Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2018

Yuk Ngintip: Membuat Diorama Dari Barang Bekas - Kegiatan Ramadhan Anak

 

Bermain kertas adalah salah satu kegiatan yang cukup digemari di rumah. Mendesain, menggunting, menggambar dan keterampilan lainnya dapat diperoleh dari kegiatan ini. Kali ini kami membuat diorama sederhana tentang kegiatan selama Ramadhan. Cara membuat diorama bisa dilihat dari google karena sudah bayak sekali yang membuatnya. Uniknya, diorama ini dibuat dengan menyisakan sedikit lubang kecil seperti lubang kunci di bagian depan sehingga kita bisa melihat gambar di dalamnya sebagian demi sebagian dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Setelah jadi, anak anak mungkin akan memainkan benda ini selama beberapa menit hingga bosan. Kalau mau, mungkin kartu seperti ini bisa menjadi kartu ucapan Lebaran. 
 

Bahan

Ini adalah diorama buatan kami yang sederhana. Modalnya cukup kertas dan kardus bekas serta tinta. Karena masih ada kesibukan lain kami tak sempat mewarnai diorama sehingga hasilnya adalah hitam putih saja. Namun memang warna tidak  terlalu berpengaruh karena yang kami inginkan adalah efek 3 dimensi dari diorama yang dapat diintip dalam lubang kertas. 

Dari lubang kertas dapat dilihat pemandangan seorang ibu dan anak yang sedang membawa bingkisan lebaran untuk sanak saudara. Juga terdapat suasana menjelang Lebaran seperti ada beduk dan pawai di jalan. Tak lupa mesjid ikut menghiasi pemandangan. Untuk mendapat efek 3 dimensi kita harus membayangkan lebih dahulu hasil gambar yang diinginkan dan menentukan urutan gambar mana yang akan dipasang terlebih dahulu. Jangan sampai ada gambar yang tidak dapat dilihat karena tertutup gambar yang sebelumnya.


Cara membuat

Gambarlah terlebih dahulu pemandangan yang akan dibuat lebih dari satu gambar.  Bagian tengah harus dikosongkan agar gambar di belakangnya dapat dilihat. Disini ada 4 gambar. Gambar paling dekat akan terlihat lebih besar, begitu juga sebaliknya. Memberi aksen tonjolan pada beberapa bagian pemandangan akan memberi hasil yang unik seperti burung yang agak ke tengah frame di atas.


Setelah selesai, kita dapat membuat bagian depan dan belakang kartu. Gunakan karton yang lebih tebal agar kartu dapat berdiri dengan stabil dan tidak mudah rusak. Bisa juga menggunakan karton bekas yang masih bagus.



Buat bagian sisi kertas dari karton lipat berbentuk akordeon atau lipatan seperti hendak membuat kipas. Bagian ini juga berfungsi menjadi tempat menempel gambar yang sudah kita buat.


Tempelkan gambar pada bagian sisi. Agar dapat melihat dengan jelas semua gambar, kita perlu membuat jarak 25 cm untuk gambar bagian depan, Jarak selanjutnya tidak perlu sejauh itu.



Tambahkan lubang kunci pada bagian depan.
Hias kartu bagian depan jika suka. Mohon maaf karena tidak sempat menghias bagian depan, jadi fotonya seperti iklan produk.. jadi ketahuan deh cemilan sewaktu Ramadhan. 

 

 Lainnya tentang kegiatan Ramadhan: 



Minggu, 28 Juni 2015

Komik Puasa Ramadhan

Sekedar berbagi renungan selama bulan puasa.
 
Susahnya menjalankan ibadah puasa yang baik dan benar, kadang kita masih suka lalai dan salah arah.
Jangan sampai kita kehilangan arah dan tujuan di bulan suci ini. Semoga kita semua dijauhkan dari kelalaian selama bulan Ramadhan, amiiin.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Sabtu, 12 Juli 2014

Cara Memberikan Motivasi Pada Anak Agar Mau Belajar Shalat


Salah satu pendidikan penting bagi seluruh anak soleh solehah adalah belajar shalat. Shalat itu adalah ibadah yang selalu dilakukan setiap hari yang menjadi kewajiban umat Islam sejak akil baligh sampai ke liang lahat. Kalau dia sudah dibiasakan untuk mengerjakan shalat sejak kecil, ia tidak akan menemui kesulitan untuk melakukannya secara rutin ketika sudah dewasa. Lebih baik lagi semoga jika ia melakukannya dengan rutin, ia akan mendapatkan banyak manfaat dari shalat baik dari segi lahiriahnya dan juga batinnya. Dia akan biasa untuk menghadap Allah, mengadu dengan Allah, meminta dengan Allah, membesarkan Allah, dsb. Semoga dengan itu mudah baginya untuk memperbanyak sifat sifat baik dalam dirinya dan membuang sifat buruk dalam dirinya. Jika ia sudah bisa merasakan nikmatnya melakukan shalat tentu akan ada semacam kerinduan dalam dirinya jika waktu adzan tiba, sehingga melakukan shalat sudah dibuatnya bukan atas dasar kewajiban, tapi atas dasar kebutuhan dan kerinduan utnuk bisa menghadap Allah. 

