput untuk kembali ke Jakarta. Mereka akhirnya berjanji akan mengumandangkan proklamasi besok tanggal 17 Agustus sebelum jam 12.00 siang.

Proklamasi Kemerdekaan


Tanggal 16 Agustus jam 8 malam Sukarno dan Hatta berangkat ke Jakarta, sampai jam 11 malam ke rumah Laksamana Maeda. Di sana proklamasi dibuat dan disetujui pukul 4.00 subuh. Proklamasi ditandatangani oleh wakil rakyat Indonesia : |Sukarno dan Hatta. Akhirnya pada jam 10.00 tanggal 17 Agustus Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan. Lalu apa yang terjadi setelah proklamasi dikumandangkan? masih banyak kerja kerja yang harus dilakukan agar negara berdiri dengan kuat dan aman dan bagaimana menghadapi reaksi negara lain khususnya penjajah setelah proklamasi.

Sumber:

  • https://tirto.id/peristiwa-rengasdengklok-sejarah-latar-belakang-kronologi-f9kW 
  • https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/sejarah-dan-peran-bpupki-dan-ppki-bagi-indonesia-merdeka 
  • https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/peristiwa-rengasdengklok-kisah-perjuangan-kaum-muda-memproklamasikan-kemerdekaan
  • https://kompaspedia.kompas.id/baca/data/dokumen/uud-1945-hasil-amandemen-1-4-dalam-satu-naskah
  • https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/peta-tematik/perundingan-mempertahankan-kemerdekaan

Sabtu, 27 Maret 2021

Konflik Sekutu, Belanda dan Jepang Pasca Kemerdekaan di Indonesia(Ringkasan Pelajaran PKN dan IPS SMP)

Ini adalah salah satu ringkasan pelajaran PKN dan IPS SMP yang dibuat sebagai bekal ujian Kesetaraan Paket B.  

Setelah Jepang kalah dalam PD2, Sekutu mengambil alih daerah jajahan Jepang termasuk Indonesia. Sekutu yang didalamnya termasuk Belanda, menganggap Indonesia sedang mengalami kekosongan kekuasaan. Setelah perundingan (Civil Affairs Agreement) dipuotuskan Indonesia diserahkan pada Belanda (https://wwwrs, .kompas.com/skola/read/2020/03/20/130000169/kedatangan-sekutu-dan-belanda-pada-awal-kemerdekaan?page=all. )

Sekutu meminta Jepang membuat kondisi Indonesia stabil dan siap diserahkan. Sementara Indonesia sudah merdeka dan harus siap menghadapi Inggris (sekutu) Belanda (NICA yang bonceng sekutu) dan Jepang. Ada Sekutu yang mencoba membantu mengurus tawanan Jepang di Indonesia, NICA yang ingin mengambil kekuasaan dan Jepang, yang juga tidak mau melepaskan kekuasaan ke Indonesia. 

8 September 1945
Tentara sekutu dan tentara Nederlands Indie Civil Administration (NICA) mendarat di Indonesia.

10 September 1945
Jepang menyatakan akan menyerahkan pemerintahan kepada sekutu, tidak kepada Indonesia.

13 Oktober 1945
Pecah pertempuran di Medan Area antara pemuda TKR dengan Tentara Sekutu. Tentara Sekutu datang bertujuan mengambil alih kekuasaan dan meminta seluruh senjata diserahkan. Hal ini ditolak mentah mentah oleh rakyat. Terjadilah peperangan

Dari Wikipedia

15 Oktober 1945
 

Pertempuran 5 hari. Tepat dini hari di Semarang terjadi pertempuran sengit antara TKR melawan tentara Jepang. Tentara jepang yang menjadi tawanan banyak yang melarikan diri dan bergabung dengan tentara jepang lainnya. Setelah itu tentara Jepang menyerang secara mendadak reservoir air di Semarang,  menculik dan menyiksa 8 tentara penjaganya. Lebih dari 2.000 rakyat dan 100 pasukan Jepang tewas dalam pertempuran yang berlangsung lima hari itu. Kerusuhan berkurang setelah terjadi perundingan antara Gubernur Jateng, TKR dan Komandan Jepang. Setelah Sekutu datang, tentara Jepang ditawan dan dilucuti senjatanya. 

