Tampilkan postingan dengan label app inventor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label app inventor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

6 Software Yang Dapat Membuat Game di Android

Di bawah ini adalah sedikit tulisan mengenai review beberapa software membuat game dengan platform Android. Setelah beberapa lama belajar membuat game dengan Scratch, Anak no 1 dan 2 ingin mencoba membuat game dengan platform Android. Pada tahun 2016 mereka mencoba App Inventor dan telah membuat 1 game platform Android (cerita tentang pengalamannya dapat dilihat di sini ). Ternyata mereka masih ingin mencoba membuat game platform android dan mengunjungi beberapa situs yang memberi tips membuat game platform Android. Tulisan ini dibuat bersama sama oleh anak ke 1 dan ke 2 dengan harapan memberi masukan kepada siapa saja yang tertarik untuk membuat game dengan platform Android.

Ada banyak software yang bisa membuat game/aplikasi yang dapat dimainkan di Android, termasuk: 


1. App Inventor




App inventor adalah platform gratis untuk membuat aplikasi di Android yang menggunakan teknik drag and drop, seperti Scratch. Karena menggunakan fitur drag and drop, platform ini cukup mudah untuk dipelajari. Tetapi, App inventor sering tidak merespon jika aplikasi yang dibuat agak berat. Gambar di App inventor juga tidak dapat terlalu tajam disebabkan keterbatasannya. Ukuran maximum sebuah project adalah 8MB, kalau lebih dari itu project tidak akan dapat dijalankan.


2. Game Maker





Game Maker cukup terkenal dikalangan kebanyakan indie game developer, dan sudah ada sejak tahun 1999. Walaupun game maker adalah software berbayar, ada versi gratisnya dengan, tentunya, dengan beberapa keterbatasan. Game Maker memiliki bahasa sendiri yaitu game maker language (biasa disingkat oleh GML), yang mirip dengan C++. Game Maker cukup mudah untuk dipelajari.


3. Unity



Unity lebih baru dan lebih kompleks jika dibandingkan dengan Game Maker. Salah satu kelebihan Unity adalah dapat membuat game 3D.  Walaupun terbilang susah, sudah banyak tutorial dan forum on line tentang Unity. Kebanyakan pertanyaaan sederhana seputar Unity sudah ditanyakan dan sudah dijawab di forum milik Unity sendiri. Pilihan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat game di Unity adalah C# dan JavaScript. Unity adalah software berbayar, tetapi ada versi gratisnya. Unity pertama dirilis pada tahun 2005. Beberapa informasi tentang Unity dapat kamu lihat lebih lanjut di sini: 

4. Game Salad




Game Salad  menggunakan teknik drag and drop. Game Salad sangat mudah untuk dioperasikan. Tetapi memiliki masa trial yang cukup singkat, yaitu 15 hari. Setelah itu pengguna harus bayar.

 5. Android Studio




Android studio adalah software untuk membuat aplikasi apapun, termasuk game di Android. Android Studio dibuat oleh Google sendiri. Android studio gratis diunduh, tetapi tidak mudah untuk dipelajari, karena tidak banyak tutorial online tentangnya. Bahasa utama yang digunakan untuk membuat aplikasi dengan Android Studio adalah Java dan sedikit XML untuk mengatur UI dan layout. 



6. Stencyl

Stencyl menggunakan teknik drag and drop. Tapi sayangnya, walaupun dapat diunduh secara gratis, software ini tidak dapat mengupload game ke android tanpa bayar terlebih dahulu. 

Rabu, 16 November 2016

Review Tentang App Inventor

Di bawah ini adalah sedikit review dari anak ke dua yang pernah mencoba membuat game aplikasi bersama dengan anak ke satu dengan app inventor. Hasil game bisa dilihat di : http://m-edukasi.kemdikbud.go.id/conten-lomba.php?kode=ME16LOMP30




Apa itu App inventor?

App inventor adalah bahasa pemrograman, digunakan untuk membuat aplikasi android tanpa harus menguasai bahasa Java, Android studio, dll. Untuk membuat aplikasi dengan App inventor, saya tidak perlu mengetik kode-kode, saya hanya perlu untuk memindahkan blok-blok kode yang sudah disediakan untuk dipasang-pasang untuk men-program, dan memindahkan objek objek seperti button, slider, canvas, sensor, dll ke screen-nya.

Apa bagusnya Membuat Game dengan App inventor?

App inventor dapat:
  • Mengeluarkan suara
  • Membuat sebuah objek bergerak
  • Menekan tombol
  • Mendeteksi percepatan, lokasi, waktu saat ini, timer, kemiringan, dll
  • Melihatkan sebuah gambar
  • Menutup aplikasinya sendiri
  • Merekam
  • Menggunakan kamera
  • Melihatkan sebuah video
  • dan lain lain
App Inventor juga memiliki beberapa fitur seperti sensor dengan beberapa blok.


Sensor-sensor berikut dapat digunakan untuk:

  • Mendeteksi getaran dan mengukur percepatan di tiga dimensi, mengunakan satuan meter per detik.
  • Mentranslate barcode
  • Memberitahu waktu saat sekarang, dengan menggunakan jam internet di smartphone, dia juga dapat menunggu selama waktu tertentu (dapat disesuaikan di bahagian script)
  • Memberitahu lokasi
  • Memberitahu kemiringan si smartphone
  • dan lain-lain


Setiap sensor memiliki blok-blok sendiri.
Ini blok-bloknya sensor percepatan:

Blok-bloknya AccelerationSensor
Membuat aplikasi di app inventor memang mudah, tetapi kalau membuat game, agak sulit.

 

Apa kekurangan App inventor Untuk Membuat Game?

Menurut saya app inventor ini bagusnya di bidang aplikasi, bukan untuk membuat game. Game membutuhkan banyak fitur grafik dan animasi. Aplikasi lain seperti Scratch misalnya, lebih banyak mendukung animasi grafis sehingga lebih muda dipakai.

Contohnya fitur clone pada Scratch tidak ada pada application inventor. Hal ini menyebabkan untuk membuat grafis, object harus diperbanyak secara manual. Pada application inventor juga tidak ada efek transparan (ghost effect pada Scratch) sehingga perpindahan layar tidak bisa hilang dengan halus (smooth). Object sprite juga tidak dapat keluar dari layar game yang direncanakan, sehingga harus disembunyikan dengan cara lain.

Berikut adalah kekurangan-kekurangan lainnya:
  • Untuk membuat animasi, app inventor ini tidak terlalu bagus.
    Gerak-geriknya agak kaku, dan tidak dapat dihaluskan lagi.
     
  • Mengapa begitu?
    App inventor ini tidak dapat halus geraknya karena dia menjalankan aplikasi selalu tanpa me-refresh layer smartphone-nya. App Inventor juga tidak dapat men-upload gambar yang vector
  • Kalau diberitahu ada warning, harus mencari glitchnya sendiri
  • Membuat filenya tidak mampu terlalu besar (batasnya 5MB)
  • Kalau filenya terlalu besar (tidak lebih dari 5MB), tidak dapat di connect dengan "AI Companion"
  • Saya tidak dapat membuat sebuah loop yang tidak terbatas (error karena membuat smartphonenya lambat)