Tapi bagaimana caranya ya? terus terang saya juga belum menemukan formula yang tepat. Saya menunggu juga komentar dan masukan dari para pembaca yang memiliki pengalaman mengajar shalat pada anak anaknya. Di bawah ini adalah beberapa pengalaman yang bisa saya ceritakan dan apa yang saya pernah dapat dari berbagai sumber ketika mengajak anak untuk shalat: 

  • Lingkungan sebagai suri tauladan. Kita sebagai orangtuanya dan juga orang orang yang di sekitarnya  memiliki kewajiban untuk memberikan contoh pada anak anak. Kalau kita bisa menunjukkan pada anak betapa pentingnya arti shalat bagi kita sendiri, maka anak pun akan menghargainya. Kita bisa menunjukkannnya denagn bersiap siap shalat sebelum waktu datangnya shalat. Hal ini tentu tidak mudah apalagi bila di dalam rumah masih banyak anak yang di bawah usia 5 tahun yang harus diurus. Kita harus mempersiapkan kegiatan untuknya ketika kita sedangmelakukan shalat, menanyakan apakah ada yang mau buang air besar atau air kecil,dll.
  • Tunjukkan juga kalau kita rindu dengan shalat dan merasa rugi kalau ketinggalan shalat berjamaah di awal waktu. Semoga dengan itu anak anak juga bisa merasakan pentingnya shalat. kalau perlu bisa juga kita menunjukkan penyesalan kita ketika malam tertinggal shalat tahajud kepada anak sehingga anak juga mengenal shalat tahajud dan keutaman keutamaannya.
  • Banyak berikan penghargaan daripada hukuman. Jika anak dihukum, dia akan merasakan shalat sebagai suatu beban dan tidak akan melakukannya dengan nyaman.
  • Gunakan kata kata sederhana bagi anak di bawah usia 5 tahun, manfaatkan juga imaginasi mereka karena pada tahap ini logika belum tentu bisa diterima dengan baik oleh mereka. 
Jadi apalagi yang bisa dilakukan ya, agar anak dapat melakukan ibadah shalatnya dengan bersemangat.







Jumat, 11 Juli 2014

Kesusahanku di Bulan Ramadhan

Hasil karya No 3 tentang puasa yang tidak ingin dialaminya:


Semoga kita semua tidak ada yang mengalami hal seperti ini....



Belajar Menjadi Rakyat Yang Baik


Ibu mau pilih siapa? si ini atau si itu? itu pertanyaan si Sulung pada saya sebelum Pemilu...dengan banyaknya komentar di media sosial tentang figur pemimpin beberapa waktu ini memang memancing kita semua untuk ikut berkomentar dan memberikan pendapat. Cuma karena ini bulan Ramadhan,takut juga kalau berkomentar yang tidak perlu, atau bahkan memberikan komentar yang negatif, atau salah salah memberikan opini yang salah yang nantinya bisa menjadi fitnah... memang serba salah.... Apalagi anak anak di rumah masih di bawah 17 tahun, jadi masih belum bisa mengikuti pemilu....

Jadi kurang lebih ini yang saya ceritakan pada anak anak di rumah.... Anak anak, fulan fulanah, sudah pernah mendengar cerita Mohammad Sultan Al Fateh kan? apa yang terjadi pada waktu itu? Sultan Al Fateh sudah terdidik sejak kecil, bahkan sebelum akil baligh sudah istiqamah melaksanakan shalat wajib, sunnat dan shalat tahajud dan tidak pernah ada yang tertinggal dari lahir sampai Beliau menjadi panglima perang.... tapi ternyata hal yang sama diikuti juga oleh rakyatnya....rakyatnya yang  menjadi serdadunya tidak pernah meninggalkan shalat fardhunya....

Nah begitu disinggung shalat, semangat untuk berkomentar langsung berkurang.....hihihi apakah mereka membaca arah dari pembicaraan saya atau tidak ya?? masak harus bikin daftar absen shalat? tapi yang jelas pada mundur teratur dari semangat membicarakan orang....

Jadi suatu negara dalam level yang luas, atau masyarakat dalam level yang lebih sempit dan juga keluarga... bukan hanya membutuhkan pemimpin yang baik tapi juga membutuhkan rakyat yang baik.... segala sesuatu yang hebat tidak terjadi dari satu pihak saja. Pemimpin yang baik membutuhkan rakyat yang baik agar cita cita bersama dapat dicapai bersama sama. Tanggung jawab pemimpin memang berat sekali di mata Tuhan, tapi tanggung jawab menjadi rakyat juga tidak ringan. Dalam Al Quran kita sudah mendengarkan kisah bagaimana rakyat yang tidak baik tidak dapat mencapai cita citanya walaupun berada di bawah pimpinan yang baik... walaupun tentu saja dengan pemimpin yang tidak baik, semua rakyat baik atau tidak menjadi menderita....

Nah daripada sibuk berkomentar tentang pemimpin yang ada bagaimana kalau kita berusaha saja mempersiapkan diri kita, memperbaiki diri kita untuk menjadi rakyat yang baik agar dapat membantu pemimpin kita .. karena pemimpin yang baik hanya untuk rakyat yang baik.

Sabtu, 05 Juli 2014

Komik Bisu Kelinci dan Kuda



Komik hasil karya no 2 10 tahun tentang kelinci dan makannnya. Semoga yang melihat bisa mengerti apa yang diceritakannya.