 

20 Oktober 1945

Pasukan sekutu mendarat di Semarang untuk menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, namun justru memicu pertempuran di Ambarawa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa.

Awalnya Sekutu disambut baik oleh Gubernur Jawa Tengah yang akan mengurus tawanan perang dan tentara Jepang. Sekutu berjanji tidak akan mengganggu RI.   Namun tawanan tentara belanda di Ambarawa dan Mgelang malah diberikan senjata. Di Magelang Sekutu malah mencoba melucuti senjara TKR dan membuat kekacauan. Diam diam sekutu pergi dari Magelang ke benteng Ambarawa.  Selama pengunduran Sekutu banyak dikepung  oleh TKR yang dipimpin langsung oleh Jendral Sudirman. 

 

Jendral Sudirman di pertempuran Ambarawa

10 November 1945
Di Surabaya, Inggris mengultimatum pejuang Indonesia menyerahkan senjata pukul 06.00 pagi. Namun, hal tersebut tak dihiraukan. Pertempuran sengit pun pecah hingga awal Desember 1945. Sekutu menggunakan senjata perang yang modern sementara Indonesai memanfaatkan alat seadanya. Korban di Indonesia sangat besar jumlahnya jika dibandingkan lawan. Namun peristiwa ini cukup menakut nakuti lawan. 

20 November 1945

2000 tentara Belanda datang ke Bali untuk membangun negara boneka yang diberi nama Negara Indonesia Timur. Belanda membujuk Letkol I Gusti Ngurah Rai untuk bergabung dan ditolak.

Pada 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai menyerang Belanda di daerah Tabanan dengan strategi perang Puputan atau perang habis habisan. Pertempuran berakhir dengan gugurnya Letkol I Gusti
Ngurah Rai bersama 96 orang anggota pasukannya. Adapun di pihak Belanda,diperkirakan sebanyak 400 tentara Belanda tewas dalam pertempuran. 

23 Maret 1946

Sekutu datang ke Bandung tanggal 12 Oktober 1945 untuk membebaskan tawanan perang dan mengambil senjata jepang. Namun hubungan Sekutu dan Indonesia tidak baik sejak awal. Mereka menuntuk rakyat untuk menyerahkan senjata. Karena tidak didengarkan, terjadilah bentrokan. 

Di Dayeuh Kolot, M Toha dan Ramdan berhasil meledakkan gudang senjata sekutu dan gugur setelahnya. Hubungan menjadi semakin sengit. Akhirnya Pemerintah RI memerintahkan untuk mengosongkan kota Bandung dan penduduk mengungsi ke dareag pegunungan. Sebelum pergi rakyat dan TRI membakar kota. Peristiwa ini dikenal sebagai Bandung Lautan Api. 

1 Maret 1949

Serangan 1 Maret bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia cukup kuat untuk mempertahankan kemerdekaan, meskipun ibu kotanya telah diduduki oleh Belanda.

Pada malam hari menjelang serangan, pasukan-pasukan TNI dalam jumlah kecil mulai menyusup. Pagi hari pada tanggal 1 Maret 1949 sekitar pukul 06.00 WIB serangan umum dilancarkan dari segala penjuru kota. Pasukan Belanda tidak menduga akan ada serangan mendadak seperti itu, sehingga dalam waktu yang relatif singkat pasukan TNI berhasil memukul mundur pasukan Belanda keluar
Yogyakarta.TNI akhirnya berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam. Peristiwa ini berhasil mematahkan propaganda Belanda yang menyatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. 

Keberhasilan Serangan Umum1Maret 1949 mendatangkan dukungan internasional terhadap
bangsa Indonesia. Peristiwa ini menjadi pendorong berubahnya sikap pemerintah Amerika Serikat terhadap Belanda. Pemerintah Amerika Serikat yang semula mendukung Belanda, berbalik menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan pihak RI. Oleh karena desakan itu, serta kedudukannya
yang makin terdesak oleh gerilyawan Indonesia, Belanda akhirnya bersedia berunding dengan RI.

Sumber:

 Buku IPS Kelas IX 2018

https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/upaya-mempertahankan-kemerdekaan-pasca-proklamasi

https://tirto.id/hari-pahlawan-10-november-2020-sejarah-pertempuran-surabaya-1945-f6QT